
"Jadi, bagaiamana reaksi keluarganya?" Tanya Yudha
"Mereka sempat ngotot dan tidak mau anaknya menjadi seorang janda. Namun, setelah saya menjelaskan dan menunjukan bukti bahwa Eliana tidak menjadi istri dan Ibu yang baik dalam perniakahan nya. Mereka tak bisa berbuat apa apa lagi" jelas Bima
Termasuk bukti yang kau pun belum tahu. Bima
Yudha mengangguk mengerti "Lalu apa kau sudah mendaftarkan perceraian kami ke pengadilan?"
Bima mengangguk "Semuanya sudah, kita tinggal menunggu hasilnya"
Yudha tersenyum puas "Kau memang paling bisa di andalkan, Bim. Bahkan El sudah tidak ada waktu untuk membatalkan rencana perceraian kita"
Bima mengangguk "Ya, karna aku sudah menduganya jika dia akan langsung datang ke tanah air untuk membatalkan semuanya. Makanya aku segera bergerak cepat, sebelum dia berhasil membatalkannya"
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Eliana meremas kertas dalam genggamannya. Tidak menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Surat gugatan cerai dari suaminya sudah berada di tangannya.
"Sial.. Bahkan aku belum datang untuk membujuknya agar membatalkan rencana perceraian ini"
Eliana benar benar bingung harus bagaimana. Yudha benar benar sudah mengambil keputusan yang tidak akan bisa terbantahkan lagi.
Drettt...drettt
Eliana mengambil ponselnya yang berdering di atas nakas "Hallo"
"Bagaiamana? Apa kau sudah bisa membatalkan rencana Yudha?"
"Sial, asisten nya itu sudah bertindak lebih dulu. Bahkan surat gugatan cerai ini sudah berada di tanganku. Aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi"
"Sudahlah Sayang, kau masih punya aku yang mau menerimamu apa adanya. Aku juga akan mendukung karirmu sebagai model internasional"
"Tapi, isu perceraian ini lambat laun akan di dengar publik dan pasti akan berpengaruh pada karirku"
"Tenanglah Sayang, kau lupa siapa aku? Aku bisa melalukan apapun untukmu"
"Aku tahu, tapi apa kau akan menikahiku?"
"Tentu saja, dari dulu juga aku ingin menikahimu. Namun, kau yang tidak mau"
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Dengan kuasa hukum yang tidak bisa di ragukan lagi kemampuannya. Akhirnya Yudha dan Eliana resmi bercerai setelah melewati sidang beberapa hari yang lalu.
Yudha tersenyum saat menatap surat cerai yang sudah berada di tangannya. Sementara di lain tempat, Eliana merasa frustasi dengan keadaan ini. Apalagi kabar perceraian mereka telah di ketahui publik.
__ADS_1
Besok Yudha akan mengadakan konferensi pers tentang kabar perceraian dia dan Eliana.
Yudha ingin menjelaskan semuanya tanpa merusak nama baik Eliana. Karna mau bagaiamana pun dia sudah 2 tahun hidup bersama wanita ini. Apalagi Eliana juga ibu dari anaknya.
Yudha mengambil ponselnya dari atas nakas samping tempat tidurnya. Menekan nomor ponsel yang ingin dia hubungi.
"Hallo"
"Hallo, Assalamualaikum"
Yudha tersenyum mendengar suara lembut di sebrang sana "Waalaikumsalam"
"Ada apa Tuan?"
Yudha menggeleng, meski Dia tahu jika Anista tidak akan melihatnya "Tidak ada apa apa. Kau sedang apa?"
"Lagi beresin cucian baju yang tadi siang"
"Hmmm. Kapan kau akan kembali ke sini? Safira sudah merindukanmu"
Bohong...!! Safira bahkan masih bersama Neneknya di luar negara. Sebenarnya Yudha lah yang merindukan gadis manis pengasuh anaknya ini.
"Hmm. Kan Tuan ngasih waktu satu minggu, ya masih 3 hari lagi dong"
Yudha menghela nafas kecewa, menyesal memberinya waktu terlalu lama untuk berlibur di kampung halaman nya.
"Baiklah, segera kembali karna Safira sangat merindukan mu"
Anista tersenyum "Safira atau Daddy nya yang merindukan saya?"
Wajah Yudha langsung merona, dia menjadi gugup sendiri. "Ekhem" berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Jangan terlalu percaya diri kau!"
Anista tertawa "Iya Tuan, saya tau diri kok siapa saya. Gak mungkin juga Tuan merindukan saya"
"Eh, bukan begitu maksud saya" Yudha malah gelagapan sendiri, merasa ucapannya telah menyinggung perasaan wanita yang di cintainya.
"Tidak apa Tuan, saya mengerti. Sudahlah saya sudah mengantuk, Tuan juga harus segera istirahat besok harus bekerja'kan. Jangan lupa sarapan"
"Iya, kau baik baiklah disana"
Yudha mematikan sambungan telponnya, dia selalu merasa tenang jika sudah mengetahui kabar tentang Anista. Sejak mempunyai nomor ponsel Anista, maka Yudha selalu menyempatkan untuk menelponnya sebelum tidur.
Sekarang aku bisa tidur, I Miss You untukmu yang selalu ada di fikiranku.
__ADS_1
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Konferensi pers yang sudah ditentukan oleh Bima sebentar lagi akan berlangsung. Semua perwakilan dari setiap stasiun televisi yang di undang oleh Bima sudah berada di tempat yang telah di tentukan.
Hanya stasiun televisi tertentu yang bisa menghadiri langsung konferensi pers ini dan yang pertama tahu tentang isu perceraian Yudha Abimana Walton dengan model terkenal, Eliana Merlina.
"Hallo semuanya"
Yudha mulai menyapa dengan melambaikan tangannya. Ekspresinya seperti biasa, datar dan dingin. Bahkan dia hanya tersenyum tipis.
"Saya tidak mau bertele tele lagi, langsung ke persoalan utama. Saya dan Eliana Merlina memang resmi bercerai beberapa hari yang lalu"
"Tapi apa permasalahannya? Karna yang kami ketahui rumah tangga kalian sangat harmonis dan tidak ada isu apapun lagi"
Salah satu wartawan langsung bertanya karna sudah sangat penasaran dengan alasan perceraian pasangan serasi yang di idam idamkan para masyarakat.
"Tidak ada permasalahan yang serius diantara kami. Hanya saja sudah tidak ada lagi kecocokan antara kami. Ini adalah keputusan yang terbaik karena jika tetap di lanjutkan pun tidak akan bisa"
"Sekian penjelasan dari saya, terimakasih atas waktu kalian" Yudha berdiri lalu berlenggang pergi meninggalkan podium.
Akhirnya semuanya berakhir.. Papi, aku telah gagal menjalani pernikahan ku.
Bohong!! Jika Yudha tidak merasa sedih dan terluka. Justru disini Yudhalah yang paling merasa terluka karna dia telah gagal membina rumah tangganya dan telah gagal menjadi suami yang baik.
Yudha dengan segala luka dalam hidupnya. Namun, pria tampan ini hanya menutupinya dengan wajah datar dan dingin.
Papi, maafkan aku karna tidak bisa seperti dirimu yang bisa menjadi suami yang baik dan membina rumah tangga yang harmonis sampai akhir hayatmu.
Bima, asisten juga sudah seperti seorang kakak untuk Yudha selalu berada di sisinya apapun keadaan yang Yudha alami selama ini.
"Kau sudah melakukan yang terbaik Yudh, Paman juga pasti sangat bangga dengamu" Bima menepuk bahu Yudha, memberinya semangat.
Yudha tersenyum tipis "Terimakasih Bim"
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Eliana sedikitnya merasa lega saat melihat konferensi pers yang di lakukan Yudha. Pada dasarnya Yudha sama sekali tidak menjelekan dia, Yudha sama sekali tidak mengungkit semua kesalahannya.
Dengan seperti ini karirnya akan tetap berjalan meski setelah pereceraian ini. Yudha berhasil membuat nama baik seorang Eliana Merlina tetap di pandang baik oleh publik.
Tapi, aku tetap akan mencari tahu tentang gadis itu. Bisa saja kau menceraikan aku karna ada wanita lain.
Eliana telah kembali ke luar negara karena pekerjaan nya yang tidak bisa dia tinggalkan terlalu lama. Setelah hakim mengetuk palu dan berakhirlah pernikahan mereka yang telah berajalan selama 2 tahun lebih.
Namun, Eliana tetap ingin mencari bukti jika Yudha telah tergoda oleh wanita lain. Setidaknya dengan begini reputasi seorang Yudha akan hancur dan dia akan menyesal dengan keputusannya telah menceraikan Eliana.
__ADS_1
Bersambung