Maaf, Jika Ku Mendua

Maaf, Jika Ku Mendua
Pernikahan Spektakuler


__ADS_3

Persiapan pesta pernikahan Adit dan Neneng yang merupakan anak dari juragan tanah yang terkenal karena kekayaan dan memiliki banyak tanah dan sawah yang tersebar di seluruh kampung itu sedang di laksanakan.


berbagai hiburan pun sudah di siapkan untuk memeriahkan pernikahan termewah di kampung itu yang akan di laksanakan selama tujuh hari tujuh malam secara berturut turut.


Gosip yang beredar di kampung, pernikahan mereka di percepat karena Neneng di ketahui hamil, sehingga haji Juned dan Esih kompak untuk mempercepat acara pernikahan mereka, sebelum perut Neneng semakin membuncit dan orang satu kampung menggunjingkan mereka, padahal gosip tentang Neneng hamil di luar nikah atas perbuatan nya dengan Adit itu sudah gencar tersiar se antero penjuru desa, hanya saja orang orang sungkan dan takut membicarakannya secara terang terangan karena mata pencaharian mereka sebagian besar bergantung pada Haji Juned yang merupakan juragan bagi sebagian besar penduduk desa itu.


Inayah yang memang sengaja sudah pulang kampung sehari sebelum acara pernikahan mantan suaminya itu menemani Titin ke kebun untuk memetik cabe yang siap di panen.


"Wah ada ibu direktur ikut panen cabe di sini, apa gak takut tangannya keseleo atau kotor karena memetik cabe ? Apa perusahaan dan uang pemberian bos mu kurang ? Atau bos tua kaya raya yang menjadikan mu simpanan itu sudah bosan, dan kamu sekarang di buang ?!" sindir Esih yang sedang memandori para pekerja karena kebun cabe yang luas itu milik calon besannya dan dia ingin semua para pekerja juga menghormatinya yang tinggal menunggu hitungan jam saja akan menjadi bagian dari keluarga Haji Juned.


"Eh, ada mantan ibu mertua,,, udah mau jadi besan juragan masih ke kebun aja, nih ?! Padahal besok harus berdiri di podium mendampingi pengantin, gak luluran aja atau maskeran di rumah, biar kulitnya gak kusam kaya gitu !" ucap Inayah sambil menunjuk ke arah Esih yang wajahnya langsung berubah menjadi merah padam karena beberapa pekerja menertawakan nya walaupun dengan cara sembunyi sembunyi dan beberapa menahan tawanya.


"Apa yang kalian tertawa kan ? Kalian ingin ku pecat ! Dan kau jallanng tak tau diri, mulai saat ini kau dan ibu mu tak aku ijinkan untuk bekerja di semua kebun milik besan ku,!" kesal Esih merasa harga dirinya di injak Injak Inayah yang semakin berani melawannya di depan para pekerja yang dia anggap status nya lebih rendah dari dirinya.


"Ayo mak, kita pulang, di sini panas sekali, lagi pula, aku harus luluran dan maskeran supaya besok saat menghadiri acara pernikahan anak nya bu mandor Esih aku sudah tampil cantik," ajak Inayah pada Titin.


"Nak, jangan mencari masalah !" kat Titin mengingatkan anak satu satunya itu.


"Dia yang memulai duluan !" ucap Inayah.


"Hey, ku peringatkan pada mu, ajari anak mu sopan santun !" ucap Esih pada Titin.


"Emak ku selalu mengajari sopan santun, karena jika tidak,,, aku sudah menampar mulut anda yang busuk itu !" ucap Inayah, dia paling tidak terima kalau ibunya yang di intimidasi.


"Lancang sekali kau ! Mentang mentang sudah jadi direktur perusahaan, itu pun hasil menjual diri pada laki laki tua yang merupakan bos mu itu, kan ?" tuduh Esih sengaja menjatuhkan harga diri Inayah.


"Lalu anda ibu macam apa yang menjual anak lelakinya pada anak juragan tanah agar bisa mendapatkan kekayaan instan,!" balas Inayah,


"Jangan anggap kami tidak tahu, bahkan anak anda sudah menghamili Neneng, makanya pernikahannya di percepat !" timpal Inayah seakan tak ada puasnya mempermalukan Esih yang sejak dulu selalu menindasnya itu.


"Kenapa, kau cemburu, hah ? Kau iri kan, aku bisa mengandung anak dari kang Adit, sementara kau tidak ?" teriak Neneng yang tiba tiba datang untuk membela calon ibu mertuanya.

__ADS_1


"Aku justru bersukur karena tak mempunyai anak dari calon suami mu itu, jujur saja aku kasian pada mu yang hanya di bodohi Adit dan keluarganya !" ucap Inayah sambil tersenyum miring.


"Bilang saja kalau kau iri pada ku dan kau masih belum rela melepaskan kang Adit !" tuduh Neneng sambil menunjuk nunjuk ke arah Inayah.


"Nak, cukup ! Ayo pulang !" Titin menarik paksa tangan anak perempuan nya itu, dia tak ingin perseteruan Anak nya dengan Esih dan juga Neneng itu semakin memanas dan di tonton banyak orang di kebun.


Ianayah mengikuti langkah ibunya dengan patuh, dia merasa belum saat nya membongkar semua kartu kebusukan Adit dan keluarganya itu, cukup untuk hari ini, pikir Inayah, anggap saja tadi itu hanya pemanasan.


***


Pernikahan termewah sepanjang abad di desa itu akhirnya di laksanakan juga, perhelatan mewah itu di hadiri para pejabat desa dan seluruh warga desa, bahkan warga kampung sebelah ikut menghadiri pesta pernikahan anak sang juragan tanah itu.


Ijab kabul di ucapkan dengan lantang dan lancar oleh Adit di depan penghulu dan para saksi.


Sebuah layar besar yang tadinya di peruntukan memutar film layar tancap nanti malam sebagai salah satu acara hiburan pesta pernikahan tiba tiba menampilkan gambar yang berisi video adegan dewasa yang di perankan oleh Adit dan Tania yang terjadi di lorong kantor perusahaan milik Beni.


Semua orang langsung riuh dan mengalihkan pandangan nya ke arah layar putih besar yang di pasang di halaman balai desa, para tamu dan penduduk desa berbondong bondong mendekati kain lebar yang menjuntai itu, memastikan bahwa pria pemeran adegan tak senonoh itu adalah Adit.


"Hentikan ! Siapa yang berani melakukan ini semua ? Ini semua fitnah !" Esih berteriak membubarkan ratusan orang yang berkerumun di sekitar halaman balai desa itu.


"Wohoo,,, itu hanya cuplikan saja, mantan ibu mertua,! Aku punya video versi lengkapnya di sini !" ucap Inayah seraya mengacungkan ponsel dalam genggaman tangan nya.


"Kau ! Kau sengaja melakukan ini semua ?" pekik Adit geram,


"Tentu saja, aku sengaja melakukan ini semua karena selama ini kau dan keluarga mu selalu menghina dan merendahkan ku di hadapan banyak orang, kini saat nya semua orang tau siapa yang sebenarnya manusia hina dan rendah itu !" geram Inayah menatap Esih, Adit dan Yeni secara bergantian.


"Kau, dasar tukang fitnah, wanita dalam vidio itu pasti orang bayaran mu yang sengaja di suruh untuk menghoda anak ku dan menjatuhkannya seperti sekarang ini, dasar licik !" pekik Esih dengan wajah yang merah menyala, dan mata yang ber api api.


"Apa benar begitu kenyataannya mantan suami ku ? Apa kau punya nyali untuk berkata yang sesungguh nya ?" Inayah tersenyum iblis dan menoleh ke arah Adit yang tiba tiba kebingungan harus menjawab apa, karena kini Neneng yang belum genap satu jam di nikahinya itu juga menatap nya menanti kejujuran Adit.


Belum lagi mertuanya yang merupakan orang yang paling berpengaruh di desanya itu menatapnya dengan pandangan membunuh dari kejauhan,membuat nyali Adit seketika ciut.

__ADS_1


"I- itu semua bohong, itu fitnah, itu rekayasa wanita gila ini saja !" tuduh Adit pada Inayah.


"Kau memang wanita biadab, kau menghalal kan segala cara hanya demi menghancurkan pernikahan kami, kau bisa ku lapor kan ke polisi atas tindakan mu ini !" ancam Neneng.


"Iya benar, laporkan saja wanita gila ini pada polisi biar dia mendekam di penjara !" timpal Yeni tak ingin ketinggalan.


"Neneng, gunakan kekuasaan ayah mu, buat dia mendekam di penjara seumur hidupnya, dia sudah keterlaluan, jika tidak, dia akan selalu mencoba untuk menghancurkan rumah tanggamu !" ucap Esih merayu menantu bodohnya itu.


"Tenang saja bu, kalau hanya menjebloskan wanita ini ke penjara, itu hal yang mudah buat ayah ku, anak buah ayah ku bahkan bisa melenyapkan nyawa wanita ini tanpa ada seorang pun yang dapat menemukan mayatnya !" kata Neneng setengah menakut nakuti Inayah.


"Bicaralah semau kalian, bela diri kalian selagi bisa, sebelum kalian semua kehilangan wajah di hadapan semua warga desa !" ucap Inayah masih dengan nada tenang.


"Hentikan semua kegilaan mu, sebelum terlambat. Karena aku tak akan membiarkan siapa pun memfitnah ku dan keluarga ku, atau kau akan tau akibat nya !" ancam Adit tak ingin dirinya semakin terpojok.


"Apa yang akan kau lakukan pada calon istri ku ?" tanya Beni yang tiba tiba muncul dengan gagah nya bak pangeran berkuda putih yang hendak menyelamatkan sang ratu dari para penyihir jahat.


"Pak Beni ?" pekik Adit tertahan.


"Apa, calon istri ?!" Esih ternganga karena melihat ketampanan Beni yang mengalahkan ketampanan anak nya.


"Kenapa ? Kaget mengetahui kalau calon suami ku ini tampan dan masih muda ?" ucap Inayah.


"Dit, apa laki laki ini Beni yang kamu bilang bos mu itu ?" bisik Esih pada Adit.


"Bos mu yang berpacaran dengan si Inayah ?" tanya nya lagi masih berbisik.


Adit menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Katanya dia bos mu kenapa dia masih muda dan gagah juga tampan !"


"Aku tak pernah bilang dia tua, dan jelek, kenapa ibu menyimpulkan seperti itu ?" ucap Adit

__ADS_1


"Karena setahu ibu, bos itu biasanya sudah tua," Esih ngeles karena sudah terlanjur malu berkoar koar kalau Inayah adalah simpanan seorang bos yang sudah tua di Jakarta, tapi pada kenyataan nya bos nya itu masih muda dan tampan.


__ADS_2