Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Ulang Tahun Evan


__ADS_3

Halaman depan sudah di hias dengan balon warna warni juga berbagai bunga. Beberapa meja bundar untuk tamu VVIP di sediakan di beberapa tempat. Ada juga kursi kursi yang berjejer untuk teman teman Evan nanti.


Harvanio Walton, terlihat begitu bahagia dengan acara yang di siapkan oleh Ayahnya dan juga Paman nya, Bima. Ini pertama kalinya dia bisa merayakan ulang tahun bersama kedua orang tuanya.


Dia sudah tidak sabar untuk menunggu teman temannya datang. Safira juga sudah cantik dengan gaun yang dia kenakan. Sang pengasuh menjaga kedua kakak beradik ini.


Sementara itu di dalam kamar, pasangan suami istri ini masih terlibat perdebatan yang tidak penting.


"Terus aku harus gimana? Pake baju tidur aja, gitu!" kesal Anista karena dari tadi Yudha terus saja mengomentari penampilannya.


Yudha menatapnya dengan tajam, membuat nyali Anista langsung menciut. Yudha berjalan mendekat ke arah Anista membuatnya ikut memundurkan langkahnya.


"Kau berani memakai baju tidur tipis itu Hah? Di depan banyak orang? Kau mau menggoda siapa?" Tanya Yudha dingin


Dia ini kenapa si, itu'kan cuma karena aku lagi kesal. Lagian Nist juga masih mikir kalo harus pake baju tidur kurang bahan itu di depan banyak orang. Gila kali ya.


"Terus aku harus pake baju yang mana? Dari tadi salah terus" kesal Anista


"Pake yang sopan, panjangnya di bawah lutut. Tangannya harus lengan panjang, tidak, pokoknya jangan terlalu memperlihatkan tubuh indahmu. Berdandan biasa saja, tidak perlu terlalu berlebihan karena aku tidak suka kau terlihat cantik di depan banyak orang"kata Yudha


Gila. Perasaan dari tadi Nist teh pake baju yang sopan dan cukup longgar. Nist juga gak pake make up berlebihan, aku juga sadar diri kalo aku gak bisa dandan.


Ya, Anista memang sudah memakai pakaian yang sopan dan juga berpenampilan biasa saja sejak tadi. Dia hanya memakai bedak dan lipstik dengan warna sedikit terang. Tapi, Yudha malah marah marah tidak jelas melihat penampilan Anista.


Begitulah cinta, orang yang kita cintai akan selalu terlihat cantik dengan apapun yang dia pakai. Karena sejatinya semua wanita memiliki aura kecantikan masing masing.


Tidak harus kurus untuk cantik, tidak juga yang bertubuh berisi selalu di nilai jelek. Karena mereka akan cantik di mata orang yang tepat dengan kelebihan dan kekurangan yang di miliki.


"Ini'kan sudah sopan Sayang, aku juga tidak memakai make up berlebihan" kata Anista merayu dengan kata 'Sayang' seperti biasanya


Yudha menghela nafas "Yaudah, pake itu saja. Tapi ingat, nanti jangan jauh jauh dari aku dan berbicara seperlunya saja dengan rekan kerjaku yang datang"

__ADS_1


"Iya Sayang" kata Anista dengan memaksakan senyumnya. Jawab iya saja dulu.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Akhirnya acara pun di mulai, tamu undangan tidak begitu banyak. Mungkin hanya setengahnya dari tamu yang datang saat acara resepsi pernikahan.


Yudha memang hanya mengundang beberapa relasi kerja yang sudah menikah dan mempunyai anak. Sedangkan yang belum menikah, sengaja Yudha tidak undang karena takut istrinya di goda oleh rekannya yang masih single.


Alasan bodoh memang, namun inilah Yudha saat menyangkut istrinya. Yudha dan Anista sudah berada di depan meja dengan bolu ulang tahun yang bertuliskan nama Hervanio Walton di atasnya dengan lilin angka 4.


Anista berdiri di sisi kiri Evan sambil menggendong Safira dengan Nyonya Varinda yang berdiri di sampingnya. Sementara Yudha berada di sisi kanan Evan dan David berdiri di samping Yudha.


Lagu selamat ulang tahun menggema di sana, suara anak anak teman Evan juga sang MC yang ikut menyanyikan lagu itu untuk Evan dengan tepuk tangan meriah setiap tamu undangan.


Evan meniup lilin ulang tahunnya dengan di dampingi Ayah dan Bundanya. Bahagia.. Semuanya merasakan kebahagiaan. Rumah tangga yang harmonis seperti impian Yudha. Kini dia bisa merasakan apa yang selalu dia harapkan selama ini. Kebahagiaan.


Prok.. prok..


Suara tepuk tangan ikut memeriahkan acara hari ini. Anista membantu Evan untuk memotong kue ulang tahunnya.


Evan menoleh ke arah Yudha, di tangannya sudah berada piring kecil berisi sepotong kue ulang tahun. Bocah itu mendongak menatap wajah Ayahnya.


"Maaf Dad, kue pertama ini Evan gak akan berikan pada Daddy. Potongan pertama ini akan Evan berikan pada Bunda yang selama ini selalu tersenyum buat Evan"


Begitulah yang ingin di ungkapkan Evan pada Ibunya. Usia yang baru 4 tahun, namun Evan sudah bisa berfikir dewasa di bandingkan dengan anak seusianya.


Di paksa mengerti keadaan dan situasi Bundanya saat itu, membuat Evan menjadi anak yang terlihat lebih dewasa di bandingkan dengan anak seusianya.


Yudha mengelus kepala anaknya, dia begitu bangga pada anak laki lakinya ini. Tidak ada sedikitpun keluhan yang keluar dari mulut mungilnya.


Evan selalu ceria didepan keluarganya dan sedikit pendiam untuk berbagai hal. Tidak sering berceloteh layaknya anak anak seusianya. Sifatnya ini begitu mirip dengan Yudha.

__ADS_1


"Berikanlah Nak, kamu harus jadi pelindung buat Bunda selain Daddy. Bahagiakan Bunda dan jangan sampai menyakiti perasaannya seperti yang pernah Daddy lakukan" kata Yudha tersenyum tipis


Evan mengangguk lalu dia berbalik menghadap Ibunya. Mata Anista sudah berkaca kaca saat anaknya menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Bayi mungil yang dulu dia lahirkan, kini sudah sebesar ini. Dia menjadi pribadi yang dewasa dan tertutup untuk anak usia 4 tahun.


"Bunda, terimakasih telah merawat Evan selama ini dan juga selalu tersenyum untuk Evan"


Anista mengangguk sambil tersenyum penuh haru, satu suapan kue Evan berikan pada Bundanya. Wanita yang begitu hebat dalam hidupnya.


Prok...Prok...


Suara tepuk tangan semua orang yang ada disana. Semuanya begitu terharu dengan ucapan bocah laki laki yang baru saja berusia 4 tahun itu.


Kau memang keturunan keluarga Walton, jiwa pemimpinmu telah terpancar. David menatap bahagia pada cucunya itu


Untuk potongan kue kedua barulah Evan memberikannya pada sang Ayah. Semuanya terlihat begitu bahagia dengan pesta ini. Teman teman sekolah Evan juga begitu menikmati sajian makanan di pesta ini.


Di sisi lain seorang gadis sedang menyuruh adiknya untuk maju ke depan. Acara sedang berlangsung untuk penyerahan kado pada Hervanio Walton.


"Cepatlah, Kakak tidak bisa lama lama disini. Kakak masih harus masuk kerja siang ini" kata Hasna


Sebenarnya bukan itu alasan utama Hasna tidak mau terlalu lama berada di pesta ini. Namun, dia sedang menghindari pria yang selalu membuatnya sakit.


Perasaannya yang sulit hilang, tapi harus melihat pemandangan tidak mengenakan saat dia datang ke sini.


"Kamu berikan kadonya pada Evan, dan Kakak akan menemui Kak Anista dulu. Nanti kamu tunggu disini" kata Hasna yang di jawab anggukan oleh adiknya


Hasna berlalu menemui Anista dan Yudha yang sedang menyapa beberapa rekan kerja yang hadir. Dengan ragu ragu Hasna mendekat ke arah mereka.


Arghh... kenapa dia tiba tiba datang si.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga.. 🤗


__ADS_2