Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Bertemu Eliana


__ADS_3

Dan akhirnya disinilah sekarang Anista berada. Di sebuah Cafe yang dia sendiri baru pertama kali datang ke tempat ini. Setelah cukup lama dia mencari cari alamat yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal itu.


Meski merasa canggung dan malu, namun rasa penasaran nya mengalahkan segalanya.


Duduk diam menunggu seseorang yang menghubunginya. Aku merasa ada yang mengganjal dengan semua ini.


"Sudah menunggu lama"


Seorang wanita cantik duduk di kursi depannya dengan sangat anggun. Anista bahkan tidak tahu siapa dia, merasa tidak asing dengan wajah wanita di depannya. Namun, Anista juga tidak yakin.


Siapa wanita ini?


"Kamu pasti bingung ya"


Senyuman tersemat di bibir wanita itu, meski terkesan senyuman meremehkan. Namun, Anista tidak mau berburuk sangka dulu pada orang di depannya.


Wanita itu mengulurkan tangannya "Kenalkan aku Eliana Merlina"


"Anista"


Anista tersenyum dan segera menjabat tangan Eliana. Namun, segera Eliana melepaskan tangannya dan mengusap ngusapkan seolah ada debu atau kotoran yang menempel di tangannya.


"Saya tidak pernah menyangka kalau gadis sepolos kamu ternyata tega menghancurkan rumah tangga orang lain" Eliana memulai pembicaraan nya


Anista terlihat bingung dengan ucapan Eliana barusan "Maksud Teteh?"


Ishh.. apaan dia manggil aku kaya gitu, dasar kampungan.


"Aku adalah istri Yudha Abimana Walton, pria yang kamu pacari saat ini. Saya hanya meninggalkan dia beberapa bulan ini untuk urusan di luar negeri" kata Eliana dengan mimik wajah sedih


Deg


Jantung Anista seolah berhenti berdetak, dia benar benar terkejut dengan fakta ini. Bodohnya selama ini Anista tidak pernah menanyakan soal istri Yudha dan setatus Yudha.


"Tap..tapi saya tidak..."


"Aku tahu kamu hanya jadi korban dari keserakahan suamiku. Dia memang seorang suami yang tidak setia, bahkan dia tega menduakan aku yang sedang berobat di luar negeri" air mata telah mengalir di pipi Eliana.


Terisak begitu pilu, seolah dialah yang paling tersakiti dan menjadi korban disini. Eliana meraih tangan Anista yang berada di atas meja, air mata masih terus berjatuhan di pipinya.

__ADS_1


"Aku mohon Anista, tinggalkan suamiku. Apa kau tidak kasian pada anak kami jika kedua orang tuanya harus berpisah? Sekarang aku sudah sembuh dan tidak akan pulang pergi ke luar negeri lagi. Aku sudah bisa bersama keluargaku" kata Eliana dengan isakan penuh dramatis


Tuhan, apa yang telah terjadi? Kenapa sesakit ini, kenapa harus Nist yang mengalami ini semua. Apa benar Mas Yudha seperti itu?


"Kamu mau'kan meninggalkan Yudha demi aku dan Fira" kata Eliana terus mendesaknya


Anista, kamu tidak boleh egois. Keluarga ini berhak bahagia, apalagi Safira yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya. Jangan sampai nasib Safira akan seperti Evan.


Akhirnya Anista mengangguk dengan air mata yang ikut menetes di pipinya. Aku tidak boleh egois, meski sakit tapi aku juga harus memikirkan perasaan anak mereka.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Anista pulang dengan perasaan dan fikiran yang sangat kacau. Saat masuk ke dalam rumah mewah itu, Anista melihat Yudha sedang bermain dengan anaknya di ruang tengah. Hatinya semakin sakit jika mengingat semuanya.


Yudha menoleh saat menyadari ada kehadiran seseorang disana "Sayang udah pulang"


Anista mengerjap, dia mengangguk pelan "Aku mau mandi dulu"


Yudha merasa aneh dengan tingkah Anista yang berlalu begitu saja tanpa mah menyapanya atau Safira.


"Mungkin dia lelah"


"Ya Allah kenapa sakit sekali, kenapa harus Nist Ya Allah?"


Untuk pertama kalinya merasakan jatuh cinta. Namun Anista sudah harus merasakan kecewa yang sangat dalam. Dunia seolah mempermainkan hidupnya. Anista kembali hancur saat ini, hatinya benar benar terluka.


Anista menangis sesenggukan sambil memeluk lututnya sendiri. Wajahnya dia sembunyikan di atas lutut.


"Hiks.. hiks.. Kenapa Ya Allah, kenapa harus Nist yang berada di posisi ini lagi"


Ingatan nya kembali ke masa itu, kejadian 4 tahun lalu. Dimana dirinya meringkuk seperti ini di pojok kamar kos nya. Menangis terisak, hidupnya telah hancur saat itu juga.


Dan saat ini Anista juga berada di posisi itu. Hatinya hancur, untuk pertama kalinya jatuh cinta. Namun, sayang cintanya harus berakhir kecewa dan hidupnya kembali kacau.


Evan.


Seolah ada bisikan yang menyadarkan nya dari keterpurukan nya. Anista langsung mendongakan wajahnya dan menghapus sisa sisa air matanya.


"Iya, Nist teh harus kuat demi Evan. Nist gak boleh kaya gini. Ya Allah kuatlah Nist seperti dulu Nist yang kuat hingga sampai saat ini"

__ADS_1


Akhirnya Anista berdir dan berjalan menuju kamar mandi. Dia berniat akan menanyakan semuanya pada Yudha. Dia butuh kebenaran nya, dia harus tau apa maksud Yudha menjadikan nya kekasih padahal dia masih mempunyai seorang istri.


Semuanya harus jelas.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


"Sayang Safira sudah tidur nih" Yudha masuk ke dalam kamar Safira dengan Safira dalam gendongan nya.


Kosong, Anista tidak ada di dalam kamar itu. Mungkin masih di ruang ganti.


Yudha menidurkan Safira di tempat tidurnya. Anista keluar dari ruang ganti setelah siap untuk menemui Yudha. Sebenarnya dari tadi dia mendengar teriakan Yudha. Namun, Anista ingin menyiapkan dulu mental dan hatinya.


Yudha menoleh saat mendengar pintu terbuka "Sayang udah mandi ya, seger banget deh"


Tuhan, apa benar apa yang di katakan wanita itu? Tapi lihatlah bagaimana Mas Yudha begitu tulus padaku.


"Ada yang ingin aku bicarakan Mas" kata Anista berlenggang pergi ke kuar kamar Safira


Yudha merasa aneh dan heran dengan sikap Anista yang tiba tiba berubah. Ada apa dengannya?


Yudha pun segera menyusul wanitanya. Anista menunggunya di ruang keluarga, Yudha ikut duduk di sofa samping wanitanya itu.


Perasaanku kenapa jadi cemas begini?


Yudha masih diam menunggu Anista berbicara lebih dulu. Yudha sudah merasa ada yang tidak beres dengan wanitanya ini.


"Siapa Eliana Mas?" Tanya Anista tanpa menoleh ke arah Yudha


Deg


Sudah dari lama Yudha ingin menceritakan tentang Eliana pada Anista. Namun, dia seperti belum menemukan waktu yang tepat. Dan sekarang Anista sudah mengetahuinya, dan masalahnya Anista bukan mengetahui dari dirinya sendiri.


"Benar jika Mas memiliki istri bernama Eliana?" Melihat ekspresi wajah Yudha, Anista semakin yakin jika ucapan wanita itu adalah benar.


Yudha menghela nafas berat, mungkin inilah waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Anista.


"Dua tahun lalu aku menikahi wanita yang di jodohkan oleh Ibuku. Tidak bisa menolak keinginan Mami yang saat itu sedang sakit. Aku menikahinya bukan atas dasar cinta atau suka sama suka. Kita menikah hanya karna perjodohan"


Begitulah Yudha memulai ceritanya, Anista hanya diam mendengarkan setiap kalimat yang Yudha ucapkan. Dia tidak mau menyela karna dia juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2