
"Mas aku mau tanya boleh? Tapi, Mas jangan marah" kata Anista memulai pembicaraan serius
Mereka masih berada di ruang keluarga. Anista masih ingin mengorek tentang kehidupan Yudha.
Yudha mengangguk "Boleh, mau tanya apa?"
"Tapi, janji ya Mas jangan marah atau tersinggung dengan pertanyaan Nist" kata Anista menatap serius pada laki lakinya
"Iya Sayang, aku gak akan marah atau tersinggung. Emang mau tanya apa?" Kata Yudha
"Mas kamu Muslim kan?" Tanya Anista ragu ragu
Yudha mengangguk "Ya aku Muslim, kenapa? Kamu takut kita beda keyakinan gitu?"
"Iya itu salah satunya melihat wajah kamu kaya bule gitu. Kirain kamu Non Muslim" jelas Anista
"Dulu ayah aku emang Non Muslim, dia keturunan luar. Namun, dia menikahi Ibuku dan meninggalkan keluarganya di luar negeri karna tidak setuju saat Ayahku memilih pindah keyakinan demi cinta. Dan yahhh.. pada akhirnya aku tidak tahu gimana keluarga Ayahku" jelas Yudha
Anista mengangguk mengerti "Tapi maaf ya Mas, maaf banget. Bukan nya Nist lancang, tapi kok Nist belum pernah lihat Mas sholat?"
"Oh itu" Yudha terlihat bingung dan malu untuk mengatakan nya "Aku masih bodoh dalam hal itu. Dulu sebelum aku menikah aku selalu menjalankan kewajibanku karna Ibu dan ayahku selalu mengingatkan ku untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai umat Muslim"
"Tapi, setelah aku menikah dan terlalu banyak masalah dalam rumah tanggaku. Bahkan wanita itu tidak pernah mengingatkan ku untuk sholat. Dan akhirnya aku abai dan meninggalkan kewajibanku" jelas Yudha menunduk merasa berdosa dengan apa yang selama ini dia lakukan
Anista mengelus lembut kepala Yudha, dia cukup mengerti kondisi Yudha saat itu. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak berdosa. Termasuk dirinya sendiri.
"Biarlah yang sudah berlalu itu biarkan berlalu. Tapi, mulai sekarang mulailah untuk menjalankan kembali perintah-Nya. Aku juga bukan orang baik Mas, bahkan aku aja belum memakai hijab" kata Anista
"Tapi, kita coba untuk lebih baik lagi bersama sama. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak berdosa, jadi mulailah kembali ke jalan Nya" lanjutnya lagi
__ADS_1
Yudha mengangguk dengan tatapan haru dan kagum pada wanita di depannya. Terimakasih Tuhan, karna telah mengirimkan malaikan untuk hidupku.
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Dua bulan sudah setelah Anista mengetahui semuanya tentang Yudha. Meski masih ada satu hal yang belum dia ketahui. Mungkin memang Yudha belum siap untuk mengatakan nya.
Selama itu pula Bima tengah berusaha mengungkap kebenaran nya. Dia mencari gadis yang baru dia ingat akhir akhir ini. Gadis yang bahkan Bima tidak mengingat nya selama ini.
Bodohnya dia tidak ingat jika gadis inilah yang bisa memudahkan nya untuk memecahkan masalah Yudha 4 tahun lalu. Bima telah mencari bukti pada orang yang mungkin bisa menunjukan kebenaran nya.
Dan baru beberapa bulan yang lalu dia mendapatkan informasi bahwa gadis ini tahu tentang kejadian itu. Seseorang telah memberi tahu nya dan juga foto gadis ini.
Gadis manis dengan tampilan yang sederhana duduk berhadapan dengan pria tampan yang terlihat begitu dingin dan menyeramkan. Tangannya bergetar, dengan saling bertaut.
Siapa pria ini? Kenapa dia mencariku? Bahkan aku tidak mengenalnya.
Hasna, gadis manis berumur 22 tahun yang baru saja pulang bekerja di hotel sebagai ofice girl. Namun dia harus di kejutkan dengan perkataan teman kerjanya.
Hasna yang kebingungan dengan perkataan teman nya barusan langsung keluar karna jam kerjanya sudah selesai.
Hasna tidak merasa punya hutang apapun, kecuali sewa kosan nya yang masih nunggak dua bulan. Tidak mungkin'kan sampai di kejar kejar depcolektor. Fikirnya
Dan disinilah sekarang Hasna berada, duduk berhadapan dengan pria yang bahkan tidak dia ketahui siapa.
Hasna takut Ya Allah. Ini pria sangat menyeramkan.
Bima menatap Hasna dengan tatapan menyelidik. Benar gadis ini yang aku cari.
"Emm. Tuan, sebenarnya ada apa Tuan mencari saya?" Tanya Hasna
__ADS_1
Sudah cukup lama mereka berdiam di tempat ini. Hasna memberanikan diri untuk bertanya karna dia ingin segera tahu maksud pria di depannya mencarinya. Hasna ingin segera bebas dari pria menyeramkan ini.
"Kau ingat kejadian 4 tahun lalu di hotel tempat mu bekerja. Di kamar 302?" Tanya Bima menatap dingin wanita di depannya
Deg
Seolah mendapatkan beban berat di kepalanya. Hasna langsung tegang dengan ingatan yang kembali ke masa itu. Dia bahkan tidak ingin mengingat ngingat lagi kejadian itu. Rasa bersalah selalu menghantuinya selama ini dan itu membuatnya tersiksa.
"Mak..maksud Tuan?" Tanya Hasna
Empat tahun lalu, dia kira tidak akan ada yang tahu soal kejadian itu selain dirinya dan dua orang yang dia pun tidak mengenalnya.
"Tidak perlu berpura pura, aku tahu semuanya. Bahkan aku tahu kau tinggal dimana, kau anak sulung dari dua bersaudara. Ayah, Ibumu meninggal bunuh diri dan kau sekarang menjadi orang tua untuk adikmu." Kata Bima dingin
Hasna bergetar, apa yang di ucapkan oleh pria ini adalah benar. Siapa pria ini? Kenapa dia bisa tahu segalanya tentang kehidupan ku.
"Bahkan aku tahu jika kau sudah nunggak sewa kosan selama dua bulan" lanjut Bima seolah tahu apa yang sedang di fikirkan oleh Hasna
Gila. Siapa pria ini? Apakah dia penguntit sampai tahu segalanya tentangku. Tapi untuk apa dia menguntitku sementara aku saja tidak tahu siapa dia.
"Katakan saja apa yang kau lihat tentang kejadia 4 tahun lalu di kamar 302?" Tanya Bima penuh dengan
nada intimidasi
Baiklah mungkin sudah saatnya aku bercerita tentang hal yang selama ini selalu menghantuiku dengan rasa bersalah.
Bersambung
Aku minta maaf jika ada yang kurang dengan pemahaman aku tentang sholat. jika aku salah dalam hal ini. maaf ya karna aku juga muslim yang masih belajar untuk lebih baik lagi. jadi tolong di maklum. Aku masih belajar memperbaiki diri dan sholat ku. jd mohon di maafkan ya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen nya... 🤗