Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)
Anista hanya miliku, Evan adalah anaku!


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam, Evan begitu bersemangat membuka mainan yang di belikan oleh Yudha tadi siang.


Sumintar tersenyum melihat cucunya begitu bahagia dengan mainan mainan yang di belikan oleh Ayah kandungnya.


Anista datang dengan membawa minuman dan makanan khas kampung. Menyimpan nya di karpet lalu dia berdiri lagi ingin pergi ke kamarnya.


"Nist"


Panggilan Yudha berhasil menghentikan langkah Anista. Dia menoleh "Apa?"


Yudha menyodorkan dua paper bag kepada Anista "Ini untuk kamu, di pakai ya"


Anista menatap paper bag itu, hatinya terasa hangat saat mendapat hadiah seperti ini dari Yudha. Tapi, dia masih belum bisa untuk membuka hatinya untuk ayah dari anaknya ini.


"Tidak perlu repot repot Tuan" kata Anista tanpa berniat mengambil paper bag yang di sodorkan oleh Yudha.


"Neng" panggil Sumintar seolah memberi peringatan jika apa yang di lakukan Anista sangatlah tidak sopan.


Anista menghela nafas "Baiklah, terimakasih Tuan"


Yudha tersenyum penuh kemenangan saat Anista akhirnya mengambil dua paper bag yang dia berikan.


"Sama sama. Semoga kamu suka ya" kata Yudha tersenyum


Anista mengangguk saja.


"Kalo begitu saya pamit dulu Bah, Nist" kata Yudha


"Memangnya mau kemana?"


Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Anista sehingga membuat Yudha tersenyum bahagia saat menyadari jika Anistanya tidak ingin dia pergi dari rumahnya.


Ternyata dia masih merindukanku ya...


"Bima telah memesankan penginapan untuk aku. Jadi, mulai malam ini aku akan tinggal di sana untuk sementara waktu. Tidak enak jika terus terusan tinggal disini. Jangan rindu ya" kata Yudha dengan akhir kalimat yang terdengar begitu mengjengkelkan


"Ish.. siapa juga yang rindu? Kenapa tidak langsung pulang ke kota saja. Ngapain masih disini?" Kata Anista sinis


Lagian aku ngapain si pake nanya kaya gitu sama dia. Kan malu atuh...


Yudha tersenyum gemas melihat mimik wajah Anista yang menahan kesal itu "Masih ada yang harus aku perjuangkan disini"


Anista memutar bola mata malas "Ya terserah Tuan"


Sumintar hanya tersenyum melihat perdebatan anak muda di depannya ini. Eneng nya Abah teh sudah jatuh cinta. Sudah tahu yang namanya cinta.

__ADS_1


...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...


"Mau apa kau kesini?" Tanya Yudha dingin


"Lah kamu teh siapa? Kenapa berada di rumah calon istri saya?" Kata Surya menatap heran pada Yudha


Dia teh meni ganteng pisanΒ°. Saya teh seperti pernah melihat wajahnya; mirip siapa gitu.


(Ganteng bangetΒ°)


Yudha mengeraskan rahangnya dengan tatapan semakin tajam pada pria di depannya. Calon istrinya dia bilang? Hmm. Jangan mimpi!!


"Aku ayah kandung Evan" kata Yudha dingin, datar dan penuh dengan penekanan


Surya langsung terbelalak kaget. Pantas saja wajahnya tidak asing. Tapi.... saya teh tidak boleh langsung mempercayainya. Mungkin saja dia bohong.


"Bohong!! Neng Anis teh bilang dia juga tidak tahu siapa ayahnya Evan. Dan kamu!" Surya memicingkan matanya menatap Yudha "Bisa saja kamu teh cuma bohong dan memanfaatkan karna wajah Evan dan kamu mirip"


Yudha tersenyum sinis "Kau sendiri yang bilang jika wajahku dan Evan mirip. Kau pikir kita adalah anak kembar yang terpisah? Tidak mungkin'kan? Aku adalah ayahnya Evan"


Bodoh.. Kenapa saya harus bilang gitu.


"Gak. Neng Anis akan segera menikah dengan saya" kata Surya ngotot


Surya menelan salivnya dengan susah payah, dia tidak cukup berani untuk menandingi Yudha. Apalagi melihat Yudha yang dingin dan datar itu.


"Anista hanya akan menjadi miliku seorang!" Tekan Yudha


Glekk...


Lagi lagi Surya sampai menelan salivnya dengan susah payah "Tap.. tap..tapi.."


"Jauhi dia sebelum aku bertindak kasar padamu" ancaman Yudha benar benar bukan main main semata


"Tidak mau! Saya teh sudah mencintai Neng Anis sejak dulu" kata Surya mencoba menetralkan rasa takutnya pada Yudha


Yudha mengepalkan tangannya dengan penuh emosi. Dia tidak suka saat ada seorang pria yang mengatakan soal cinta pada Anistanya.


"Saya teh siap menjadi Ayah dan suami yang baik untuk Neng Anis juga Ev...."


"DIAM!!!" Bentak Yudha dengan penuh emosi, dia tidak suka mendengar semua ucapan pria di depan nya ini.


Anista hanya miliku, Evan hanya anaku!


Surya sampai terjengkit kaget mendengar bentakan Yudha. Sungguh nyalinya langsung menciut saat ini. Tatapan Yudha begitu menusuk sehingga membuat Surya gemetar.

__ADS_1


Anista muncul di balik pintu rumahnya dengan nafas terengah engah. Dia berlari dari dapur saat mendengar suara teriakan Yudha.


"Ada apasi? A Surya sejak kapan disini?" Tanya Anista


Yudha mendelik tajam saat Anista malah menyapa Surya lebih dulu di banding dirinya. Padahal Anista hanya bertanya bukan menyapa seperti apa yang ada di fikiran Yudha.


Sial.. Aku benar benar tidak bisa menahan nya. Aku cemburu....


Surya tersenyum manis "Aa pengen ketemu sama Evan, Neng. Sudah lama tidak bertemu dengan Evan"


"Ohh. Evan ada kok, lagi main di dalam" kata Anista


"Abah ada?" Tanya Surya


Anista mengangguk "Abah juga ada, hari ini tidak pergi ke sawah"


Yudha semakin mengepalkan tangannya saat Anista malah mengobrol dengan Surya dan tidak memperdulikan keberadaan nya lagi.


"Ekhem"


Anista langsung menoleh saat mendengar suara deheman dari Yudha "Mau apa lagi kesini?"


"Bertemu anaku" kata Yudha dingin dan datar.


Tanpa berkata apapun lagi, Yudha langsung naik ke bale rumah Anista dan masuk ke dalam rumahnya. Dia benar benar sedang di selimuti rasa cemburu dan amarah yang begitu besar saat ini.


"Heh. Kamu teh mau ngapain langsung masuk gitu aja tanpa permisi. Dasar tidak tahu sopan santun" teriak Surya yang sama sekali tidak di perdulikan oleh Yudha.


Anista hanya menghela nafas sambil menatap punggung Yudha yang menghilang di balik pintu rumahnya.


Dia marah ya??


"Sudahlah A, lebih baik A Surya pulang saja. Sekarang teh waktunya tidak tepat untuk menemui Evan" kata Anista


"Tapi Neng...."


"Piliss A, Nist teh gak mau kalo sampe Aa kenapa napa gara gara ayahnya Evan. Dia galak loh A. Bahkan dia bisa saja bunuh orang yang mengganggu hidupnya dan ketenangan nya" kata Anista dengan nada bicara menakut nakuti


Surya menelan salivnya "Yaudah Aa pulang sekarang. Nanti Aa kesini lagi. Assalamualaikum"


Anista hanya mengangguk "Waalaikumsalam"


Bersambung


Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga. Vote nya juga ya... πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2