Maaf, Jika Ku Mendua

Maaf, Jika Ku Mendua
Aku Memang Gila


__ADS_3

"Sayang, lama sekali aku menunggu mu !" ucap seorang lelaki bertampang oriental berperawakan tegap menyambut kedatangan Lilis yang memasang wajah bermuram durja.


"Wiliam sialan itu mulai berani main fisik dengan ku, tadi aku di lempar asbak oleh nya !" adu Lilis pada laki laki itu.


"Laki laki itu sungguh keterlaluan, kenapa kamu masih saja betah bertahan dengan nya ?" laki laki itu memeriksa pelipis Lilis yang terluka,


"Aku masih membutuhkannya, harta ku masih dia gadaikan dan belum kembali, aku tak mau kehilangan aset aset ku di desa, karena jika suatu saat aku pulang, aku ingin hasil jerih payah ku di kota bisa aku banggakan di desa, biar si Neneng sialan itu tak meremehkan ku !" ucap Lilis yang tak tau kalau kebun dan sawahnya sudah di jual oleh Wiliam dan tak lagi di gadai tanpa sepengetahuan Lilis.


"Padahal, aku bisa memberi mu lebih dari itu, tapi kamu masih saja memilih laki laki berengsek itu, hmm,,, baik lah, lebih baik kita obati dulu luka mu di rumah sakit !" ajak laki laki itu menghidupkan mesin mobilnya.


"David, kenapa kamu baik banget sama aku ?" ucap Lilis manja pada laki laki yang di ketahui bernama David itu.


"Tentu saja, karena kamu penting dan istimewa !" ucap laki laki bernama David itu membuat hati Lilis menghangat dan melayang karenaa di perlakukan begitu manisnya oleh David, dan jujur saja perlakuan itu tak pernah Lilis terima dari Wiliam yang hanya membutuhkan dirinya untuk urusan ranjang saja, tidak lebih.


Sudah seminggu ini, Lilis memang sedang dekat dengan seorang laki laki bernama David yang merupakan pengusaha muda dan sukses, berawal dari David yang memesan 20 ribu setel seragam untuk para karyawannya di perusahaan Wiliam, dan Lilis yang mulai lelah menghadapi sikap dingin Wiliam padanya sepertinya tergoda dengan David yang di nilainya sebagai laki laki baik, mapan dan humoris itu, Lilis yang menangani pesanan David sering mendapatkan pujian dan rayuan dari laki laki mapan nan tampan itu.


Beberapa kali Lilis berpura pura menghubungi David dengan alasan terkait membicarakan pesanan seragam David, dan ternyata tanpa di duga duga gayung bersambut, David menaruh perasaan yang sama kepada Lilis, meski dia tau kalau Lilis merupakan istri dari Wiliam.


Tentu saja, berita tentang pernikahan Lilis dan Wiliam kan memang menjadi berita besar di tragedi malam pernikahan Wiliam dan Tania, jadi semua orang pasti tau tentang itu tak terkecuali David yang notabene merupakan salah seorang pelaku bisnis ternama di dalam dan luar negeri itu.


***


Dua minggu cepat sekali berlalu, saatnya Beni dan Inayah kembali ke rutinitas hariannya dan mengakhiri acara bulan madu mereka yang seakan tak pernah ada cukup nya itu.


"Sayang, sebaiknya kamu bekerja di kantor ku saja mulai hari ini !" pinta Beni pagi itu saat mereka hendak berangkat ke kantor di hari pertama setelah cuti bulan madu nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Teja ?" tanya Inayah merasa hawatir jika perusahaan itu akan terbengkalai nantinya, jika dirinya harus pindah ke kantor sang suami.


"Aman, Teja tetap ada yang mengurusnya nanti !" ucap Beni santai.


"Ish, pengantin baru,,,! Kenapa lama sekali kalian datang, perasaan kita kemarin janjian jam 8 pagi, ini sudah hampir jam 9 baru nongol !" protes seorang laki laki muda yang sudah menunggu mereka di ruang kerja Beni.


"Sorry Vid, maklum lah namanya juga pengantin baru, nanti juga kau akan merasakannya, bukannya sebentar lagi kau juga akan menyusul ?!" seloroh Beni seraya menyalami pria yang sedang menunggu nya itu.


"Maksud Koko ?" pria itu menatapa Beni tajam.


Namun Beni yang di beri tatapan tajam itu hanya tertawa lepas sambil menarik pinggang ramping istrinya agar mendekat dengannya.


"Dia David, adik sepupu ku. Tadinya dia mengurus perusahaan ku yang di luar kota, namun sudah sebulan ini aku memberi nya tugas khusus, tugas enak pokok nya !" cengir Beni.


"Ko, tolong jangan keterlaluan, aku hanya di tugaskan mendekati wanita itu, tidak lebih, kan ?!" protes David.


"Koko tak tau bagaimana perjuangan ku menahan mual saat merayu wanita itu, aku tak ingin tersiksa lebih jauh lagi, ko !" keluh David yang ternyata di tugaskan Beni untuk menjerat Lilis agar menjadi kekasihnya dan tergila gilal padanya agar wanita itu bersedia dengan sukarela menghianati Wiliam.


"Aku sudah memberi mu uang muka dengan mobil sport pilihan mu,! Apa kau tak tertarik ku beri saham Teja grup, hanya dengan satu syarat saja, menikah dengan wanita nya Wiliam itu !" cengir Beni sambil menaik turunkan alisnya meledek David.


"No, thanks !" tegas David membuang pandangannya jauh dari wajah kakak sepupunya yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


"Oke, kalau begitu mulai hari ini kamu aku pindah tugaskan untuk mengurus Teja grup, dan aku akan mengumumkan pada media kalau kau pemilik Teja grup yang baru, hembuskan kabar kalau aku sudah menjual Teja grup pada mu !" ucap Beni.


"Selama itu bukan perintah untuk menikahi wanita itu, aku bersedia," kata David kesal.

__ADS_1


"Tapi sepertinya kau menikmati sekali peran mu saat ini, tugas yang menyenangkan bukan ? Dapet cewek, dapet mobil baru, kurang apa coba aku sebagai kakak !?" ledek Beni.


"Lebih baik aku pergi ke Teja grup sekarang juga, sebelum ada tugas aneh aneh lagi yang di berikan koko pada ku !" David bergegas pergi dari ruang kerja Beni, telinganya memanas, tak kuat menahan godaan dan ledekan kakak sepupunya itu.


Entah rencana apa lagi yang tengah Beni rancang dalam pembalasan dendamnya pada Wiliam, yang jelas Beni ingin laki laki berengsek itu mendapatkan karma sehancur hancurnya.


"Mas, aku hanya ingin mengatakan pada mu, aku tau semua sakit mu, aku juga mendukung semua rencana pembalasan dendam mu pada Wiliam, tapi,,, aku juga tidak ingin kamu terhanyut dan ikut hancur dalam pembalasan dendam ini, aku tak ingjin ada hal buruk terjadi akibat pembalasan ini berbalik menyerang mu !" kata Inayah yang merasa ketakutan jika Beni akan berada di situasi yang membahayakan dirinya dalam upaya pembalasan dendam adik perempuannya itu, meski dia sepenuhnya mendukung sang suami.


"Tenang lah, tak akan pernah terjadi apa pun pada ku, kalau pun terjadi sesuatu pada ku, bukan kah ada kamu yang akan mengobati dan menyelamatkan mu !" goda Beni semakin menambah ketakutan Inayah sang Istri yang langsung bereaksi keras terhadapnya.


"Mas ! Aku tak mau, dan tak akan pernah rela jika sampai terjadi apa apa dengan mu !" bentak Inayah sambil berhambur memeluk sang suami yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu.


"Sayang, kamu membentak ku, huh ?!"Beni menarik tubuh Inayah sampai terduduk di pangkuannya.


"Mas, ini di kantor, jangan macam macam !" ancam Inayah yang melihat gelagat Beni yang matanya mulai menatap nakal.


"Tidak ada salahnya jika kita mencoba suasana lain, kita belum pernah mencobanya di kantor !" bisik Beni seraya menyampirkan beberapa helai rambut panjang istrinya ke belakang telinga wanita di pangkuannya itu.


Inayah mengulum senyum di bibirnya, belum belum wajah nya sudah memerah karena menahan malu atas perkataan nakal sang suami yang memancing dirinya berfantasi liar.


Beni mencium bibir istrinya itu sekilas, lalu kecupannya beralih ke leher putih itu dan menghi sapnya, Inayah memejamkan matanya, mulutnya sedikit terbuka menahan agar tak ada suara yang keluar dari bibirnya agar tak terdengar ke luar ruangan.


Kini Beni menenggelamkan wajahnya di antara dua bukit kembar menantang yang masih terbalut blouse bebelahan dada rendah menggoda.


"Mas, kamu gila !" ucap Inayah sambil menggigit kecil bibir bawahnya menahan grlombang gairah yang ikut terpacu karena sulutan sang suami.

__ADS_1


"Ya, aku memang gila, aku tergila gila oleh pesona berbahaya istri cantik ku ini, yang membuatku selalu kehilangan kewarasan saat bersentuhan dengan mu, dan aku selalu ingin memakan mu !" ucap Beni dengan suara serak nya.


__ADS_2