
Setelah ketiga orang itu keluar...
" Pastikan tangan pria itu hilang! ".
" Memangnya itu tidak berlebihan tuan ". Walau bagaimanapun, memotong tangan orang begitu saja, itu tidak baik.
" Berlebihan! Kau bilang itu berlebihan? Bajingan gila itu memegang tangan istriku, bahkan mencengkram nya. Memangnya siapa dia, bisa melakukan hal seperti itu! ". Amarahnya bertambah.
" Baiklah tuan muda, terserah anda saja ". 'terserah deh... dikira nya tangan anak orang itu sapi qurban apa! Main potong-potong gitu ajah'. Biarkan saja, lagi pula yang akan menanggung dosanya adalah Andra sendiri, walaupun nanti akan kecipratan ke Alan juga.
" Bagus... dan untuk kedua wanita itu, Pastikan mereka hidup di jalanan ".
" Baik tuan muda ". Tidak ada bantahan. Lagi pula itu tidak merugikan tuan mudanya.
Andra berdiri " lan siapkan mobil, gue mau pulang ". Kembali lah ke Andra yang biasanya.
" What!? Pulang? Masih banyak kerjaan bos.. ".
" Ini udah makan siang... Gue mau pulang makan sama ibu negara gue ".
" Iya.. iya.. terserah lo ajah deh ". Dengan langkah kesalnya, Alan keluar.
...***...
Laras sedang menyusun makan siangnya, ia masih mengingat perkataan suaminya. Kalau nanti dia akan pulang untuk sekedar makan siang.
Dan benar saja, tak lama setelah Laras menyusun makanan nya, suara salam dari seorang pria yang sangat di kenal Laras menggema di seluruh ruangan.
" Assalamualaikum.. ".
" Waalaikum salam.. ". Mencium tangan Andra
" Cepat nya mas.. ". Melirik ke arah jam dinding yang ada di situ.
" Mas pengen cepat-cepat ketemu sama kamu sayang ". Mencium pipi Laras
Dan tentu yang di cium, langsung blush.. wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Diri nya malu sekaligus bahagia. Apalagi Andra mencium pipi nya di depan bi Siti dan Milea.
" Udah ah.. ayo makan ". Menarik tangan Andra.
Andra mengikuti langkah Istri nya dan duduk di salah satu kursi. Laras dengan sigap mengambilkan makanan untuk Andra, setelah nya barulah ia ambil makanan untuk dirinya sendiri.
Andra membulatkan matanya melihat isi piring Istri nya yang seperti gunung. Bagaimana tidak, nasinya hanya semangkok, sedangkan lauknya setinggi gunung melewati kawah. Eh!?
Andra kemudian melihat isi piringnya, rupanya porsinya hanya biasa-biasa saja, seperti biasanya. Ia menghela nafas 'untung isi piring gue biasa ajah'.
Setelah berdoa, mereka pun makan dengan hikmat. Lebih tepatnya, Andra hanya melihat istrinya yang sedang makan dengan sangat lahap seperti tidak pernah makan selama seminggu. Sedangkan dirinya, hanya makan sedikit. Bahkan setengah dari piring nya belum habis, nah.. ini Istri nya sudah makan hampir dua piring dengan porsi segunung. Melihatnya makan saja sudah membuat Andra kenyang.
Tapi ia senang, karena dalam masa kehamilan istrinya ini, setidaknya nafsu makan Laras baik-baik saja. Malahan sangat baik.
Setelah makan siang yang berjalan hikmat dan meneguk bangak saliva, Andra pun bersiap-siap untuk kembali ke kantornya.
" Mas kembali ke kantor lagi yah.. nanti pulang nya seperti biasa ".
Laras mengangguk " iya mas ".
" Mas pergi dulu Assalamualaikum ".
" Waalaikum salam ". Mencium tangan Andra, setelah nya seperti biasa Andra akan mencium kening Laras.
Setelah drama keberangkatan nya, Andra pun masuk mobilnya. Lalu melajukannya membelah jalanan kota.
...-------...
Pagi harinya, Alan sudah bersiap akan berangkat ke kantor.
Ia memandangi dirinya di cermin besar kamarnya " ada yah, makhluk setampan gue ". Mengelus-elus dagunya. Setelah mengatakan hal yang sangat pede. Ia mengambil salah satu parfumnya di atas meja.
Semprot sana..
Semprot sini...
__ADS_1
Semprot atas..
Semprot bawah...
Semuanya ia semprotkan pakai parfum tersebut. Baunya sudah seperti menyirami badan dengan sekotak pewangi ruangan.
" Oke Alan... ayo kita curi hati seorang wanita Let's go.. ". Dengan gaya cool dan percaya dirinya ia turun.
" Ma.. pa.. aku pergi dulu yah ". Mencomot sebuah roti, yang sudah di baluri dengan selai.
" Harum bangat... kamu pake pengharum ruangan Lan? ".
" Parfum pah.. bukan pengharum ruangan ". Mencebikkan bibirnya.
" Makan dulu Lan.. masih pagi ini, tuan muda juga masih di ranjangnya pasti ". Mamanya memotong.
" Buru-buru mah.. lagian aku gak mau langsung ke rumahnya Andra ".
" Nah terus? Mau kemana lagi? ". Tanya papanya. Oh yah.. nama papa dan mama Alan adalah Arga sedang kan mamanya Anggi. Fiks keluarga A.
" Biasalah.. ". Memperlihatkan senyuman yang tidak bisa ditebak.
" Dimana nak? Jangan pergi yang tidak-tidak loh ". Mama Anggi menimpali.
" Enggak mah.. aku pengen ke rumah calon mantu mama sama papa. Udah yah aku pergi dulu Assalamualaikum ". Mencium tangan kanan mama Anggi dan papa Arga. Setelah nya ia pergi begitu saja.
Sedangkan mama Anggi dan papa Arga, mematung. Calon mantu? Berarti anaknya sudah tidak jomblo dong.
" Tunggu dulu.. Alan ". Saat tersadar ia baru meneriaki anaknya yang sudah tidak terlihat.
" Ma.. katanya calon mantu.. berarti?.. ". Masih tidak percaya.
" Iya pah.. mama juga gak nyangka ". Sama, mama Anggi juga tidak percaya. Akhirnya anaknya menemukan seseorang yang menurutnya cocok, melihat bagaimana tingkah anaknya saat mencari pasangan yang banyak pilih.
Alan terus melajukan mobilnya, hingga sampai ke sebuah rumah yang cukup besar. Walaupun rumahnya lebih besar.
Alan turun dari mobil nya. Dan masuk kedalam halaman rumah tersebut, tanpa ada drama hambatan satpam yang melarang nya masuk. Satpamnya sedang tidak ada di tempat.
Alan mengetuk pintu rumah tersebut sembari tersenyum hangat dengan sebuah buket bunga di tangan kanannya.
Tak lama setelah mengetuk, seorang pria paruh baya membuka pintu.
" Assalamualaikum.. ".
Pria paruh baya tersebut bengong " ah Waalaikum salam ". Jawabnya " tuan Alan... Apa yang anda lakukan disini?. Ah maaf ayo silahkan masuk ". Mempersilahkan Alan masuk. Tentu papa Rasyad alias papa Mai tahu siapa yang ada di depannya sekarang. Seorang asisten pribadi dari CEO terknal di negara nya. Bahkan sampai mancanegara.
" Tidak perlu.. saya datang kesini mau menjemput Mai om ". Ucap Alan mencoba untuk seramah mungkin. Yang di hadapannya ini sekarang calon mertuanya loh, harus menampilkan karakter yang baik.
" Mai?.. ah.. tunggu ". Tidak ingin banyak bertanya lagi. Selain Andra yang di segani karena bakatnya dalam bidang nya, Alan tentu tidak luput dari Pujian tersebut. Oh.. jangan lupakan Ardi yang pastinya selalu ada dalam ghibah-an para pebisnis.
Belum sempat papa Mai berteriak mengeluarkan suaranya yang lima oktaf untuk memanggil Mai. Mai sudah datang terlebih dahulu dengan pakaian yang rapi. Di sebelah kanannya memegang tas, dan di sebelah kirinya ia gantung jas berwarna putih nya.
" Pah.. apa yang papa laku.. ". 'what!! Ngapain nih orang disini'. Terkejut melihat Alan yang sudah ada di depan pintu nya sembari tersenyum padanya. Tak lupa buket di pegangannya.
" Assalamualaikum Maimunah.. ".
" Waalaikum salam.. ngapain kamu kesini ". Ucap ketus Mai.
" Hussst ". Menyiku Mai. Papa Rasyad sama sekali tidak menyangka kalau seorang Alan akan kepentol dengan anaknya yang datar ini.
" Tidak apa-apa om.. sudah biasa. Saya juga cuma mau jemput Mai ".
" Oh.. iya.. iya... Mai ayo cepat, tuan Alan sudah menunggu mu dari tadi ". Beralih melihat Mai
Mai memutar bola matanya " gak usah, aku pake mobil sendiri saja ".
" Aku antar ajah Mai. Gak pa-pa kan om ". Alan mencoba untuk tetap ramah.
" Iya tidak apa-apa... Tolong jaga putri saya tuan muda ".
" Tidak perlu panggil tuan om.. bentar lagi kan aku bakalan jadi mantu om ".
__ADS_1
" Hahaha baiklah.. ayo Mai cepat ".
" Ncik, oke... Kalo gitu aku pergi dulu ". Pasrah Mai. Lagipula sedari tadi dirinya sudah tidak di anggap disitu.
" Assalamualaikum ". Mencium tangan kanan papanya.
" Waalaikum salam ". Mai langsung pergi dan masuk ke dalam mobil Alan.
" Saya juga pamit om.. Assalamualaikum ". Sama, ia mencium tangan kanan calon mertuanya. Sudah di tandai nih.
" Waalaikum salam ". papa Rasyad Terkejut mendapati tangannya di cium oleh seorang Alan. Mimpi apa dia semalam.
Alan pun ikut masuk ke dalam mobilnya. Ia memberikan Mai buket bunga nya. " Ku beli di tanah Abang hahahaha ".
Mai menerimanya, ia menatap datar Alan " Hah! ". Tertawa resah " Memang nya selucu itu yah ".
" Iya lucu.. selucu wajah mu yang datar ". Hal seperti ini sudah terbiasa bagi mereka berdua. Walaupun tidak punya hubungan apapun, tapi ini tetap menyenangkan. Pikir Mai.
Lagipula Mai Memang belum menerima perasaan Alan.
Mai memutar bola matanya " jalan ". Dengan senang hati Alan menjalankan mobilnya.
" Oh yah Laras hamil kan.. kamu gak mau jenguk dia? ". Alan membuka suara.
" Nanti pas udah pulang ". Jawab Mai tanpa melihat Alan, tapi asik dengan ponselnya. Alan benar-benar di jadikan supir pribadinya.
" Oh.. aku jemput yah "
" Gak usah "
" Ayolah.. "
" Gak "
" Aku minta izin sama calon mertua ku ajah. Pasti di izinin ". Katanya.
Mai mengalihkan pandangannya menatap Alan dengan tatapan tajam bin datar. " Yaudah iya ". Ucapnya dan kembali melihat ponselnya.
Alan tersenyum menang. Jika Laras akan lemah saat di hadapkan dengan apa-apa tentang ibunya, Mai juga akan lemah saat di hadapkan dengan papanya. Mama Mai sudah berpulang sejak Mai berusia lima tahun. Dan hanya papanya lah yang merawatnya selama ini. Makanya Mai tidak bisa membantah perkataan papanya.
Tak berapa lama... Mobil pun sampai di depan rumah sakit, tempat Mai bekerja.
Setelah memarkirkan mobil, Mai langsung turun tanpa ba bi bu be bo. Dan rupanya di sebelah mobilnya, turun seorang pria yang tak lain adalah Rasya seniornya.
" Eh Mai! Assalamualaikum ".
" Waalaikum salam senior ". Rasya mendekati Mai.
" Wah... Jodoh bangat yah kita, datang nya bersamaan ". 'aminnn'.
Mai menatap nya datar " senior bisa saja becanda nya ". Yah itulah reaksi Mai saat Rasya yang tidak langsung mengatakan perasaannya padanya.
Rasya melihat mobil yang baru saja ditumpangi Mai 'kok gak asing yah'
Alan turun dari mobil nya. Ia melihat Rasya, sama Rasya juga melihat nya. Karena kebetulan mata Rasya belum mengalihkan pandangannya.
" Eh! Alan ".
" Rasya! Ngapain lo disini ".
" Yah kerjalah ". Jawabnya " kamu, kenapa bisa..? ".
" Gue kesini ngantarin calon bini gue ". Ucapnya percaya diri. Alan bisa menangkap kalau Rasya seperti nya ada sesuatu terhadap Mai. Melihat tingkah Terkejut nya dan juga tatapan nya kepada Mai.
" A.. ".
" Kalian saling kenal? ". Kini Mai membuka suara.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan votenya
__ADS_1