
sedangkan di tempat lain Chen sedang di sibukkan dengan tugas kantor yang menggunung. bahkan Chen memilih untuk menginap di kantor dari pada pulang ke mansion Liu. karena semenjak kepergian Liu kemarin membuat ia merasa sangat kesepian, jadi ia rasa percuma saja jika dirinya pulang ke mansion Liu. mau di kantor ataupun di mansion sama saja, sama-sama sendiri.
saat Chen sedang sibuk berkutat dengan beberapa berkas dan menjawab semua panggilan dari para klien Liu tiba-tiba saja ponsel Chen bergetar menandakan bahwa ada panggilan masuk.
drt drt drt
Chen sedikit tersenyum saat ia mengira yang menelfon adalah Liu. namun senyumnya langsung pudar saat melihat nama yang tertera di ponselnya. Chen menghembuskan nafas beratnya sebelum mengangkat panggilan telepon itu.
“ halo ” sapa orang di seberang sana.
“ ada apa? ” Tanya Chen too the poin.
“ jangan lupa nanti malam ” ujar orang tersebut. yang ternyata adalah Zhang.
“ bukankah sudah kukatakan aku tidak bisa! jika memang kau ingin, tunggu sampai boss ku kembali. tapi jika kau tidak bisa menunggu kau cari saja pemasok yang lain. ” ujar Chen mulai kesal. karena dari semalam Zhang selalu menghubunginya hanya untuk mengingatkan tentang transaksi yang sudah direncanakan untuk dilakukan nanti malam.
“ ada apa ini? apakah kau takut jika tidak ada bos mu itu? hahaha aku baru tahu ternyata orang seperti mu itu hanya mau bertindak di bawah ketiak bosnya. ” ejek Zhang. berhasil membuat Chen semakin emosi.
“ dasar pecundang ” sambung Zhang lagi dengan tawa mengejek.
“ Zhǐshì qù sǐ nǐ zhège húndàn!!(pergi mati saja kau berengsek!!) ” makin Chen dengan emosi. lalu Chen segera memutuskan panggilan telepon sepihak.
__ADS_1
Untung saja Chen adalah tipe orang penurut, jadi jika Liu sudah melarang, dia akan benar-benar tidak melakukan larangan dari bosnya itu. meskipun sebenarnya Chen ingin sekali mendatangi si Zhang berengsek itu yang sudah berani mengejek nya dan menghajarnya tanpa ampun.
Chen hanya menghormati Liu yang notabene nya adalah bos nya yang sudah seperti kakak nya sendiri. jika Liu tidak melarangnya maka sudah di pastikan Chen pasti akan datang menemui si Zhang sialan itu.
“ agrr ini membuat ku gila! ” teriak Chen frustasi. “ aku butuh hiburan ” sambung Chen sambil tertawa seperti orang gila.
“ mari kita lihat tempat mana yang bisa aku kunjungi malam ini ”. Chen mencari sesuatu di ponsel canggih milik nya.
“ baiklah malam ini aku akan bersenang-senang ” gumam Chen tersenyum bahagia.
...★★★...
di sisi lain saat ini Zhang dan Daisuke sedang bersama di sebuah ruangan yang menjadi markas besar Zhang.
...karena menurut pepatah;...
...‘dengan bersama/bersatu kita memiliki peluang yang lebih besar untuk menang!’....
bahkan saat acara pesta dansa Liu, Zhang juga berada di sana untuk mengawasi sendiri Liu. dan dapat di simpulkan oleh Zhang dan juga Daisuke bahwa gadis itu (Aqila) yang selalu bersama Liu ada salah satu orang yang di sayang oleh Liu selain Chen. dan otomatis kedua orang itu adalah kelemahan Liu.
“ bagaimana? ” tanya Daisuke pada Zhang saat melihat bahwa panggilan telepon telah terputus.
__ADS_1
“ gagal! lanjut rencana berikutnya ” balas Zhang dengan aura kemarahan yang ketara di wajahnya.
“ dia sangat cerdik, tidak mudah untuk menipunya ”. geram Daisuke karena rencananya gagal lagi.
“ pasti ada cara lain ” ujar Zhang mantap.
“ aku pikir penjagaannya tidak terlalu ketat jika sedang tidak ada Liu, jadi kita bisa beraksi nanti malam ”. saran Daisuke.
“ tidak! kau jangan tertipu. mereka itu memiliki banyak pasukan bayangan.” ujar Zhang memberitahu Daisuke.
“ ada berita bagus tuan ” ujar Abin tangan kanan Zhang.
“ apa? ” tanya Daisuke dan Zhang bersamaan.
“ menurut informasi yang aku dapatkan dia (Chen) akan pergi ke clubs x nanti malam ” ujar Abin setelah ia berhasil meretas ponsel Chen.
Abin bisa dengan mudah meretas ponsel Chen tapi anehnya ia tidak bisa mendapatkan informasi pribadi di sana. Abin hanya melihat hasil pencarian terakhir Chen.
“ bagus ” gumam Zhang sambil tersenyum licik.
...★rumah perdu jendela kaca★...
__ADS_1
...★****salam rindu buat yang baca★...
...🤗:v 😜...