Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Mulai terungkap


__ADS_3

"Katakan saja apa yang kau lihat tentang kejadia 4 tahun lalu di kamar 302?" Tanya Bima penuh dengan nada intimidasi


Baiklah mungkin sudah saatnya aku bercerita tentang hal yang selama ini selalu menghantuiku dengan rasa bersalah.


Hah...


Hasna menghela nafas berat, mungkin dia memang harus menceritakan nya. Dari pada terus terusan dihantui rasa bersalah karna kejadian yang tidak sengaja dia lihat.


Saat itu.. waktu masih menunjukan pukul 8 malam. Hasna masih membersihkan lantai tiga karna ada perbaikan CCTV yang belum selesai.


Mungkin besok selesai perbaikan CCTV nya. Jadi aku gak perlu lembur lagi buat bersihin lantai tiga ini.


Seorang gadis yang umurnya tidak berbeda jauh dengannya datang dengan membawa pakaian yang sudah di laundry. Ada langganan nya yang menginap di hotel ini yang selalu melaundry pakaian nya pada Laundry yang ada di sebrang hotel ini.


"Kak aku mau anter pakaian untuk orang yang menginap disini. Di kamar 303"


Hasna yang hari ini bekerja lembur masih membersihkan lantai lantai di hotel ini "Oh ya udah kamu antar sendiri saja, tinggal lurus aja"


Gadis itu mengangguk "Terimakasih Kak"


Hasna hanya megangguk lalu melanjutkan kegiatan nya lagi. Punggung gadis itu msih terlihat oleh pandangan nya.


"Aaaaaa"


Teriakan itu sukses membuat Hasna terkejut. Dia melihat pakaian yang tadi di bawa oleh gadis itu berhamburan di lantai tepat di depan pintu kamar dengan nomor 302.


"Tolong... jangan Tuan... Tolong... Tolong..."


Teriakan itu masih terdengar sebelum pintu benar benar tertutup dan Hasna tidak bisa mendengar apapun lagi karna semua kamar di hotel ini kedap suara.


Hasna diam mematung dengan segala fikiran nya. Dia bingung harus berbuat apa saat ini. Apalagi dia juga baru bekerja sekitar 1 bulan yang lalu membuat dia belum terlalu mengenal orang orang yang bekerja disini.


"Na, udah beres di bersihin bagian sini?" Tanya seorang ibu ibu paruh baya, dia adalah kepala cleaning service di sini.


Hasna seolah mendapat angin segar saat mendengar suara dari atasan nya ini. "Bu tolong gadis itu Bu. Kasihan"

__ADS_1


Kepala cleaning service itu mengerutkan keningnya "Gadis mana? Gadis siapa maksud kamu? Emang dia kenapa sampe harus kita tolong?"


"Dia mau anterin baju laundry untuk pengunjung di kamar 303, tapi tadi aku lihat dia di tarik oleh seorang pria ke dalam kamar 302. Dia teriak minta tolong Bu. Aku takut dia di apa apain sama pria itu." jelas Hasna


"Hah. Baiklah aku akan menghubungi manager disini dulu. Apa kau melihat wajah pria itu?"


Hasna menggeleng "Tidak Bu, dia membelakangiku. Hanya terlihat punggungnya saja"


*Ibu kepala cleaning service itu mengangguk lalu dia langsung menelpon manager hotel ini.


"Pak ada seorang gadis yang terjebak oleh seorang pria yang berada di kamar 302*"


"302? Kenapa bisa? Biarkan saja, pria di dalam sana adalah pemilik hotel ini. Dia sedang ada masalah kayanya. Soalnya tadi saya liat dia datang dalam keadaan mabuk, kalo kita menganggu nya maka kita akan kena imbasnya"


"Tap... tapi.. Pak.. Hallo... Pak... Hallo.."


Manager itu langsung menutup sambungan telpon tanpa mendengarkan ucapan si lawan bicaranya.


"Bagaiaman Bu?" Tanya Hasna


"Tapi kan Bu, kita harus menolong gadis itu. Kasihan Bu, apalagi kalo keadaannya sedang mabuk berat" kata Hasna


Ya Allah semoga gadis itu baik baik saja.


"Ayolah kita pulang saja, itu bukan urusan kita"


Hasna sampai menatap tidak percaya pada atasan nya itu "Bukan urusan kita sementara kita melihat dan tahu kalau gadis itu dalam bahaya"


"Aku tidak mau di pecat dari pekerjaanku. Jadi jika kau ingin menolongnya, sanalah. Aku masih ingin bekerja"


Atasan nya itu langsung berlalu pergi meninggalkan Hasna yang sedang kebingungan sendiri. Bagaiamana ini? Apa yang harus aku lakukan?


Hasna mencoba mengetuk pintu itu dan membukanya. Namun sayang semuanya hanya sia sia. Dia tidak bisa melakukan apapun, apalah daya dia hanya seorang cleaning service yang baru bekerja satu bulan di sini.


Hasna menangis di depan kamar 302 itu, dia benar benar merasa bersalah dengan semua ini. Kenapa di saat seperti ini aku tidak bisa berbuat apa apa hanya untuk menolong gadis itu.

__ADS_1


Hasna sampai tertidur dengan posisi duduk di lantai dan bersandar pada tembok di depan kamar nomor 302 itu. Hampir subuh, suara pintu terbuka membuat Hasna terbangun dan segera berdiri.


"Apa yang terjadi? Kamu gak papa'kan? Maaf aku gak bisa nolongin kamu"


Gadis malang dengan pakaian yang sudah robek di sana sini. Tatapan nya kosong, seolah tidak ada lagi kehidupan untuknya.


Hasna segera berlari ke tempat dia menyimpan jaketnya tadi. Setelah mendapatkan jaket itu, Hasna langsung kembali ke tempat tadi dan memakaikan jaketnya pada gadis malang itu.


"Aku anter kamu pulang ya"


Tidak ada jawaba, gadis itu hanya diam membisu. Karna tidak tahu alamat gadis ini, Hasna akhirnya mengantarkan nya ke Laundry tempat gadis ini bekerja.


Itulah terakhir kali Hasna bertemu dengan gadis malang itu. Bahkan dia tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Sejak kejadian itu Hasna selalu di hantui rasa bersalah karna tidak bisa menolong gadis malang itu.


Maafkan aku karna tidak bisa menolongmu.


Hasna ingat jika tadi pagi ada perbaikan CCTV di lantai 3 itu. Tentu semua itu membuat dia semakin merasa bersalah.


Tidak akan ada bukti yang bisa aku berikan untuk membantu gadis itu. Ya Allah Hasna harus gimana. Hiks.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Karna tempat yang sekarang Bima kunjungi untuk menemukan gadis yang bisa membantunya menyelesaikan masalah yang sudah bertahun tahun ini.


Tempat kejadian 4 tahun lalu itu terjadi di kota B. Tentu saja Bima harus menunggu beberapa hari untuk bisa membawa gadis itu ke Ibu kota.


Banyak hal yang perlu dia urus di kota ini. Terlebih untuk kepala OB dan juga manager hotel yang lepas tanggung jawab hanya karna takut di pecat.


Aku akan membereskan semuanya dulu di sini. Bima


Hasna juga bingung harus bagaimana sekarang. Dia bahkan tidak bisa menolak apa yang di perintahkan oleh pria dingin itu.


Aku harus mengurus dulu cuti sekolah adiku. Tidak mungkin aku meninggalkan nya sendiri. Sementara aku juga tidak tahu akan berapa lama di sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2