
sesampainya di rumah Liu segera membawa Aqila kedalam kamar yang di tempati oleh Aqila. Chen mengernyitkan dahinya melihat tingkah Liu.
"ada apa dengan boss" batin Chen heran melihat Liu.
sesampainya di dalam kamar Liu langsung membaringkan tubuh Aqila di kasur secara perlahan. setelah itu Liu segera keluar dan menuju kamar nya untuk membersihkan diri.
setelah Liu keluar dari kamar,Aqila langsung membuka mata. sebenarnya dia sudah sadar sejak di mobil tadi, tapi dia takut untuk membuka matanya.
Aqila beranjak dari tempat tidur menuju pintu kamar lalu ia mengunci kamar nya dari dalam, ia takut nanti Liu masuk dan membunuh nya karena sekarang dia sudah tidak di butuhkan lagi.
"sekarang apa yang harus aku lakukan" ujar Aqila frustasi. "bagaimana cara ku untuk kabur dari neraka ini," gumam Aqila sambil mondar mandir mencari ide.
sedangkan Liu yang baru selesai mandi langsung turun ke lantai bawah untuk melihat keadaan Aqila. sesampainya di depan pintu kamar Aqila Liu mencoba untuk membuka pintu kamar Aqila tapi tidak bisa karena terkunci dari dalam.
"apa ini kenapa terkunci? " batin Liu
di dalam Aqila terkejut mengetahui ada yang mau membuka pintu kamar nya. ia pun jadi ketakutan sekarang, karena itu sudah pasti Liu yang datang dan mau membunuh nya.
"bagaimana ini" gumam Aqila bingung.
"hey kau sudah sadar" tanya Liu dari luar.
Aqila diam saja ia tidak berani menjawab pertanyaan Liu.
"cepat buka pintunya" ujar Liu dengan nada tinggi.
Aqila semakin takut mendengar suara Liu. ia pun akhirnya memberanikan diri.
"ada apa? " tanya Aqila takut.
"apa kau tuli... haah? " tanya Liu sedikit kesal karena Aqila tidak kunjung membuka pintu.
"tid... tidak aku tidak tuli, aku juga tidak mau membuka pintu" balas Aqila gugup.
"baiklah kalau kau tidak mau membuka pintu nya, aku akan menyuruh Chen untuk memasukkan gas beracun kedalam. " ancam Liu pada Aqila.
Aqila langsung membelalakan matanya, saat mendengar gas beracun.
__ADS_1
tidak ada pilihan lain bagi Aqila selain membuka pintu kamar nya.
"ada apa? " tanya Aqila pada Liu, saat sudah membuka pintu kamar nya.
"kenapa di kunci? " tanya Liu datar.
"aku... aku takut" balas Aqila sambil menundukkan kepalanya.
"takut? memangnya aku semenakutkan itu,? " batin Liu saat mendengar jawaban Aqila.
"kenapa kau takut? " tanya Liu penasaran.
"apa aku tidak salah dengar,, bagaimana aku tidak takut kau itu orang paling kejam yang aku kenal, dasar monster tak kenal ampun" batin Aqila kesal.
"hey...kenapa kau diam saja" tanya Liu lagi karena Aqila hanya diam saja.
"bukankah sekarang kau tidak membutuhkan ku lagi?" tanya Aqila.
"iya.... lalu? " balas Liu.
"hemmm... kalau begitu kau bisa kan membiarkan aku pergi.? ujar Aqila dengan wajah melas.
"kenapa bukan kah aku sudah tidak di butuh kan lagi sekarang" balas Aqila tidak Terima.
"hey... apa kau lupa, kau adalah tawanan ku, kau PAHAM!!. " balas Liu memberikan penekanan di akhir kalimat.
Aqila semakin menundukkan kepalanya, tubuh jadi gemetar mendengar Jawaban Liu.
Liu lalu beranjak pergi dari hadapan Aqila.
"ayo ikut aku" ajak Liu pada Aqila.
Aqila tidak bisa berkata apa-apa, ia langsung mengikuti Liu dari belakang.
sedangkan Chen dari tadi hanya memerhatikan Liu dan Aqila dari jauh saja. ia semakin di buat penasaran dengan sikap Liu pada Aqila.
"apakah ini sudah saatnya? " batin Chen, lalu pergi mengikuti Liu dan Aqila.
__ADS_1
"kau ingan mengajak ku kemana? " tanya Aqila pada Liu,
"aku lapar" balas Liu singkat.
Aqila langsung membelalakan matanya.
"apa dia mau membunuh lalu memakan ku? " batin Aqila ngeri.
sesampainya di meja makan Liu langsung duduk di kursi, ia melihat Aqila yang sedang ketakutan.
"kenapa kau hanya berdiri di sana, cepat kemari. " ujar Liu sambil memegang pisau untuk mengupas dan memotong apel.
Aqila yang melihat Liu memegang pisau langsung menggeleng geleng kan kepala nya.
"kumohon jangan bunuh aku. " ujar Aqila memohon pada Liu, matanya sudah berkaca kaca.
Liu langsung mengernyitkan dahinya, ia berfikir sejenak, sedetik kemudian ia sadar dan langsung tertawa...
Aqila semakin takut mendengar Liu tertawa. dan air mata nya pun jatuh.
"dasar bodoh,,, siapa juga yang ingin membunuh mu, " ujar Liu sambil menahan tawa.
Aqila terkejut mendengar Jawaban Liu.
"lalu pisau itu untuk apa jika bukan untuk membunuh ku? " balas Aqila.
"kau itu memang benar- benar bodoh, pisau ini untuk mengupas buah bukan untuk membunuh mu." balas Liu.
"benar kah, aku fikir kau akan membunuhku lalu memakan ku" balas Aqila lega, karena Liu tidak mau membunuh nya.
tawa Liu semakin pecah saat mendengar ucapan Aqila. ia tidak habis fikir Aqila bisa berfikir sejauh itu.
"dasar monster,, di saat aku ketakutan dia malah tertawa. " batin Aqila. kesal pada Liu.
"duduk lah di sini, dan makan, setelah makan kau kembalilah kekamar mu lalu istirahat. kau pasti lapar bukan? " ujar Liu pada Aqila.
Aqila pun langsung mengikuti perintah Liu, karena ia memang belum makan. ia pun memakan makanan nya dengan lahap.Liu tersenyum saat melihat Aqila makan dengan lahap.
__ADS_1
jangan lupa Chen yang masih memerhatikan boss nya itu dari jauh, sangat terkejut saat melihat Liu tertawa dan tersenyum pada Aqila.
"aku yang sudah bertahun-tahun tinggal bersama dengan nya. tidak pernah diperhatikan seperti itu, sedangkan wanita itu baru beberapa hari sudah mendapatkan perhatian nya." batin Chen merasa iri dengan Aqila.