Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Keributan Setelah Pesta


__ADS_3

Arghh.. kenapa dia tiba tiba datang si.


Hasna sedikit ragu untuk melanjutkan langkahnya saat melihat orang yang dia hindari sedang berjalan mendekat ke arah Anista dan Yudha bersama seorang perempuan cantik dan menawan.


Saat Hasna mau berbalik pergi, namun Anista sudah terlanjur melihat kehadirannya dan memanggilnya.


Akhirnya mau tidak mau Hasna harus kembali pada tujuannya. Menghampiri Anista dan Yudha, jangan lupakan juga pasangan bahagia yang baru datang.


"Apa kabar Nist, Tuan Yudha?" kata Hasna menunduk hormat


Anista langsung memeluknya dengan hangat "Aku baik, kamu bagaimana kabarnya?"


"Na juga baik"


"Dimana adikmu?" Tanya Anista setelah melepaskan pelukannya


"Sedang memberikan kado pada Evan" jelas Hasna


Ya Allah, Na ingin segera pergi dari sini.


Hasna menatap pada Bima yang terlihat acuh dan seolah tidak menganggapnya ada. Seorang wanita cantik terus bergelayut manja di lengannya.


Sudahlah, aku harus bisa melupakan semuanya. Perasaanku ini hadir bukan pada tempatnya.


Anista kembali memeluk Hasna, dia cukup mengerti arti tatapan Hasna. Tapi, dia juga tidak bisa berbuat apa apa karena hati tidak bisa di paksakan.


Anista terus mengelus punggung Hasna mencoba memberikan kekuatan pada gadis penyelamatnya ini.


"Tuan Yudha, Anista aku tidak bisa lama lama. Aku harus bekerja" pamit Hasna


"Loh kok buru buru si, gak mau nginep aja disini?" Kata Anista


Hasna menggeleng "Gak usah, aku pulang duluan ya"


"Kau di antar sama Bima ya" kata Yudha yang dari tadi hanya diam dan tersenyum tipis pada Hasna.


Hasna langsung gelagapan dan menatap ke arah Bima yang juga menatapnya dengan tajam.


"Tidak perlu Tuan, aku akan pulang sendiri. Tidak perlu merepotkan siapapun" kata Hasna


"Sudahlah, biar Bima yang mengantarmu"


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Acara berlangsung dengan lancar, semua tamu telah pulang ke rumah masing masing. Di luar sana masih ada beberapa orang yang sedang membereskan kekacauan setelah pesta berlangsung.


Si Tuan acara hari ini sedang sibuk membuka kado dengan di ganggu oleh adiknya. Isni terus mengawasi keduanya.

__ADS_1


Sementara Anista dan Yudha sedang mengistirahatkan dirinya di sofa ruang tamu. Duduk di sana dengan sang istri yang tiduran di pangkuannya. Tangan Yudha terus mengelus kepala istrinya.


"Mas tadi yang bersama Bima itu siapa?" Tanya Anista


"Siapa?" Tanya Yudha


"Ish.. Itu perempuan cantik yang bersama Bima" jelas Anista karena suaminya masih saja fokus pada ponselnya


"Ohh. Cinta di masa lalunya" jawab Yudha singkat


Anista langsung terbangun dengan cepat membuat Yudha kaget, dia menatap Yudha dengan tatapan tidak percaya sekaligus begitu terkejut.


"Apasi Sayang? Kenapa bangunnya kayak gitu, kalo pusing gimana" omel Yudha pada tingkah istrinya barusan.


"Mas, beneran kalo Bima juga punya cinta masa lalu? Cowok sedingin Bima?" Tanya Anista tidak percaya


Yudha terkekeh lucu melihat ekspresi wajah istrinya "Dia juga manusia Sayang, juga punya perasaan. Ya meskipun dia begitu dingin"


Anista mencebikan bibirnya penuh kecewa "Yah.. Kasihan dong Hasna, cintanya bertepuk sebelah tangan"


Yudha mencubit gemas bibir istrinya itu "Sudahlah, tidak perlu ikut campur urusan orang lain. Kita pikirkan saja hidup kita dan keluarga kita"


Fokus mereka teralihkan dengan suara ribut ribut di luar sana "Mas ada apa itu?"


"Gak tau Sayang, biar aku lihat sebentar" kata Yudha sembari berdiri dari duduknya


"Kamu kenapa malah ikutin aku si, diam aja di dalem" kata Yudha


"Gak mau, pengen lihat ada apa di luar" kata Anista tetap mengikuti langkah suaminya.


"Aku ini Ibunya Safira, itu artinya aku juga majikan kalian"


"Maaf Nyonya, anda tidak di perbolehkan masuk"


"Lepaskan! Aku ingin bertemu anaku, lepaskan. Yudha!! Yudha!! Keluar kamu"


"Nyonya jangan membuat keributan disini! Jangan mengganggu ketenangan Tuan dan Nona kami"


Suara kegaduhan itu semakin terdengar. Yudha dan Anista sudah berada di halaman rumahnya, tempat pesta berlangsung beberapa waktu lalu.


"Ada apa ini?" Tanya Yudha dingin


"Maaf Tuan, Nyonya ini memaksa untuk masuk" kata salah satu pengawal


Pak Danu datang mendekat ke arah Yudha "Saya sudah mencegahnya, Tuan. Dia malah mengamuk dan tetap memaksa masuk"


Anista menatap wanita yang sedang di pegangi tangannya oleh dua pengawal. Dia ingat siapa wanita itu, dia wanita yang pernah dia temui di Cafe waktu itu.

__ADS_1


Mbak El.


Yudha mengangkat tangannya memberi intruksi pada pengawalnya untuk melepaskan Eliana. Dia juga menyuruh Pak Danu untuk kembali pada pekerjaannya.


Eliana merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan akibat pengawal tadi. Dia berjalan dengan elegan ke arah Yudha dan Anista.


"Ada apa?" Tanya Yudha dingin dan datar, bahkan dia memalingkan wajahnya tanpa mau menatap wajah mantan istrinya ini.


"Aku ingin bertemu anak ku" kata Elina santai


Anista hanya diam di belakang Yudha, tidak berani melakukan apapun atau berbicara apapun di situasi genting seperti ini.


"Pergi!"


Satu kata penuh penekanan dari Yudha membuat Eliana terkejut. Dia tidak memperkirakan jika Yudha akan mengusirnya saat dia menggunakan alasan Safira.


Sial. Seandainya Bima ada disini, aku tidak akan perlu turun tangan sendiri menghadapi wanita licik ini.


Ya, Bima pergi mengantar Hasna dan tidak ada disini saat keributan terjadi. Yudha sangat malas berurusan dengan wanita ini.


"Yudha, kau tidak bisa mengusirku begitu. Safira adalah anak ku, anak kandungku dan aku masih berhak atas dia" kata Eliana


Yudha tersenyum sinis "Dia anak ku dan istriku, selamanya akan begitu. Jadi, lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku benar benar bertindak kasar"


Bukannya pergi dari sana, Eliana malah menerobos masuk dan menyenggol Anista dengan sengaja sehingga Anista terjatuh ke atas lantai dengan posisi kaki yang terlipat.


"Awww"


"PENGAWAL!!" teriak Yudha begitu murka, wajahnya merah padam dengan nafas naik turun.


"Bawa wanita ini keluar dan jangan pernah biarkan dia masuk lagi kesini!" perintah Yudha tegas dan tak terbantahkan lagi


Yudha langsung berlutut dan memeriksa keadaan istrinya "Sudah ku bilang diam saja di dalam. Mana yang sakit?"


Eliana masih berontak saat para pengawal menyeretnya keluar dari sana. Dia menatap bagaimana Yudha marah karena dia melukai istrinya dan juga bagaimana perhatian Yudha pada Anista yang belum pernah dia lihat selama menjadi istrinya, dulu.


"Bunuh saja dia, jika masih tidak mau keluar dari sini" kata Yudha tegas


Yudha menggendong Anista dan masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan lagi keributan yang terjadi di halaman rumahnya.


Bersambung


Jangan lupa Like, komen dan kasih hadiah juga.. 🤗


Kelanjutan Hasna dan Bima, nanti ya aku buat terpisah. Yang ini fokus saja sama Yudha dan Anista.


Insya Allah akan aku buat cerita untuk Hasna dan Bima. Tapi, nanti jika novel ini sudah end. aku gak sanggup buat novel on going lebih dari satu. pasti akan terbengkalai salah satunya.

__ADS_1


Semoga kalian tetap mau membaca novel novelku ya.. 🤗


__ADS_2