Maaf, Jika Ku Mendua

Maaf, Jika Ku Mendua
Amukan Srigala Betina


__ADS_3

Habis habisan David menjadi sasaran kemarahan Inayah yang sebenarnya merasa sangat marah plus kecewa pada suaminya itu, meski sebenarnya rasa hawatir pada keadaan Beni lebih besar dari rasa apapun yang dia rasakan di dalam hatinya.


"Kak, ampun kak ! Aku benar benar sudah melarang koko untuk pergi, tapi---" David benar benar kehabisan kata kata, pikirannya terbagi, satu sisi harus menjelaskan semuanya dan menenangkan Inayah, namun di sisi lain dia sendiri belum bisa merasa tenang, terlebih mengetahui kalau kakak sepupunya itu tertangkap.


"Kak, percayakan semuanya pada koko, lebih baik kita yang di mandatkan untuk menunggu nya di sini ini berdoa untuk keselamatannya," lanjut David mencoba bijak.


***


Bruak !


Terdengar suara pintu ruangan yang di buka secara kasar dari luar,


"Masuk, atau ku kuliti kau, kau mau kilit tubuhmu Aku jadikan tas dan ikat pinggang, huh ?!" ancam seorang pria yang mendorong Tania untuk masuk ke sebuah ruangan sampai dia jatuh dan tersungkur ke lantai.


Tak ada bantahan dari Tania, hanya ada ringisan kecil karena lututnya yang terasa sakit akibat mencium kerasnya lantai kamar.


Tania mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan berukuran sekitar 5x5 meter itu, sebuah ruangan kamar yang hanya terdapat satu buah sofa butut yang jok pelapisnya sudah banyak sobekan di mana mana.


Debu dan sampah bahkan sepertinya memenuhi ruangan yang pengap karena tak berjendela sekaligus bau dan jorok.


Sungguh batinnya ingin menangis karena tanpa di sangka sangka kini dirinya terlempar ke pusaran masalah yang bahkan dirinya tak tak tau apa masalah yang sebenarnya,


Suara derap langkah kaki samar samar terdengar mendekati arah pintu kamar, terdengar juga sayup sayup perbincangan orang yang berjalan di luar kamar itu, tapi tunggu,,, suaranya salah satunya seperti tak asing di telinga Tania.


Ceklek,,,


Suara pintu ruangan tempat Tania di sekap terbuka, menampakan seorang laki laki yang berparas menyeramkan masuk bersama seseorang sangat dia kenal,


"Beni, tolong aku !" ucap Tania memelas, tatapan matanya kosong seakan tak punya lagi harapan untuk melanjutkan hidupnya.


"Apa kau mengenalnya ?" tanya pria berwajah menyeramkan itu pada Beni.


"Tidak, tapi mungkin dia salah satu penggemarku !" Beni tersenyum miring.

__ADS_1


"Beni, apa arti semua ini ? Bukan kah kau kemarin ikut tertangkap bersama ku di kapal ? Kenapa kau bisa bebas dengan mudah nya ?" Tania meminta penjelasan.


"Maafkan anak buah ku yang tak mengenali mu, aku akan menghukum mereka nanti !" sesal pria berwajah menyeramkan itu.


"Sudahlah om, ini hanya salah paham, mereka hanya melaksanakan tugasnya !" ucap Beni.


"Om ? Kau, bagaimana semua ini bisa terjadi ? ini sungguh tidak mungkin, kau bagian dari mereka ?" pekik Tania ketakutan.


"Bukan, bukan ! Beni bukan bagian dari kami, tapi kau yang akan menjadi bagian dari kami," ucap pria itu menyeringai.


"Apa maksudnya ? Kenapa aku ? Mau kalian apakan aku ?" teriak Tania.


"Kau hanya punya dua pilihan, menjadi salah satu selir yang menghangatkan ranjang ku, atau menjadi salah satu barang dagangan ku ?" ucap pria itu menarik dagu Tania agar wajahnya terangkat dan menghadap pada dirinya.


Beni yang menonton pertunjukan itu hanya menggeleng pelan sambil menarik salah satu sudut bibirnya.


"Aku harus pulang, om. Istriku sudah menunggu, dia pasti sangat hawatir." pamit Beni.


"Oke, dan untuk masalah Wiliam, anak buahku akan ku kerahkan untuk mencarinya, kau istirahatlah di rumah, nanti aku akan mengabari mu kalau sudah di ketemukan" urai pria itu mengantar Beni sampai depan pintu ruangan.


David di tinggal ayahnya sejak dia masih bayi, dan di besarkan hanya oleh ibunya yang merupakan adik dari ibunya Beni,


Namun dua tahun setelah Ayahnya meninggal David di bawa ibunya ke luar negri, dan di sana ibunya bertemu dengan seorang laki laki baik hati bernama Omar yang menolong serta menyayangi Daviad bak anaknya sendiri.


Saat Beni memutuskan untuk pindah dan bersekolah di luar negeri pun Omar ikut mengurus semuanya, Beni juga di sayangi Omar seperti dia menyayangi David, hanya saja setelah sang tante atau ibunya David meninggal saat David berusia 20 tahun, Beni secara tidak sengaja mengetahui kalau ternyata Omar sang ayah tiri adik sepupunya yang baik hati itu ternyata seorang pimpinan mafia penjualan organ tubuh manusia ilegal.


Omar meminta Beni untuk merahasiakan identitas dirinya yang sebenarnya pada David, karena takut kalau David tak bisa menerima dirinya yang seorang penjahat.


***


Dengan mengendap endap dan berjinjit pelan Beni memasuki rumahnya yang terlihat sudah gelap, karena hampir semua lampu telah di padaamkan, saat ini pukul sebelas malam, dan Beni baru tiba di rumahnya.


"Koko !" pekik David yang tertidur di sofa ruang tamu rumah Beni.

__ADS_1


"Sssttttsss !" Beni membekap mulut David, dia tak ingin suara David membangunkan istrinya.


"Diam, kau ku suruh menjaga istri ku, tapi kau malah tertidur, dan kau ku suruh merahasiakan kepergian ku, tapi kau bocorkan, sebenarnya bisa mu itu apa ?" kesal Beni dengan suara berbisik pelan.


"Aku tidak membocorkan tentang kepergian koko ke kak Inayah !" sangkal David, setelah berhasil menyingkirkan tangan Beni yang membekap mulutnya.


"Lalu dari mana istri ku tau semua masalahnya ? Seharian ponselku di teror pesan nya yang isinya amukan mengerikan !" adu Beni sambil memperlihatkan puluhan pesan panjang bernada kemarahan yang Inayah kirim ke ponsel nya.


"Koko cuma di amuk lewat pesan, aku live streaming ko, baru selesai setengah jam lalu, telingaku rasanya sampai penging !" keluh David.


Nyali Beni makin ciut, mendengar keluhan David, sepertinya dirinya pun akan mengalami hal serupa dengan adik sepupunya itu.


"Kau jangan menakut nakuti ku seperti itu, lebih baik kau tolong koko mu ini agar terbebas dari amukan srigala betina !" ucap Beni.


"Siapa yang kamu sebut srigala betina itu, sayang ?" suara nyaring perempuan yang saat ini sangat ingin di hindari Beni justru sudah menggema di ruangan.


"Eh, sayang,,, itu bukan siapa siapa, kamu belum tidur ?" gugup Beni.


"Ko, kak Inayah, aku pamit pulang, aku tak mau menjadi saksi atas laporan KDRT di kantor polisi nantinya !" pamit David bergegas melarikan diri dari suasana yang seperinya akan memanas itu.


"Semoga berhasil, ko ! Tuhan menyertai mu !" David berlari keluar rumah itu dan segera menghidupkaan mobilnya kemudian berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang sepertinya sesang berada di suasana yang tegang


"Apa ada yang ingin kamu ceritakan atau jelaskan pada istri mu ini, sayang ?" sinis Inayah sambil terus berjalan mendekat ke arah sang suami yang terlihat gugup dan serba salah itu.


"Sayang, aku minta maaf, aku tidak bermaksud...." ucap Beni kebingungan harus berkata apa.


"Tidak bermaksud apa ?" Inayah memicingkan matanya tajam


"Pokoknya aku salah, aku minta maaf !" ucap Beni.


"Apa kau termasuk golongan suami yang berprinsip lebih baik minta maaf dari pada minta ijin ?" sinis Inayah galak.


"Sayang,,, tidak seperti itu !" rajuk Beni.

__ADS_1


"Nyatanya kamu seperti itu !" tuduh Inayah.


Beni seperti tak bisa berkata kata lagi, semua ucapannya di patahkan oleh Inayah, mungkin Beni lupa jurus jitu dalam menghadapi istri yang marah itu hanya cukup diam, dengarkan dan jangan berargumen apapun karena itu tak akan berguna.


__ADS_2