Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
persiapan diri


__ADS_3

mansion Liu


malam hari setelah selesai makan malam Liu dan Chen berencana pergi keluar. bukan untuk bertransaksi atau memberi pelajaran pada tikus-tikus kecil yang sudah mengganggu Liu. melainkan untuk belajar berdansa.


ya, malam ini Liu bertekad untuk belajar berdansa agar ia bisa berdansa bersama Aqila besok malam di acara pesta hari jadi perusahaan nya.


Liu tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. jika ia mengadakan pesta dansa tetapi ia sendiri tidak bisa berdansa, pasti akan sangat malu bukan.


jika seperti itu, lebih baik tidak perlu ada pesta dansa. benar bukan?. karena pesta itu ada untuk di nikmati bukan untuk mempermalukan diri, tapi! bukan berarti untuk merusak diri. yaaa


“ kalian mau pergi kemana? ” tanya Aqila saat dirinya melihat Liu dan Chen berjalan bersama keluar mansion dengan pakaian casual.


Liu menghentikan langkah nya saat mendengar pertanyaan Aqila.


“ mempersiapkan diri ” balas Liu singkat.


“ mempersiapkan diri untuk apa? ” tanya Aqila lagi. ingin tahu.


jika yang di maksud Liu mempersiapkan diri untuk memburu musuh, tidak mungkin dia akan berpakaian seperti ini. setidaknya Aqila sudah hapal dengan gaya berpakaian Liu.

__ADS_1


jika Liu berpakaian serapi ini dan terlihat santai seperti ini. pasti itu bukan untuk transaksi dan semacamnya.


belum sempat Liu menjawab pertanyaan Aqila. Chen sudah terlebih dahulu berbicara.


“ sudahlah bos, jangan hiraukan dia. ayoo cepat kita pergi sekarang, karena kesempatan mu hanya malam ini saja ” Chen mengajak Liu agar bergegas.


Liu menatap Chen sesaat seperti sedang memikirkan sesuatu. namun itu tidak lama karena sekarang Liu sudah kembali menatap Aqila dan tersenyum manis pada Aqila.


“ aku pergi dulu ” Ujar Liu sambil mencubit gemas pipi Aqila. lalu berjalan kembali keluar mansion bersama dengan Chen.


Aqila terdiam dengan perlakuan Liu barusan. Liu tersenyum dan mencubit gemas pipinya. apakah dia sedang bermimpi sekarang.


apakah Liu menyukai Aqila? atau Aqila lah yang menyukai Liu? . Aqila menggeleng kan kepalanya untuk mengenyahkan pikiran nya tidak masuk akal menurut Aqila.


“ tunggu! ” teriak Aqila saat sudah tersadar, ternyata Liu sudah pergi meninggalkan nya sendiri. Aqila berlari untuk mengejar Liu, sebelum Liu benar-benar pergi.


“ ada apa? ” tanya Liu saat sudah menghentikan langkah nya dan menatap Aqila.


“ aku ikut ” pintar Aqila sambil mengatur deru napasnya karena habis berlari. Aqila ingin ikut karena ia ingin tau mempersiapkan diri seperti apa yang Liu maksud.

__ADS_1


“ tidak.. tidak.. tidak ” tolak Chen cepat sambil menggeleng -geleng kan kepala nya. tidak setuju jika Aqila ikut bersama dengan dirinya dan juga Liu.


tentu saja Chen tidak mau Aqila ikut, karena tadi Liu sempat berkata padanya bahwa Aqila tidak boleh tau tentang rencana mereka. biarlah menjadi kejutan nantinya.


perintah boss adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat, jika masih ingin hidup di dunia.


Aqila menghiraukan Chen, ia menunggu jawaban dari Liu. karena di sini yang di butuhkan adalah jawaban dari Liu bukan Chen.


“ tidak bisa ” tolak Liu “ ini adalah urusan pria. dan kau tetaplah di sini, jangan menunggu ku. kau harus beristirahat agar kau tetap sehat ” sambung Liu memberi pengertian pada Aqila.


“ kau dengar? kau itu tidak diperbolehkan untuk ikut. ” ujar Chen yang seperti sedang meledak Aqila.


“ diam kau ” Aqila menyuruh Chen untuk diam. “ aku mohon izinkan aku ikut ” mohon Aqila pada Liu.


“ jadilah gadis baik dan penurut ” ujar Liu mengusap lembut puncak kepada Aqila.


lalu berjalan kembali meninggalkan Aqila.


jika sudah seperti ini mau tidak mau Aqila harus menurut. karena yang di katakan Liu tadi mengandung makna tersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2