
Setelah selesai menyuapi Aqila makan, Liu sengaja mengajak Aqila ke taman yang ada di depan mansion untuk menghirup udara segar serta belajar berjalan.
Dokter pernah berkata pada Liu, untuk mengajak Aqila belajar berjalan, agar Aqila bisa berjalan dengan normal nantinya.
“ kita istirahat dulu, aku lelah ” keluh Aqila dengan wajah yang sudah terlihat sangat kelelahan dan keringat yang membasahi pipinya.
“ bagaimana bisa lelah, kau bahkan baru tiga kali percobaan belajar berjalan ” balas Liu sedikit kesal karena Aqila yang selalu mengeluh lelah. Padahal sedari tadi dirinya lebih banyak diam dan teriak-teriak daripada belajar berjalan.
“ aku ini bukan anak kecil yang harus belajar berjalan, nanti juga jika sudah tiba waktunya aku pasti bisa berjalan kembali ” balas Aqila sengit.
“ baiklah kalau itu mau mu, tapi jangan salahkan aku jika kau tidak bisa berjalan dengan normal nantinya. ” ujar Liu kesal lalu berlalu pergi meninggalkan Aqila sendiri di taman.
“ hey, kau mau kemana. Bantu aku, jangan tinggalkan aku di sini ” teriak Aqila saat Liu sudah berada jauh darinya.
“ Kau diam saja disitu, nanti juga jika sudah tiba waktunya kau bisa berjalan sendiri dan kau tidak membutuhkan bantuan ku sama sekali. ” timpal Liu dengan terus berjalan tanpa memedulikan Aqila yang berteriak memanggil dirinya.
__ADS_1
“ mengapa kau tega sekali pada ku, baiklah aku tidak akan mengeluh lagi jika sedang belajar berjalan. Wǒ chéngnuò ” ujar Aqila dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Bagaimana bisa Liu tega meninggalkan dirinya sendiri di taman yang tidak terlihat ada orang Sama sekali sejak tadi.
Mana jarak taman menuju mansion sangat jauh. Meskipun Aqila mengesot juga akan lama sampainya.
Air mata Aqila akhirnya keluar juga saat Liu tidak memperdulikannya dan terus berjalan meninggalkan dirinya sendiri di taman yang besar namu sedikit menakutkan bagi Aqila karena tidak ada orang Sama sekali di taman itu.
Setelah beberapa menit menangis Aqila malah di buat semakin takut saat samar-samar Aqila mendengar suara orang tertawa kecil. Di lihatnya sekeliling namun tidak ada orang Sama sekali.
Dan seketika itu pula Tangis Aqila yang mulanya kecil jadi semakin kencang karena sangking takutnya.
“ kau mau kemana? ” tanya seseorang dari arah belakang Aqila dengan Menahan kursi rodanya.
“ tidak, tidak, Jangan ganggu aku. Aku mohon ” ujar Aqila sambil terus berusaha menjalankan kursi rodanya.
“ kau kenapa?, Bukankah kau tadi sudah berjanji ingin belajar berjalan. Lalau mengapa sekarang kau malah ingin pergi ” ujar orang tersebut yang ternyata adalah Liu yang memang sejak tadi bersembunyi di balik pohon. Memerhatikan Aqila dari kejauhan sambil berusaha menahan tawanya. Merasa lucu dengan wajah ketakutan Aqila.
__ADS_1
Namun tawa Liu langsung pecah saat dirinya melihat tangis Aqila yang semakin menjadi dengan hidung yang memerah.
“ huss huss hantu pergilah, jangan ganggu aku ” ujar Aqila terisak dengan menutup matanya rapat-rapat serta wajahnya menggunakan tangannya.
“ hey lihat aku, aku bukan hantu ” ujar Liu menarik tangan Yang menutupi wajahnya Aqila.
Mendengar ucapan Liu seketika tangis Aqila langsung berhenti, Aqila membuka matanya perlahan dan saat ini Aqila dapat melihat Liu yang sudah ada dihadapannya sambil menahan tawanya.
“ kau...? ” Aqila sedikit merasa lega saat mengetahui bahwa itu adalah Liu dan bukan hantu, namun dirinya juga merasa kesal dengan sikap jail Liu.
“ iya ini aku bukan hantu, lagipula mana ada hantu yang setampan diriku ” balas Liu dengan sikap percaya diri yang tinggi.
“ apa kau sengaja mengerjai diriku” tanya Aqila menatap tajam Liu dengan mata yang masih memerah karena Habis menangis.
“ tidak!, Aku tidak pernah mengerjai dirimu. ” ujar Liu sambil tersenyum.
__ADS_1
Ingin sekali Liu tertawa lepas saat ini,. Namun sekuat mungkin Liu menahannya saat melihat raut wajah Aqila yang sepertinya Seekor singa akan menerkam mangsanya.