Maaf, Jika Ku Mendua

Maaf, Jika Ku Mendua
Monik


__ADS_3

Flash back,


Hati Wiliam hancur se hancur hancurnya mengetahui Tania sang pujaan hati bermain api di belakangnya, Tania yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMU dan Wiliam sudah masuk universitas itu, memang tak bisa intens bertemu seperti saat mereka masih di satu sekolahan yang sama, mungkin karena itu juga,Tania mempunyai banyak kesempatan untuk berselingkuh dengan teman satu sekolahan nya.


Sore itu Wiliam datang ke rumah Tania, setelah dua minggu lamanya dia tak bertemu kekasihnya itu, karena dia baru saja mengikuti acara seminar kampus di luar kota. Suasana rumah sepi seperti biasanya, karena Meli sang ibu yang seorang single parent biasanya masih di kantor untuk bekerja,dan malam hari baru akan pulang.


Wiliam mencari keberadaan kekasih yang di rindukannya itu di setiap ruangan, namun dia tak menemukannya.


Wiliam memang sudah terbiasa dengan situasi seperti itu di rumah Tania, namun meski begitu mereka tak pernah melakukan hal hal yang di luar batas norma, paling sekedar mencuri ciuman sekilas.


Namun, saat Wiliam di depan pintu kamar Tania, dan hendak memeriksa keberadaan kekasihnya di kamar itu, terdengar suara er rangan dan des ahan dari balik pintu yang tak tertutup sepenuhnya itu, terlihat dari pantulan cermin besar yang menghadap ranjang milik Tania itu, sang kekasih sedang bergumul panas dengan seorang laki laki yang dia sendiri tak tau siapa dia, mereka berdua bergulat di atas ranjang tanpa berbusana, terlihat mereka sudah lihai dalam permainan itu, bisa di pastikan kalau itu bukan hal yang pertama yang mereka lakukan.


Wiliam memalingkan wajahnya, dadanya terasa seperti tertimpa ribuan ton beban yang menghimpit dan membuatnya sesak, sakit dan sedikit ngilu bercampur perih.


Wiliam memilih meninggalkan rumah itu,


saat dia hendak keluar dari pintu utama, tiba tiba,


"Auwh !" suara ringisan seorang gadis terdengar dekat di telinganya, dan tak jauh dari sana terlihat gadis berkulit putih, bermata sipit dengan wajah khas oriental sedang terduduk di lantai.


"Sorry !" Kaget Wiliam langsung mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu bangun dari duduknya.


"Ah, gak apa apa, aku juga ngelamun tadi, kak !" ucapnya.


"Kamu, siapa ?" tanya Wiliam merasa asing dengan wajah yang sepertinya tak pernah dia lihat di rumah itu.


"Aku Monik, temannya Tania,!" jawab gadis bernama Monik itu.


"Jangan bilang apa apa pada Tania tentang kedatangan ku ke sini hari ini !" ucap Wiliam sambil berlalu pergi.


Monik yang memang pendiam dan tak pernah banyak bicara itu hanya mengangguk patuh.


Ibunya Monik dan ibunya Tania berteman baik, kebetulan mereka juga mempunyai anak perempuan yang seumuran dan di satu sekolah yang sama, namun lain halnya dengan Tania yang terkenal di sekolah, Monik justru sebaliknya, dia cenderung pendiam dan tertutup, dia juga jarang bergaul dengan siapa pun, meski hampir tidak pernah main bareng di sekolah, tapi mereka kenal baik jika kebetulan bertemu di suatu acara.

__ADS_1


Monik mempunyai seorang kakak laki laki yang sekolah dan bekerja di luar negeri, ayahnya sudah lama meninggal dunia, sedangkan ibunya sibuk menjalankan bisnis peninggalan ayah nya.


Karena ingin melebarkan usahanya ke luar negri, ibunya berniat mengajak Monik untuk pindah sekolah di sana, agar berkumpul dengan kakak laki laki nya, namun Monik menolak dengan alasan sekolahnya tinggal satu semester lagi lulus, dan setelah itu dia baru akan menyusul ibu dan kakaknya untuk pindah ke sana.


Karena merasa hawatir meninggalkan putrinya sendirian, ibunya menitipkan Monik pada Meli sang sahabat yang dia percaya, jadi selama enam bulan ke depan Monik akan tinggal di rumah Tania.


Wiliam tak pernah mengenal Monik, meski dulu gadis itu merupakan adik kelas nya saat duduk di bangku SMU, mungkin karena saking tidak terkenal dan pendiam nya Momik.


Dua minggu tinggal di rumah Meli, Monik jadi lebih akrab dengan Tania, dalam waktu yang cepat mereka bersahabat dekat.


Tiga hari setelah kejadian itu, Wiliam datang kembali ke rumah Tania, namun di rumah itu hanya ada Monik yang sedang membaca buku di teras belakang.


"Eh, kakak mengejutkan ku !" kaget Monik saat mengangkat wajahnya karena merasa ada seseorang yang memperhatikannya.


Benar saja, Wiliam kini sedang berdiri di ambang pintu dengan pandangan yang tak lepas dari Monik yang merasa risih akibat terus di tatap Wiliam dengan Intens tanpa berkata sepatah kata pun.


"Ta- Tania sedang tidak di rumah, dia tadi keluar," ucap Monik ter gagap.


"Aku tau, dia pergi dengan laki laki yang tempo hari tidur dengan nya, kan ?" ucap Wiliam yang memang tadi melihat Tania pergi berboncengan dengan laki laki yang tidur dengannya saat itu.


Wiliam menunggu Tania di kamar milik pacarnya itu yang bersebelahan dengan kamar yang di tempati Monik.


Saat Wiliam mendudukan dirinya di tepi ranjang milik kekasihnya itu, bayangan kegiatan panas Tania dengan laki laki asing itu tempo hari, begitu jelas terbayang di pelupuk matanya, seketika hatinya meendidih, dan sisi iblis di dalam hatinya menggeliat, tiba tiba dia ingin membalas perbuatan Tania yang sudah menghianati dirinya di depan mata nya sendiri.


Wiliam keluar dari kamar itu dan membuka pintu kamar Monik yang terletak di sebelah kamar Tania, restu setan berpihak padanya, pintu itu tidak di kunci, ketika Wiliam memutar gagang pintu dan mendorongnya dengan pelan, nampak terlihat Monik yang tertidur dengan buku yang masih berada di genggamannya.


Sepertinya gadis lugu dan pendiam itu tertidur di tengah kegiatannya membaca buku.


Lama Wiliam memandangi wajah polos Monik yang terlelap, sampai akhirnya Monik menggeliat dan menyingkap rok yang di pakainya, paha putih dan mulus Monik yang kini terhidang di depan matanya menyalurkan gelenyar aneh di setiap urat saraf Wiliam.


Wiliam menutup pintu kamar itu dan memutar kunci nya dari dalam.


Selangkah demi selangkah Wiliam mendekati tubuh molek itu, dia memberanikan diri mengangkat tangan kanan nya dan meraba paha Monik yang terbuka, rasanya lembut, dan nyaman, sampai Monik tersentak dan terbangun seketika saat menyadari Wiliam sudah ada di kamarnya dan tangan laki laki itu sedang bergerak nakal menggerayangi dan meraba raba paha bagian dalamnya.

__ADS_1


Wiliam langsung membekap mulut gadis yang terlihat ketakutan dengan wajah yang memucat dan mata yang berkaca kaca itu, seolah memohon kepada kekasih sahabatnya itu untuk melepaskan dirinya.


Namun sayangnya otak Wiliam sudah di penuhi bisikan setan, gairahnya memuncak saat melihat Monik terus meronta, menggeliat agar terlepas dari kungkungan Wiliam yang tubuhnya dua kali lipat lebih besar di banding diri nya.


"Diam, atau aku akan menyebarkan video mu yang tadi sedang tertidur dengan paha yang tetbuka !" ancam Wiliam dengan omong kosong nya, karena sejatinya dia tak pernah mengambil video apa pun.


Air mata mengalir dari sudut mata Monik dengan deras nya, sungguh dia merasa sangat ketakutan dan tak kuasa melawan nap su iblis Wiliam.


Sebelah tangan Wiliam mengerayang ke balik kaos Monik, sebelah lagi menari di balik rok Monik yang sejak tadi tersingkap, sementara bibir nya sibuk menyumpal mulut wanita yang terlihat menyedihkan dan tak berdaya itu.


"Awww ! Apa kau ingin bermain kasar, sayang !?" pekik Wiliam saat Monik menggigit bibir Wiliam sampai berdarah.


Namun lagi lagi, hal itu malah semakin membuat gairahnya naik hingga ke ubun ubun, dengan kasar Wiliam merobek kain penutup bagian inti Monik, dia juga membuang kaos dan penutup dada Monik,


"Tolong, jangan lakukan ini, tolong !" ucap Monik dalam isak tangis ketakutannya.


Wiliam membuka ikat pinggangnya dan dia gunakan untuk mengikat kedua tangan Monik ke atas kepalanya, isi celana Wiliam semakin sesak dan meronta ingin keluar dari sarangnya saat melihat dada Monik yang menantang akibat kedua tangannya yang terikat ke atas.


"Uhhh,,,, you're so hot, baby !" geram Wiliam sambil menelusuri dada Monik dengan ujung jari telunjuknya, dia juga bermain main di choco chip yang berwarna coklat muda bersemu pink dan masih terlihat sedikit rata karena belum terjamah, membuat wanita itu merasa tersiksa atas rasa yang baru pernah dia rasakan seumur hidupnya, darah Monik terkadang berdesir ketika Wiliam menyentuh titik titik tertentu di tubuh nya, apa lagi saat Wiliam memijat lembut dua benda di dada nya itu.


Wiliam tersenyum miring saat meraba bagian bawah Monik yang masih memakai rok tapi tapi sudah tak memakai kain penutup dalam karena sudah di koyak dan di buang Wiliam sebelum nya.


Tangan Wiliam menyusuri paha bagian dalam Monik dan semakin naik ke daerah rimbun yang lembab.


"Cih, bahkan kau sudah basah seperti ini, tapi kau masih tak mau mengakui kalau menikmati sentuhan ku ?" ucap Wiliam sambil terus memainkan daerah rimbun itu dengan jari tangannya.


"Memohon lah pada ku, dan sumpalan mulut mu akan ku buka, ayo kita melakukan hal yang sama dengan yang jallang itu lakukan di belakang ku !" geram Wiliam seraya melucuti celana nya dan mulai menaiki tubuh putih mulus Monik, wanita itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil terus menangis.


Tanpa rasa kasihan dan tanpa ampun, Wiliam langsung memasukkan pusakanya dalam sekali hentakan, dan tentu saja itu sangat menyakitkan bagi Monik, wanita itu memejamkan matanya menahan sakit yang teramat sangat di bagian intinya saat di terobos paksa oleh Wiliam.


Hancur sudah rasanya dunia Monik, dia tak punya apa apa lagi untuk di banggakan sebagai wanita, mahkotanya sudah di renggut paksa oleh laki laki bajingan seperti Wiliam.


"Terima kasih sayang, kau luar biasa, kita bisa mengulanginya lain hari, sekarang aku harus pulang !" ucap Wiliam sambil memakai kembali pakaiannya, tak ada sedikit pun rasa iba pada Monik yang sudah dia jadikan pelampisan dendam dan amarah nya karena Tania.

__ADS_1


"Apa salah ku ? Kenapa harus aku ? Kau bisa melakukannya dengan Tania !" isak tangis Monik masih tak ada habis nya.


"Tak ada yang salah pada mu, aku hanya ingin melakukannya pada wanita bersegel seperti mu, dan aku bersumpah tak akan pernah melakukannya dengan jallanng itu, meski dia memohon dan menanggalkan seluruh busana nya di hadapan ku !" Wiliam memicingkan matanya geram.


__ADS_2