
Ku lepaskan heels yang menyangga tubuhku selama hampir seharian ini. Lalu aku memijit sebentar kaki ku yang terasa kram dan pegel. Kemudian aku menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.
Tapi di balik rasa lelah ku tersebut ada rasa senang juga. Aku mendengar dari Bang Fauzan bahwa jalan itu juga terhubung ke desa asal ku. Jika jalan itu sudah selesai pembuatan nya dalam beberapa bulan ke depan, maka otomatis akan mudah juga aku pulang ke kota dengan melalui jalan pintas dari desa itu. Karena Bang Fauzan adalah kepala proyek jalan tersebut, itu artinya kami bakal sering bertemu. Aku akan meminta bantuan Bang Fauzan saja untuk pulang kota, batinku.
Selesai mandi dan berpakaian aku langsung menuju ke dapur. Da lagi-lagi hanya itu saja makanan yang tersedia. Apa aku harus tidur dengan perut kosong lagi? Aku mendesah kesal. Ingin rasanya aku kembali saja bekerja di kota.
Sudah beberapa bulan ini aku menahan penderitaan karena tidak berjumpa dengan miss martabak, akhirnya kesampaian juga ketika aku meminta bantuan pada,Bang Fauzan untuk menjemputku dan mengantarku ke kota. Aku tau, pasti Bang Fauzan kerepotan sekali dengan permintaan ku tersebut. Tapi ku kesampingkan saja rasa tidak enak ku terhadapnya demi bisa berjumpa dengan makanan kesukaan.
Bang Fauzan menyewa sebuah penginapan sementara aku bermalam di rumah dinasnya Om Wandy. Aku sayang dengan gajiku jika harus membayar penginapan meski hanya satu malam. Beberapa bulan gajiku hampir utuh karena di sana aku hampir tidak pernah jajan sebab tidak ada penjual makanan seperti di kota.
"Bagaimana pekerjaan mu?" Om Wandy bertanya padaku sambil kami menikmati beberapa makanan yang aku beli.
"Kerjanya lancar, gajinya juga. Tapi kadang agak ekstrim kalau lagi dapat tugas ke lapangan," jawabku.
"Bagus lah. Oiya, jangan lupa untuk menghubungi Kak Laras, dia selalu menanyakan kabarmu."
"Oh iya, Om. Aku juga kangen sama Kak Laras."
"Bagaimana sama, Ardi?"
"Uhukk uhukk...!"
"Ada apa? Jangan bilang kamu udah punya yang baru?" Celoteh Om Wandy.
"Mana mungkin, aku sama Kak Ardi udah satu hati dua jiwa. Kalau sama Kak Ardi itu bukan kangen lagi, tapi kangen bangett...!" Jawabku.
Om Wandy melotot ke arahku dan aku pun langsung tertawa.
"Dasar, cewek bar-bar centil!" Kata Om Wandy seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Wee..., biarain!"
"Om tidur di sofa aja, yaa...? Karena aku mau tidur di kamar!" Teriak ku.
Tidak lama Om Wandy keluar dari kamar membawa bantal dan selimutnya.
Aku menghampiri Om Wandy di sofa itu. "Om, sebelum pulang besok aku traktir ya. Kita jalan-jalan dulu," ajak ku.
"Boleh, tapi kamu pulang nya jam berapa besok?"
"Ya, setelah kita jalan-jalan."
__ADS_1
"Kamu carter taksi dari sini?" Om Wandy langsung merubah posisnya dari rebahan langsung duduk bersandar.
"Nggak. Kan ada teman Anita yang antar jemput."
"Teman?
"Iya," jawabku sambil mengangguk.
"An, setau Om jarak perusahaan kamu itu kan jauh banget. Apa kamu nggak salah minta antar jemput sama teman kamu itu?"
"Dia nggak keberatan, kok. Buktinya dia mau aja, tuh. Sekarang dia ada di penginapan di dekat sini," jelasku.
"Tapi kamu yang bayarin penginapan nya, kan?"
"Nggak, lah. Enak aja."
"Astaga, Anita...! Seharusnya kamu tau diri, udah di bantu malah bikin orang ngeluarin duit! Dosa apa, Om mu ini punya keponakan kayak kamu?"
"Dosa, karena Om sampe sekarang nggak nikah-nikah," jawabku sambil berlalu ingin menuju kamar untuk beristirahat.
"Ckckck...."
Di kamar aku langsung menghubungi Kak Laras dan hampir satu jam kami mengobrol. Setelah itu aku pamit padanya untuk menelpon Kak Ardi.
"Jangan di pikirkan, lagian Abang senang bisa bantu Anita pulang. Setidaknya Abang bisa tau tempat kamu di sini kota ini."
"Jangan, Bang. Aku akan tetap bayarin semuanya." Aku pun bersikeras.
"Udah, jangan di permasalahkan, atau Abang nggak akan mau bantu kamu lagi."
"Iya, Bang. Maaf kalau aku jadi ngerepotin Abang. Terimakasih atas bantuannya."
"Sama-sama. Kamu lagi apa sekarang?"
"Oh, aku sekarang mau istirahat dulu. Sampai jumpa besok ya, Bang."
"Ok, selamat beristirahat Anita."
Setelah mengakhiri obrolan dengan Bang Fauzan aku berniat untuk menghubungi Kak Ardi kembali. Aku kaget ada banyak pesan yang masuk dari Kak Ardi. Belum semua pesan darinya ku baca, Kak Ardi menelpon ku.
"Kak, apa kabar?" Tanya ku langsung.
__ADS_1
"Aku baik. Kamu bagaimana? Kenapa lama sekali baru menghubungi aku? Kamu juga nggak nunggu jawaban dari aku dulu sebelum pergi." Kak Ardi langsung memberondongku dengan banyak pertanyaan.
"Maaf. Waktu itu aku buru-buru sekali."
"Sekarang kamu di mana?"
"Aku menginap di tempat Om Wandy. Dan besok aku akan kembali lagi."
Tidak ku dengar jawaban Kak Ardi. Mungkin ia kecewa karena aku hanya memiliki waktu sedikit untuk menghubunginya. Aku pun juga diam saja tidak tau harus berbicara apa.
Sampai akhirnya suara Kak Ardi terdengar kembali.
"Jam berapa besok kembali ke tempat kerja kamu?"
"Mungkin agak siang. Karena besok aku mau jalan-jalan dulu sama Om Wandy," jawabku.
"Oh, baiklah. Aku mau istirahat dulu. Sampai jumpa besok. Aku menyayangimu." Kemudian Kak Ardi langsung memutuskan panggilan itu.
"Kak!?"
Aku masih ingin bicara...
Pagi nya aku bangun dan sarapan bersama Om Wandy.
"Lain kali jangan semaunya pada orang yang sudah bersedia membantu." Om Wandy masih saja membahas masalah tadi malam.
"Iya, Anita juga udah minta maaf dan bersedia membayar biaya penginapan nya, tapi dia menolak. Gimana, dong?" Sambil aku memasukan potongan-ptongan kue ke mulutku.
Ada banyak jenis kue yang tersedia di meja pagi itu. Sepertinya Om Wandy sengaja membelinya untuk ku.
"Kamu itu bukan anak kecil lagi, dewasa lah. Harusnya hal semacam itu bisa kamu pahami." Om Wandy menasihatiku pagi itu. Aku mendengarkan sambil mencicipi setiap kua yang ada di hadapanku.
"Tolong kamu bangunkan Ardi yang sedang tidur di dalam mobilnya, ajak untuk sarapan. Dia pasti lelah dan lapar karena harus mengemudi dari malam sampai subuh." Sambil Om Wandy beranjak dari kursinya.
"Hah!?" Aku kaget dan langsung pergi ke luar untuk membuktikan ucapan Om Wandy.
Ku lihat mobil Kak Ardi sedang terparkir di depan rumah. Aku pun langsung mendekati mobil Kak Ardi dan mengetuk kaca mobilnya.
-
-
__ADS_1
-
...Tbc...