Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Perasaan Aneh


__ADS_3

Aneh.. Kenapa coba aku bisa berada di situasi seperti ini. Aku juga tidak mengerti bahasa flm ini.


Selesai makan malam nasi goreng kuning buatan Anista. Yudha mengajak Anista untuk menemaninya untuk nonton di ruangan yang memang baru Ansita ketahui jika ada ruangan yang sama dengan bioskop di rumah ini.


Duduk berdua di atas sofa bed dengan cemilan dan minuman yang sudah di siapkan. Anista malah tidak menikmati flm yang sedang mereka tonton.


Bagaimana bisa mengerti jika flm itu bukan dari flm tanah air, dan parahnya tidak ada subtitel indonesianya.


Sekali lagi Anista melirik ke arah Yudha yang sangat fokus pada layar besar di depannya.


Apa dia mengerti ya??


Anista menghela nafas berat, jujur dia sudah sangat mengantuk. Apalagi saat tadi siang dia menemani Evan bermain seharian. Matanya sudah sangat sulit untuk di ajak menonton.


Lambat laun Anista pun tertidur dan kepalanya terhuyung ke depan. Untung saja Yudha refleks menahannya dan menyandarkan kepala Anista di bahunya. Mengelus rambut gadis itu.


Entahlah apa yang aku lakukan saat ini, namun aku merasa nyaman saat ini. Aku tidak tahu aku kenapa, tapi aku merasa bahagia saat ini.


Mungkin kekosongan hati Yudha mulai terisi oleh gadis polos yang selalu bertingkah lucu. Sejak kejadian embun pagi yang Anista usapkan ke kaki Safira. Yudha mulai melihat bagaimana Anista begitu tulus pada Safira.


Tidak pernah mendapatkan perhatian dari istrinya membuat Yudha tidak pernah merasakan di manjakan istri dan masakan makanan oleh istrinya.


Elusan lembut tangan Anista di kepalanya beberapa jam lalu membuat Yudha terbuai. Yudha merasa mendapat perhatian yang selama ini selalu dia harapkan dari istrinya.


Aku tidak bisa menahan perasaan aneh ini. Aku juga bingung kenapa aku sampai melakukan hal bodoh seperti ini hanya untuk mendapat kenyamanan saja. Mungkin hanya untuk menghilangkan rasa lelahku saja.


Yudha menatap wajah polos yang tertidur itu. Maniss... satu kata yang cocok untuk Anista, gadis ini memang jauh dari kata cantik. Namun, dia terlihat manis dengan kulit putih alami dan wajah yang sama sekali tidak mengenal make up.


Anista mengerjapkan kedua matanya membuat Yudha langsung memalingkan wajahnya yang dari tadi dia terus menatap wajah Anista.


"Ekhem" Yudha berdehem untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba tiba dia rasakan.


Anista langsung menjauh dari Yudha, dia benar benar terkejut saat menyadari jika dia tertidur di bahu Yudha.


Ya ampun kenapa kamu teh ceroboh banget atuh Nist... Sekarang gimana kalau Tuan Yudha marah dan kamu di pecat.. Aduhhh


"Maafkan saya Tuan, ta...tadi sa..saya tidak kuat sekali mengantuk. Maaf" kata Anista dengan kepala menunduk


"Sa...saya mohon jangan pecat saya Tuan, saya sudah terlanjur sayang dengan Nona Safira" kata Anista lagi


Yudha tersenyum tipis "Siapa yang akan memecatmu?"


Anista langsung mendongak dan menatap wajah Yudha yang terlihat datar tanpa ekpresi apapun.


"Beneran Tuan?" Tanya Anista tanpa sadar tersenyum senang


"Hmmm" Yudha hanya mengangguk dan beranjak dari duduknya "Tidur sana, aku sudah tidak mood menonton. Kau telah merusak mood ku"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Yudha langsung keluar dari ruangan itu. Anista menghela nafas lega saat Tuannya sudah keluar duluan. Itu artinya sekarang dia bisa kembali ke kamarnya dan tidur dengan nyenyak.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


Pagi ini Anista masih santai, dia hanya membantu menyiapkan sarapan untuk Tuannya.


"Anis Tuan Muda minta di buatkan sarapan nasi goreng seperti semalam" kata Pak Danu


Huh.. ketagihan juga kan.


"Baik Pak"


Anista pun langsung membuatkan nasi goreng kuning yang di minta oleh Tuannya.


"Hah.. Akhirnya selesai juga" ucapnya sambil menyimpan sepiring nasi goreng kuning dengan telur mata sapi di atasnya.


Tepat pada saat itu Yudha muncul sudah rapi dengan pakaian kantornya.


"Sarapannya sudah siap Tuan, saya sudah membuatkan sarapan yang anda minta" kata Anista dengan senyum manisnya


"Hmmm"


Yudha langsung duduk dan memakan nasi goreng buatan Anista.


Huh. Bilang terimakasih kek.


"Ya" jawab Yudha kembali memasukan suapan nasi goreng ke mulutnya


Sabar Nist, sabar...


"Kalau begitu saya permisi ke belakang dulu Tuan" pamit Anista sudah merasa kesabaran nya di ambang batas


"Mau apa kau ke belakang?" Tanya Yudha datar


"Saya mau sarapan bareng yang lainnya, Tuan"


"Duduk, sarapan disini saja temani saya" kata Yudha dingin namun penuh dengan penekanan.


"Ta..tapi Tuan"


"Duduk!! Saya tidak suka di bantah" kata Yudha


Akhirnya Anista pun menurut, dia mengambil sarapan sewajarnya saja karna dia juga malu jika harus makan banyak saat bersama Tuannya.


"Kamu tuh harusnya bersyukur karna bisa merasakan makan satu meja dengan saya" kata Yudha lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Anista


"Huh.. Lagian aku juga gak minta buat makan satu meja sama Sultan" kesal Anista

__ADS_1


"Tapi gak papalah, lumayan kan bisa rasain makanan enak kaya gini" tambahnya sambil cengengesan sendiri.


Sepasang mata di balik tembok menatap lucu pada Anista yang berbicara sendiri di meja makan.


Dasar gadis anehh, kenapa kau bisa terlihat menggemaskan seperti itu si.


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


"Anista, Anistaaaa"


Tok tok tok


Anista terperanjat kaget saat mendengar teriakan dan ketukan pintu kamarnya saat dia sedang menelpon Bu Nina untuk menanyakan keadaan Evan.


"Sudah dulu ya Bu, nanti Nist telepon lagi"


"Iya Nak, kamu semangat ya kerjanya"


"Pasti Bu, Assalamualaikum"


Setelah mendapat jawaban salam dari Bu Nina, Anista langsung menutup sambungan teleponnya dan segera menyimpannya di saku bajunya.


"Anistaa... Anis..."


Tok tok tok


"Iya, sebentar"


Anista segera membuka pintu kamarnya "Ada apa Teh?"


"Itu Nona Safira sudah di antar oleh Nyonya besar, sekarang Nona cari cari ksmu" jelas pelayan rumah itu


"Ohh, baik Teh Anis segera ke sana. Dimana Nona Safira?"


"Di kamarnya"


Anista pun langsung berlari menuju kamar Safira. Sudah sangat rindu dia pada bocah menggemaskan itu. Rasa sayangnya pada Safira tumbuh begitu saja di hatinya.


Bersambung


**Tadinya si mau up seminggu sekali, tapi aku gak tega sama kalian yang mau membaca Light Of My Life ini.. Meskipun tau si kalo yang baca juga gak banyak. Tapi tak apalah..


Kalo aku sempet aku akan up seminggu 2 atau 3 kali ya.. tergantung sama ide dan kegiatan aku di dunia nyata..


...Salam Manis...


...Nita Puspita...

__ADS_1


...😍🤗🤗**...


__ADS_2