
~ Bahagia itu sederhana, jangan terlalu rumit untuk mendefinisikan sebuah kebahagiaan. Buktinya, aku ajah yang masih bernafas sampai sekarang bahagia. Ingat! hidup cuman sementara, jangan habiskan waktumu untuk yang tidak perlu dan tidak penting
seperti kamu yang cuman mencintai tapi tidak di cintai 🤣🤣 ~
so tetap optimis jalani harimu😚
...*happy reading...
...****************...
" yaudah sayang... Kamu tidur yah ". Membantu Laras memperbaiki posisinya. Setelah nya ia menarik selimut dan menutup tubuh Istri nya sampai dada.
" Iya mas.. tapi mas mau kemana? ". Tanya Laras, saat Andra hendak akan pergi
" Mau keruang kerja, ada apa? ". Padahal biasanya tidak perlu bertanya, karena pasti sudah tahu.
" Yah.. aku maunya tidur sambil di peluk~ ". Manja Laras, dengan memanyunkan bibirnya, sembari merentangkan tangannya ke arah Andra.
'ahhk Istriku manisnya gak ketulungan'
Tingkah Laras yang manja seperti itu berhasil membuat Andra luluh. Dan mau tidak mau Andra pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Laras
Sebenarnya ia mau keruangan kerjanya untuk mengurus masalah tadi. Tapi karena Istri nya mau di temani, tentu masalah yang tadi harus di pending dulu.
Setelah Andra membaringkan tubuhnya di samping Laras. Laras langsung memeluk pinggang Andra.
Andra pun membalas pelukan Istri nya, tapi tidak terlalu erat. Takut nya Andra junior kenapa-napa.
Andra kembali mengelus perut Laras " katanya udah mau masuk Minggu ke-5 ".
" Iya emang nya kenapa mas? ". Masih lama untuk keluar
" Berarti yang pertama yah yang berhasil ". 'ade gue emang hebat'. Tidak perlu membangga-banggakan nya. Karena tidak ada yang mau tahu
" Eh! Emang iya? ". Tidak mengingatnya, karena setiap suaminya melakukan nya dengan nya, pasti selalu di lepas di dalam rahim Laras.
" Kamu gak ingat sayang? ". Mana mungkin Laras harus mengingat terus hal seperti itu. Hanya otak mu yang selalu memikirkan nya.
Laras menggeleng dengan wajah polosnya, sedangkan Andra menghela nafas. Mungkin hanya dirinya yang akan selalu mengingat saat-saat terindah nya. Bukan malam, tapi pagi pertamanya.
" Yaudah gak usah dipikirin, tidur ajah yah ". Tidak perlu membahas hal yang dapat membuatnya sakit hati sendiri. Untung sayang
Dan Laras mengangguk, perlahan-lahan ia menutup matanya.
Tak lama Laras menutup matanya, suara dengkuran halus pun terdengar yang menandakan ia sudah masuk ke alam mimpinya.
" Selamat tidur sayang... I love you ". Bisik nya dan mengecup kening Laras lalu turun ke bibir Laras. Tapi hanya singkat.
Andra melepaskan pelukan Laras kemudian turun perlahan-lahan, agar tidak membangun kan Istri nya.
Andra berjalan mengendap-endap menuju pintu kamarnya. Kalau di lihat-lihat bagaikan dirinya seorang maling dirumah sendiri.
...****...
Andra turun untuk langsung menuju ke ruang kerjanya, dan pasti disitu sudah ada Alan dan bahkan Ardi juga.
Ceklek...
Andra membuka pintu ruang kerjanya, dan benar saja disana sudah ada Alan dan juga Ardi yang tengah berdiri.
Mereka berdua tegang, apalagi saat melihat wajah tuan mudanya yang nampak tak bersahabat.
Andra duduk di kursi kerjanya. " Ardi jelaskan kenapa bisa kamu tidak ada di saat nyonya muda mu mengalami hal seperti itu ". Datar di tambah dingin. Sifat arogant nya keluar lagi
" Maaf tuan muda... Tadi saya sedang dapat panggilan alam tuan ". Panggilan yang tentu tidak dapat di tunda-tunda.
" Huffft... Lain kali aku tidak mau mendengar ada kejadian seperti tadi ". Walau bagaimanapun itu bukan sepenuhnya salah Ardi. Salahkan panggilan alam nya yang terlalu mendadak, mana perutnya ikut sakit lagi.
" Baik tuan muda! ".
" Udah kalian duduk dulu gih ". Katanya yang berhasil membuat kedua lelaki itu kaget. Secepat itukah perubahan tuan mudanya... Padahal hal yang terjadi tadi sungguh sangat heboh.
" Kenapa kalian bengong? Ayo duduk. Gue lagi bahagia nih ". Ucapnya sembari memperlihatkan senyumannya.
Dan tentu hal itu kembali membuat kedua orang itu kembali tercengang. Bahagia? Kenapa? Karena apa? Jangan bilang karena kejadian tadi! Kalau begitu sepertinya tuan mudanya sudah mulai error.
Mereka berdua saling pandang... Lama...
__ADS_1
'apa tuan muda sudah gesrek?'
'bisa jadi... liat ajah, bininya ngalamin hal seperti tadi, kok suaminya bahagia. Kayanya tuan muda udah gila'. Mereka berdua bertelepati lewat tatapan nya.
Benar kan semua bawahan Andra itu kompak nya sudah melebihi para k-pop.
" Woi.. jangan pandang-pandang kaya gitu.. entar kalian jatuh cinta lagi.. hahahha ". Untuk sementara lupakan hal yang tidak menyenangkan.
Mereka berdua tersentak kaget, lalu mengalihkan pandangannya kembali.
" Tuan muda.. apa anda baik-baik saja? ". Pertanyaan yang berhasil membuat Andra menyerngit kan dahinya.
" Apa-apaan sih lo.. gue baik-baik ajah.. udah! Kalian duduk!! ". Suara dingin nya kembali lagi.
Mereka berdua terlihat saling pandang kembali, dan kembali melihat Andra. Barulah mereka duduk.
" Biar gue kasi tau... Sebentar lagi gue bakalan jadi deddy ". Ucapnya bangga... Lalu senyumannya kembali lagi.
Kedua orang itu kembali saling pandang dan kembali melihat Andra " beneran? ". Tanya Alan
" Yoi.. makanya gue senang bangat ".
" Bos.. bos gak gila kan.. karena terlalu berharap? ". Perkataan Alan sungguh menusuk, Untung tidak benar.
" Apa-apaan sih lo... Kalo pengen di tabok gak usah ngomong sembarang, gue bisa langsung nabok lo ". Melempar berkas ke arah Alan. Dan dengan sigap Alan menangkap nya.
'tolong jangan berkas nya yang di jadiin pelampiasan pak..' karena yang harus memperbaiki nya saat rusak pasti Ardi.
" Hahaha canda gue.. ". Jangan baper.. nanti jatuh cinta lagi!
" Tapi apa itu benar pak? Kalo Laras sedang bunting? ". Ardi memastikan
" Iya Di.. masa lo juga gak percaya sih! ". Andra mendengus
" wah.. Alhamdulillah.. selamat pak ". Ardi langsung menimpali
" Cieee... Pantasan nih auranya Keliatan bahagia bangat ". Goda Alan. Akhirnya bosnya itu akan menjadi seorang ayah. Dan semoga saja anaknya tidak mirip ayahnya yang kekakuan nya seperti ini. Mana saat Mau menikahi Istrinya, harus dengan cara paksaan seperti itu lagi! Kan bisa pelan-pelan saja. Ah.. ngapain sih mirikirin yang sudah berlalu.
" Iya dong... Siapa sih yang gak senang ". Wah.. calon ayah nih
" Sekali lagi selamat bos ". Selamat bergabung di perhimpunan papa muda
" Jadi Di... Bisa kau laporkan apa yang terjadi tadi ". Suara nya berubah menjadi dingin nan datar.
Ardi berdiri lalu menghampiri Andra " ini pak.. cctv yang merekam kejadian tadi ". Memberikan sebuah flashdisk berwarna hitam.
Andra mengambil flashdisk tersebut, lalu memasang nya di laptopnya...
Dan mulailah Andra menontonnya. Baru beberapa menit berjalan.. rahang Andra sudah mengeras, wajahnya memerah menahan amarah. Ia meringis beberapa kali.
Sebenarnya Alan dan Ardi tidak ingin memperlihatkan cctv tersebut, hanya saja jika tidak di perlihatkan pasti yang kena semburan yah mereka berdua. Dan pastinya hal itu tambah membuat Andra marah dan kesal.
Brakk...
" Sialan... ". Menendang meja di depannya, hingga berkas-berkas serta laptopnya terjatuh. Biasalah sultan. Meja yang jadi pelampiasan... Padahal mejanya tidak salah apa-apa bahkan tidak tahu apa-apa, tapi malah ia yang di tendang.
" Ardi!!. ".
" Iya pak ".
" Kamu tau apa yang harus kamu lakukan kan ? ". Ucapnya dengan nada tinggi. Tersirat kemarahan dalam mata Andra
" Iya pak! ". Jawabnya. Siap-siap saja mereka. Turut berduka cita
" Terus siapa mereka bertiga? ". Menunjuk dua orang wanita dan satu pria yang terlihat membela Laras
" Mereka bertiga adalah teman-teman Laras bos... Rina Apriana dan Kevin Mahendra dari divisi keuangan dan Aisyah seorang anak magang ". Jawab Alan. Memang hebat, bisa tahu semua orang yang dekat dengan nyonya mudanya.
" Hmmm ". Andra terlihat berpikir " bawa mereka bertiga besok ke sini! ".
" Baik pak ". Tidak ada pertanyaan atau pun bantahan. Semuanya harus disetujui, selama tidak merugikan tuan muda nya.
" Oh yah, Rasya kemana? ". Kembali ke mode sebelum nya
" Rasya kayanya di dapur deh... ". Tahu lah.. pasti makan tuh.
" Pasti numpang makan lagi tuh ".
__ADS_1
" Namanya bujang pak ". Ardi ikut menimpali. Kebujangan Rasya di bawa-bawa juga.
" Hacccuhhhh ". Mengusap hidungnya " kayanya ada yang omongin aku nih nyam.. nyamm.. ". Ucapnya sembari memakan makanannya. Nah rupanya memang sedang numpang makan.
" Hahaha semoga omongannya baik-baik ".
" Moga ajah deh.. ".
" Dokter Rasya.. suka bangat yah numpang makan ". Milea membuka suara. Dia selama ini heran, setiap Rasya datang ke sana, pasti tidak akan absen ke dapur untuk makan. Seperti ia tidak di kasi makan di rumahnya.
" Mau gimana lagi, gak ada yang masakin ". Sedih Rasya. Seandainya ada yang memasakkan nya pasti ia tidak harus menumpang makan. Tapi, harus yang muda bukan yang tua.
" Hahaha jangan ungkit-ungkit yank.. taulah bujang lapuk tuh emang kaya gini ". Malah di ketawain.
" Tch mentang-mentang udah punya bini ". Melihat sinis Dilan sembari memasukkan makan ke mulutnya. Sedangkan yang dilihat malah memberikan senyuman mengejeknya.
" Makanya nikah... Supaya ada yang masakin, jangan malah numpang ". Seru Dilan
" Kamu kira gampang apa dapat pasangan yang cocok sama kita ".
" Kenapa enggak? Jangan pilih-pilih, nanti kalo tidak sesuai ekspektasi sakit loh ".
" Terserah deh ".
" Hahah dokter Rasya.. pasti populer kan.. kenapa malah susah buat cari pasangan ". Bukan sulit tapi karena ada alasan lainnya
" udah yank.. biarin ajah dia jadi perjaka tua.. ".
" Tch bacot ah.. udah aku mau lanjut makan ". Kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Dilan dan Milea yang melihatnya hanya geleng-geleng. Selama ini mereka heran, seorang dokter, sudah tampan, kaya dan pastinya populer, kok bisa tidak mempunyai pasangan.
Tidak laku? Ah itu tidak mungkin. Padahal umur Rasya sudah kepala tiga, tapi tetap saja masih sendiri.
" Rasya aku cuman pengen ingatin, kalo udah dapat yang cocok. Langsung nikahi ajah, gak usah pacar-pacaran. Ingat umur! ". Menepuk bahu Rasya.
" Iya.. iya.. Bakalan aku ingat! ". Walaupun sudah kepala tiga tapi masih terlihat muda. " Gila! Enak bangat nih~ ".
" Hahah siapa dulu dong yang masak.. ".
" Suamiku dong... ". Milea menimpali
" Hahaha dasar pasutri gaje! ". Akhirnya ketawa juga.
...****...
Oke kita skip...
Sekarang di dalam mobil...
Terdapat empat insan di dalam. Ada dua pria dan dua wanita. Eh!.. eh!!.. eh!!!! Siapa lagi mereka? Main masuk novel orang...
" Hei author lo lupain gue Alan yang super ganteng... Tapi cerita cinta gue dipending mulu!! ".
Eh! Sorry lupa! .. ehem.. kita ulang..
" Pak Alan ngomong sama siapa? ". Kevin membuka suara.. yah rupanya Kevin toh. Mana motong lagi
" Bukan.. tidak ada! ". Sangkal nya. Sudah deh.. othor Memang tidak untuk di tampakkan
" Hmm pak Alan.. kami mau di bawa kemana? ". Rina ikuy bertanya. Bukan mau di culik dan di suruh BO kan.
" Tidak usah banyak bertanya, nanti kalo sudah sampai kalian juga akan tau ". Kalau di katakan pasti akan ribet, dan tentu mereka akan minta penjelasan.
" Pak Alan apa saya bisa bertanya? ". Aisyah mencoba untuk angkat bicara. Ada sesuatu yang lebih ia khawatir kan di banding dirinya yang akan di bawa, entah kemana.
" Sudah aku katakan, tidak usah bertanya kalian mau di bawa kemana nan...___ ".
" Saya cuma mau tau kondisi kak Laras, apa kak Laras baik-baik saja, setelah kejadian kemarin? ". Potong Aisyah.
" Nyonya muda baik-baik saja ". Singkat padat dan jelas.
" Alhamdulillah... ".
Sebenarnya mereka masih tidak percaya akan perkataan Ardi kemarin yang mengatakan kalau Laras adalah menantu dari keluarga Ansari. Tapi setelah mendengar perkataan Alan lagi, sepertinya mereka sudah percaya.
Ada banyak pertanyaan yang ingin sekali mereka lontarkan, tapi selalu di urungkan. Kalau bicara lagi pasti atasan mereka yang satu ini akan marah-marah tidak jelas lagi. Mana tadi sudah marah, karena di jadikan supir.
__ADS_1
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya