
Yudha duduk merenung di balkon kamarnya. Angin malam menerpa wajah tampannya. Tidak menghiraukan rasa dingin yang menusuk pori pori kulitnya.
Fikiran nya sangat kacau sekarang, bahkan Yudha tidak lagi keluar dari kamar sejak tadi. Melupakan makan malam nya.
Ceklek
Bima masuk ke dalam kamar Yudha, namun tidak menemukan laki laki itu di mana pun. Bima langsung berjalan menuju pintu balkon yang terbuka. Sudah dapat dipastikan jika Yudha berada di sana.
Bima menghela nafas melihat Yudha sedang duduk melamun di kursi yang ada di balkon. Bima berdiri dengan tangan berpegangan pada pagar pembatas balkon.
Bima kembali menghela nafas "Ada satu hal lagi yang belum kau tahu dan mungkin akan membuat mu semakin terpuruk dalam penyesalan yang mendalam"
Yudha mendongak, menatap Bima yang berdiri membelakangi nya "Apa maksud mu?"
Bima menoleh, berdiri menghadap Yudha dengan satu sikunya bersandar pada pegangan pagar.
"Aku telah menemukan siapa wanita di masa lalumu itu. Kejadian 4 tahun silam" kata Bima
Yudha langsung menatap serius pada asistennya itu "Siapa? Cepat katakan padaku?"
Yudha kembali mengingat masa lalunya itu. Bagaimana dia dengan tidak punya hati merenggut paksa mahkota gadis yang bahkan dia tidak kenal.
Pagi itu Yudha terbangun setelah melewati malam yang begitu panjang. Kepalanya terasa sangat berat, dia memijat pelipisnya. Yudh bangun terduduk dengan sangat spontan begitu dia mengingat apa yang telah terjadi tadi malam.
Melihat seprei putih yang ada bercak darah disana. Yudha yakin jika gadis yang dia gagahi masih suci. Yudha segera turun dan mengambil pakaian nya yang tergeletak di lantai. Memakainya lalu segera keluar dari kamar itu.
Dimana gadis itu? Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan semalam. Semua ini gara gara Nath, aku harus bagaimana sekarang?
Yudha mencari tahu lewat CCTV di hotel ini dan sialnya dia lupa jika di hotelnya ini sedang ada perbaikan CCTV dari kemarin.
Sejak saat itu Yudha selalu mencari informasi tentang gadis yang dia renggut kesucian nya. Namun, Yudha tidak bisa menemukan nya.
Bima juga sangat sulit untuk menemukan nya, mengingat Yudha tidak mengingat wajah si gadis itu sama sekali.
"Siapa? Siapa dia?" Tanya Yudha
Bima menghela nafas berat "Selama ini wanita itu selalu berada di dekatmu, namun kau tidak sadar itu"
Yudha mengerutkan keningnya, bingung "Jangan bertele tele, Bim. Cepat katakan siapa dia?"
"Anista"
__ADS_1
Deg
Dunia Yudha seakan runtuh seketika, apa yang di ucapkan Bima barusan berhasil membuatnya sangat terkejut.
"A...Anista" lirih Yudha seakan tidak percaya
Bima mengangguk "Ya, Anista adalah gadis yang kau per*kosa 4 tahun lalu. Dialah orangnya"
Yudha menggeleng cepat, semua ini terlalu mengejutkan untuknya "Gak ini gak mungkin"
Bima berjalan mendekat ke arah Yudha, menepuk bahunya pelan "Memang sulit untuk menerima kenyataan yang menyakitkan ini. Tapi, aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua"
Yudha menunduk, cairan bening mulai menetes ke pipinya. Isakan kecil mulai terdengar "Aku sudah menyakitinya Bim"
Bima hanya diam, dia tahu saat ini Yudha sedang sangat terpuruk. Yudha mendongakan wajahnya, menatap lekat pada Bima.
"Kenapa? Kenapa Tuhan selalu mengujiku? Apa salahku sampai aku harus melewati hal semenyakitkan ini" kata Yudha penuh keputus asaan
"Tenang, fikirkan apa yang akan kau lakukan setelah ini. Tenangkan fikiranmu, aku yakin kamu pasti bisa melewatinya"
"Anistaku, aku harus mencarinya sekarang. Tadi dia begitu marah padaku, sial kenapa kau tidak memberi tahuku dari awal. Jadi aku tidak akan bicara seperti itu padanya" kesal Yudha
Tahu begini aku tidak akan memberimu nasihat seperti tadi. Ujung ujungnya aku yang kena sasaran. Bima
Sial.. Kenapa mulutku tak bisa di kontrol si
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Yudha di buat kelimpungan mencari Anista, sudah melihat ke kamar Anista juga kamar Safira. Melihat dari barang barang Anista yang masih ada di tempatnya. Yudha tidak berfikir jika Anista pergi meninggalkan rumah ini. Namun, kenyataan nya tidak seperti itu.
"Pak Danu, dimana Anistaku?" Tanya Yudha
"Saya tidak melihatnya Tuan, bukannya setelah pulang dari rumah Ibunya tadi Anista langsung masuk ke kamar Tuan Muda?"
Benar, memang saat itu terakhir kali Pak Danu melihat Anista. Saat Anista pergi keluar, Pak Danu tidak melihatnya.
Yudha menjambak rambutnya, frustasi "Kumpulkan semua pelayan sekarang juga!"
"Baik Tuan"
Tanpa membantah Pak Danu langsung mengumpulkan semua pekerja di rumah ini. Semua pelayan berbaris dan dua orang satpam juga Pak supir.
__ADS_1
Semuanya menunduk takut, melihat wajah dingin dan datar Yudha sungguh membuat mereka ketakutan sendiri.
"Siapa yang melihat Anista?" Tanya Yudha dingin
"Jawab!!"
Yudha menatap tajam semua pekerja di rumahnya ini. Mereka masih diam menunduk karna takut juga gugup melihat tatapan tajam Yudha.
"Sa...saya tadi melihat Anis pergi keluar rumah sambil menangis" jelas salah seorang pelayan yang bertugas di bagian pakaian
Yudha langsung menatap tajam pada satpam, tentu saja mereka pasti tahu jika Anista keluar dari rumah ini. Secara tidak ada jalan lain selain gerbang utama yang di jaga oleh dua orang satpam itu.
"Sa..saya tadi sudah mencegahnya, saya menanyakan Anista akan pergi kemana. Tapi, Anis tidak menjawab dia terus berlari sambil menangis" jelas satpam
Yudha mengusap wajah frustasi "Bima, kita pergi sekarang ke rumah Ibunya"
Bima yang sedari tadi berdiri diam mengamati apa yang di lakukan Yudha langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
Akhirnya mereka pun pergi ke rumah Bu Nina untuk mencari Anista. Di gang jalan menuju rumah Bu Nina, tak sengaja mereka berpapasan dengan sebuah taxi. Karna jalan yang hanya cukup untuk satu mobil saja, Bima mengalah dia menunggu taxi itu keluar dari jalan itu menuju jalan raya.
Bima melajukan kembali mobilnya setelah taxi itu keluar dari jalan tadi. Sesampainya di depan gang kecil yang hanya masuk motor saja.
Bima segera menghentikan mobilnya dan Yudha pun langsung keluar dan berlari menuju rumah Bu Nina.
Tok tok tok
"Bu, Assalamualaikum"
Ceklek
Bu Nina terdiam melihat Yudha berdiri di depan nya "Ada apa Nak Yudha?"
"Anista ada disini Bu? Saya ingin bicara dengan nya" kata Yudha dengan metanya melihat ke dalam rumah, berharap wanita yang di carinya muncul di sana
"Loh, bukannya Anista sudah pulang tadi bersama Nak Yudha? Dia tidak kembali lagi kesini" kata Bu Nina
Deg..
Bersambung
Hari ini cuma dua bab aja ya, nanti di sambung lagi.. Jangan lupa like dan komennya.. kasih votenya juga dong..
__ADS_1
aku jadi semangat kalo kalian terus dukung aku..