
Malam ini, adalah malam yang sudah ditunggu-tunggu oleh Andra dan tentunya kita juga para pembaca.
Karena malam ini adalah malam yang akan menjadi sejarah bagi hubungan Andra dan juga Laras. Dimana Andra akan melamar ulang Laras dengan suasana yang romantis dan resmi.
Andra sudah mempersiapkan gaun untuk digunakan Laras. Ia menyuruh pelayan untuk memberikan nya pada Laras.
Saat pelayan Mengetuk-ngetuk pintu kamar Laras, tidak ada jawaban.
Hingga beberapa kali ia mengetuk nya, namun tak kunjung ada sahutan dari dalam. Sampai seorang pelayan yang lain datang menghampiri pelayan Yang disuruh membawa gaun untuk Laras.
" Nyonya muda tidak ada. Dia tadi pergi keluar membeli sesuatu ". Ucapnya tiba-tiba
" Membeli sesuatu? Kenapa bukan kamu saja yang pergi. Kalau tuan muda tahu, bisa habis kita ". Pelayan itu tidak percaya dengan apa yang dilakukan temannya. Dan itu pasti benar
" Nyonya muda yang mau pergi sendiri, aku sudah melarangnya bahkan menawarkan bantuan, tapi nyonya muda tetap kekeh mau pergi sendiri ". Pelayan itu menjelaskan. Laras memang keras kepala
" Yah mau gimana lagi. Mending aku kembaliin gaun ini ke tuan muda saja ". Memperlihatkan pepper bag yang dipegangnya.
" Terserah kamu saja ".
Pelayan itu pun kembali memberikan gaun itu kepada Andra.
Dia mengatakan kalau nyonya mudanya sedang tidak ada. Ia pergi keluar membeli sesuatu. Di dalam hatinya ia selalu berkomat-kamit membaca Segala macam doa, semoga tuan mudanya tidak marah.
Awalnya Andra marah, kenapa istrinya harus pergi repot-repot keluar untuk membeli sesuatu, sedangkan ada pelayan hotel yang siap dua puluh empat jam untuk melayani.
Tentu saja pelayan itu takut, tapi dia segera menjelaskan
" Nyonya muda kekeh ingin pergi sendiri tuan, kami juga tidak bisa menolaknya ". Dan akhirnya Andra mulai melunak.
Dia juga tahu sifat Istri nya yang memang keras kepala.
Laras tidak tahu saja, kalau sikapnya yang seperti itu, sebenarnya sudah beberapa kali merepotkan pelayan.
Baik di rumahnya, dan sekarang di hotel.
Andra menerima kembali gaun itu dan berencana akan memberikan nya langsung kepada istrinya.
" Haaaahh Laras benar-benar yah! Seharusnya bisa titip di pelayan saja kan ". Menaruh pepper bag diatas meja.
Andra kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk mandi. Setelah nya barulah ia membawa pepper bag itu ke Istri nya.
Laras naik ke lantai atas, tepatnya lantai kamarnya. Ia menggunakan lift.
Ting....
Lift terbuka, dan Laras pun keluar dari dalam lift.
Saat sudah akan masuk kedalam kamarnya, ia terkejut saat melihat Risa keluar dari kamar suaminya dan diikuti suaminya, Yang masih memakai jubah mandi dengan rambutnya yang basah, sedangkan Risa hanya memakai lingerie.
Kresek hitam yang dipegangnya langsung jatuh, dan otomatis itu menimbulkan bunyi.
Andra dan Risa bersama-sama melihat Laras yang mematung melihat mereka.
" Ah ma... Maaf saya menganggu ". Mata Laras sudah memerah, dengan cepat mengambil kantong kresek nya dan masuk kedalam kamarnya.
" Ras... Ras ". Andra berniat masuk mengejar Laras, tapi Risa langsung memegang lengan kekar Andra.
" Dia cuman sekretaris ". Ucapnya dengan nada manja.
Andra yang melihatnya dibuat marah. Matanya memerah dan menatap nya tajam.
" Lepas ". Andra menepis kasar tangan Risa, hingga Risa tersungkur di lantai.
" Pergi dari sini ". Bentak Andra, dan ia mulai melangkah kembali. Sebelum itu Andra berbalik dan berkata " Dan mulai sekarang proyek ini saya batalkan. Kerja sama antara kedua perusahaan saya batalkan ". Tegasnya. Ia menatap tajam Risa.
Tentu, Risa yang melihatnya dibuat takut dan tidak bisa berkata-kata.
Gita yang kebetulan melihat nya, langsung lari menghampiri Risa, dan memapah nya berdiri.
Gita melihat pakaian haram yang digunakan bosnya itu, dan ia mengambil kesimpulan. Kalau bosnya itu sepertinya sudah gagal menggoda Andra.
" Ma.. maaf kan bu Risa pak ".
" Ha? Kenapa harus minta maaf, dia hanya sekretaris saja ". Wah sudah tidak sayang nyawanya.
" Maaf pak, s.. saya akan membawa bu Risa pergi dari sini ". Gita heran sendiri melihat bosnya itu yang tidak bisa melihat keadaan yang sudah panas begini.
" Sebaiknya kau bawa dia pergi dari hotel ini. Sebelum aku melakukan yang tidak ingin kalian bayangkan ". Ucapnya masih dengan tatapan tajamnya.
" Dan aku sudah membatalkan kerjasama ini ". Ucapnya lagi dan langsung masuk kedalam kamar Laras. Cara bicara Andra lagi-lagi berubah.
" Ha??! Apa-apaan itu. Dia memutuskan kerjasama yang bernilai jutaan dolar ini! Hanya karena seorang sekretaris!! ". Mental Risa sungguh patut di acungi jempol. Oh.. atau mungkin dia memang bermuka tebal.
__ADS_1
Risa kembali akan Mengetuk-ngetuk pintu kamar Laras, tapi langsung ditahan oleh Gita.
" Bu mending kita kembali ke Jakarta saja Bu. Kalau soal kerjasama nya, kita akan bicarakan saat semuanya sudah tenang ". Gita mencoba untuk menjelaskan. Ingin sekali dia menyeret Risa begitu saja, hanya saja ia takut dipecat. Di jaman sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah.
" Hei!! Memangnya ini salah ku! Ini salah sih sekretaris itu yang tiba-tiba saja datang ". Risa masih tak mau kalah
'kan ini memang salah mu, yang tidak punya malu menggoda pria yang bahkan sudah terang-terangan menjauh dan memperlihatkan ketidak sukaannya'. Ia hanya bisa memakinya dalam hati, kalau dikeluarkan bisa di depak Gita.
" Tapi kalau begini terus, kerja sama ini benar-benar akan di batalkan bu. Dan kerugiannya nanti kita sendiri yang akan membayar nya ". 'dan itu gak sedikit bu....'.
" Cik, oke ayo kembali ke Jakarta. Kita akan membahas nya setelah semuanya tenang ". Pergi begitu saja meninggalkan Gita yang akhirnya bisa mengehela nafas.
Sedangkan di dalam kamar Laras.
Laras langsung duduk di atas ranjangnya. Kantong kresek nya ia buang di sembarang tempat. Sudah tidak tahu jatuh nya kemana.
Laras menunduk " ja.. jangan nangis ". Ucapnya bergetar, ia meremas celananya yang di pahanya.
" Bukannya pernikahan ini hanya pernikahan kontrak saja... Ku mohon jangan nangis ". Sebisa mungkin Laras menahan air matanya agar tidak jatuh.
Hati nya benar-benar sakit melihat nya tadi. Pikirannya sudah traveling kemana-mana. siapa yang tidak akan berpikiran macam-macam saat melihat pemandangan di depannya tadi. Kepercayaan nya langsung dibuat Runtuh begitu saja.
Andra masuk kedalam dan melihat istrinya yang sedang duduk di ranjang sembari menunduk.
Ia berlari menghampiri Laras, bagaimana jika istri nya itu menangis? Oh.. sudah tidak tahu apa yang akan terjadi pada Risa. Biang masalah ini.
Andra duduk di samping Laras, ia lalu menangkup pipi Laras " Ras.. kamu percaya sama mas kan ". Ia mengangkat wajah Laras. Dan untungnya Laras bisa menahan agar air matanya tidak jatuh. Walaupun matanya tetap merah.
Saat ditanya seperti itu, Laras tidak tahu harus menjawa apa. Karena jujur saja kepercayaan nya sudah mulai luntur.
Ia memilih untuk menunduk. Saling meremas tangan nya.
Andra tahu kalau kepercayaan Laras mulai Runtuh, siapa sih yang tidak akan berpikiran macam-macam kalau melihat kejadian tadi.
Andra menarik nafasnya lalu mengembuskan nya pelan.
Ia memegang tangan Laras menggunakan tangan kanannya dan menarik dagunya menggunakan tangan kirinya agar melihatnya.
" Ras, tadi kita sama-sama sampai ke hotel kan ". Laras mengangguk.
" Tadi kamu pergi sampai berapa menit? Enggak sampai 30 menit kan ". Lagi-lagi Laras mengangguk.
" Ehem... Dan kau tahu melakukan hal seperti itu, tidak akan kurang dari 30 menit, tapi pasti berjam-jam ". mungkin, hanya yang berpengalaman yang akan tahu.
Laras menyerngitkan dahinya.
" Nah ngerti kan. Saya gak ada hubungan apa-apa sama sih kuntilanak itu ". Karena malas mengingat namanya, makanya ia hanya memanggil nya dengan sebutan nya sendiri.
" Kuntilanak? ". Laras malah heran dengan kata itu.
" Iya sih kuntilanak. Yang tadi datang menggoda saya ".
" Oh.. bu Risa yah. Hahahaha kuntilanak. Mas.. mas ada-ada ajah ". Akhirnya Laras bisa tertawa juga.
" Nah gitu, ketawa dong ". Mencolek ujung hidung Laras.
" Ihh mas... ". Andra tertawa melihat wajah Laras yang cemberut.
Ia lalu mendekap tubuh istrinya itu di dalam dadanya.
" Ingat ras. Percaya sama mas ". Mengelus-elus surai panjang Laras.
Laras hanya mengangguk.
Tapi pasti jika terjadi lagi, akan sangat susah untuk percaya kembali.
Manusia itu tempatnya kecemburuan dan rasa tidak puas.
Lama Andra mendekap nya, hingga Andra merasa ada sebuah hembusan nafas yang mengenai dadanya. Sekarang Andra masih memakai jubah mandi.
Tidak sempat di ganti.
" Ras... ". Mengangkat wajah istrinya, dan ternyata Istri nya itu sudah terlelap.
Mungkin dia kelelahan.
" Haha masih bisa tidur rupanya kamu di saat-saat begini sayang ". Membelai pipi Laras lalu mencium kening dan pipi Laras.
Ia membenarkan posisi tidur Laras, dan ikut tidur di sampingnya.
Ia kembali membelai wajah istrinya " kamu pasti kecapean yah. Maafin mas yah. Good night baby " mencium kembali kening Laras dan mendekapnya.
Untuk pertama kalinya mereka tidur saling berhadapan, walaupun Laras tidak sadar.
__ADS_1
Dan rencana untuk melamar kembali Laras yang sudah disiapkan Andra jauh-jauh hari. Kini gagal, dikarenakan Risa yang mengganggu dan juga Laras yang ketiduran seperti ini.
Dan tidak mungkin Andra membangunkan Istri nya itu. Dilihat dari wajah Laras saja sudah ditahu, kalau dia sangat kelelahan.
...****************...
Keesokan harinya...
Andra bangun duluan, dan mendapati istrinya yang masih tertidur lelap di dekapan nya.
Dia tersenyum lalu mencium wajah Laras beberapa kali. Untung Laras tidak bangun
Setelah puas, Andra beranjak dari kasurnya. Ingin ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah nya barulah ia sholat.
Saat akan masuk kedalam kamar mandi, ia tidak sengaja menendang kantong kresek warna hitam.
Andra memungut kantong kresek itu.
Lalu membaliknya kesana-kemari. Ia mengingat jika kantong itulah yang dijatuhkan semalam oleh Laras. Kalau penasaran yah langsung liat ajah kali.
Karena penasaran, Andra pun membuka kantong kresek itu.
Andra tergelak, melihat isi kantong kresek itu.
'obat? Apa Laras sakit?'. Andra semakin dibuat merasa bersalah Dan marah karena Laras tidak menceritakan nya padanya.
" Hmmm eughh ". Lenguhan Laras terdengar.
Niat Andra yang tadi ingin masuk kedalam kamar mandi, ia urungkan dan lebih memilih mendekat kearah Istri nya.
Andra duduk di samping Istrinya yang masih mengumpulkan nyawa nya. Eh ralat maksudnya kesadarannya.
Laras mengerjap-ngerjap matanya, untuk melihat pemandangan yang akan ditampilkan.
Andra yang melihatnya tentu dibuat gemes.
'manisnya istriku. Jadi gemes'.
Saat Laras sudah mengumpulkan semua kesadarannya, ia mulai membuka lebar-lebar matanya.
Biasanya, seorang istri akan mendapatkan senyuman yang manis di saat baru membuka mata, tapi beda halnya dengan Laras yang malah mendapatkan pelototan dan tatapan rasa bersalah dari suaminya.
Tentu Laras langsung duduk. 'ada apa nih? Subuh-subuh gini, mas Andra langsung ngasih tatapan yang kaya gitu'.
" Mau sholat subuh mas? ". Laras membuka suara terlebih dahulu.
" Ras... Ini apa! ". Memperlihatkan kantong kresek hitam. Bukannya menjawab malah balik bertanya.
" Wah.. ini kantong obat yang Laras beli tadi malam ". Berniat mengambil nya dari tangan Andra, tapi langsung disembunyikan kembali.
" Kenapa mas? ".
" Jujur sama mas.... Kamu sakit apa!? ". Semoga bukan sakit yang parah
" Eh?! Gak apa-apa mas. Cuman sakit kepala biasa ". Santai Laras.
Beda halnya dengan Andra yang malah heboh sendiri menanggapi nya.
" Apa!! Kamu sakit tapi gak kasih tau sama mas. Tunggu dulu mas panggil dokter ". Sudah mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.
'ha? Cuman sakit kepala biasa. Kok lebay banget sih'. Laras merebut ponsel Andra.
" Mas, gak perlu pake bawa-bawa dokter. Laras cuman kecapean doang. Ingat semalam Laras tidur lebih cepat dari biasanya kan. Dan sekarang juga udah gak sakit, apalagi semalam tidur Laras pules banget ". Menjelaskan panjang kali lebar. Sepanjang jalan tol.
" enggak sini ponsel mas. Kamu seharusnya bilang-bilang kalo sakit. Dan mas juga minta maaf karena kejadian semalam ". Kini Andra menampilkan wajah penyesalan nya, tapi tetap saja tidak mengurangi ketampanannya.
'ya Allah... Sedih ajah, wajah mas Andra ganteng. Mama pas ngehamilin mas Andra sebenarnya ngidam apa sih'. Bukannya fokus mendengarkan malah fokus pada wajah suaminya.
" Ras? Kamu dengar kan? ".
" Eh? I.. iya mas Laras dengar ". Akhirnya kembali ke dunia nyata.
" Gak pa-pa mas, ini udah biasa. Kalo udah dibawa tidur langsung sembuh. Itu cuman efek kecapean ". Dan inilah resikonya jika jarang berolahraga, Sangat mudah lelah.
" Beneran? ".
" Iya mas. Udah yah, mas Andra mau sholat kan? ". Andra mengangguk " Kalo gitu ayo kita sholat ". Entah mengapa risih sendiri dengan tingkah suaminya, yang menurutnya lebay.
Setelah nya mereka pun sholat, dan seperti biasanya, mereka berdua sholat berjamaah di dalam kamarnya.
TBC
konflik di atas sebenarnya aku singkat-singkatin. soalnya kalo di panjang-panjangin bisa ngabisin beberapa episode lagi. kalo gitu, belah duren nya gak jadi-jadi kan🤣
__ADS_1
padahal adegannya udah ditunggu-tungguðŸ¤ðŸ˜—
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like komen dan vote nya