
sesampainya di kantor Liu segera menuju ruang kerjanya di lantai 10 di ikuti oleh Chen di belakangnya. entah mengapa Liu tidak bisa fokus dengan pekerjaannya yang ia pikirkan sekarang ini adalah Aqila. semenjak kejadian tadi pada Liu selalu memikirkan Aqila.
"ahhh.... sial" umpat Liu kesal karena dia tidak bisa fokus dengan pekerjaannya.
Liu memegang dada nya, karena tiba-tiba jantung nya berdetak sangat kencang.
"apa ini... ada apa dengan jantung ku? " gumam Liu sambil terus memegang dadanya.
Liu menekan tombol yang terhubung dengan Chen.
"keruangan ku sekarang" ujar Liu.
tak berapa lama kemudian terdengar ada yang mengetuk pintu.
tok... tok... tok...
"masuk" perintah Liu.
"ada apa boss? " tanya Chen pada Liu, saat sudah berada di hadapan Liu.
"Chen sepertinya sekarang aku sedang sakit" ujar Liu dengan wajah yang di buat buat.
"apa? kau bilang apa barusan.. kau sakit apa boss? " tanya Chen dengan wajah khawatir.
"jantung ku.. terasa... " ujar Liu terpotong oleh Chen.
"kau sakit jantung boss?? itu artinya umur mu sudah tidak lama lagi? boss sebaiknya kau cepat periksa ke dokter, aku tidak mau kau cepat mati,, kalau kau mati maka siapa yang akan menggaji ku dengan bayaran yang tinggi?? " ujar Chen yang langsung mendapat tatapan tajam dari Liu.
"heyy... apa kau mendoakan ku agar cepat mati... haah? gaji mu bulan ini aku potong" teriak Liu tidak Terima.
"bukan itu maksudku boss" balas Chen.
__ADS_1
"ada yang salah dengan jantung ku... kau cepat hubungi dokter jantung untuk memeriksa ku" ujar Liu pada Chen.
" kau suruh dokter itu datang ke rumah aku akan pulang sekarang. " perintah Liu pada Chen.
"baik boss" balas Chen
Chen langsung menghubungi dokter ahli jantung untuk datang ke rumah Liu. setelah itu ia keluar dari ruangan kerja Liu bersama dengan Liu. Chen juga menghubungi kepala pelayan di rumah untuk menyiapkan keperluan Liu, jika Liu benar-benar sakit parah.
***
sedangkan di rumah Aqila bingung melihat para pekerja di rumah Liu berkumpul semua.
Aqila pun bertanya pada salah satu pelayan.
"bi apa yang terjadi? mengapa semua orang pada berkumpul" tanya Aqila pada salah satu pelayan.
"nanti kau juga akan mengerti nona" balas pelayan tersebut.
Aqila pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar milik nya. tapi pada saat sedang berjalan menuju kamar Aqila melihat seorang dokter masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa.
"siapa yang sakit? " batin Aqila sambil mengerutkan keningnya tanda sedang berfikir.
tak lama setelah dokter masuk Liu pun datang menghampiri dokter tersebut.
"cepat periksa aku" ujar Liu setelah duduk di sofa.
dokter pun langsung memeriksa Liu, tapi dia tidak menemukan tanda tanda jika Liu sedang sakit jantung.
"maaf tuan bisa kau beri tau apa keluhan Anda, karena saya tidak menemukan tanda tanda jika anda sedang sakit, " dokter pun memberanikan untuk bertanya pada Liu.
"jantung ku berdetak tidak seperti biasanya" ujar Liu datar.
__ADS_1
"sejak kapan Anda merasakan hal itu tuan? " tanya dokter lagi.
"tadi" balas Liu singkat.
"apa yang sedang Anda lakukan saat merasakan hal itu tuan" tanya dokter.
"tidak ada" balas Liu.
jantung Liu langsung berdetak kencang lagi saat ia melihat Aqila sedang memerhatikan nya dengan wajah bingung.
"heyy cepat periksa aku lagi... jantung ku berdetak kencang lagi" ujar Liu masih melihat ke arah Aqila.
dokter pun ikut melihat ke arah yang di lihat Liu. ia tersenyum saat melihat Aqila lah penyebab jantung Liu berdetak kencang.
"hey bodoh...boss ku sedang sekarat tapi kau malah tersenyum... apa kau ingin mati? " ujar Chen saat melihat dokter malah tersenyum.
"begini tuan sebenarnya Anda tidak lah sakit jantung... jika menurut ku Anda sekarang sedang jatuh cinta tuan. " ujar dokter menjelaskan pada Liu.
Liu yang mendengar ucapan dokter langsung menatap dokter tersebut dengan tajam. ia tidak percaya dengan ucapan dokter tersebut.
"apa kau bilang? " tanya Liu dengan suara datar.
"itu hanya pendapat saya tuan... mohon Anda jangan marah.. " ujar dokter tersebut takut Liu akan marah padanya.
"baik lah.. kau boleh pergi sekarang" ujar Liu,
dokter itu pun segera pergi dari hadapan Liu di antar oleh Chen.
sedangkan Aqila kecewa mendengar ucapan dokter tadi, bahwa Liu tidak sakit melainkan sedang jatuh cinta. padahal dia berharap Liu sedang sakit parah dan sebentar lagi dia akan mati.
"cih seorang monster seperti dia bisa jatuh cinta,, aku kasihan dengan wanita itu, pasti hidup nya tidak akan bahagia" batin Aqila.
__ADS_1