
saat ini Chen baru saja tiba di kamarnya dengan perasaan kesal. bagaimana tidak kesal. Liu secara terang-terangan meledek Chen yang tidak memiliki seorang kekasih.
“ kau lihat saja nanti boss, kekasih ku akan lebih cantik dari Aqila. ” gumam Chen sembari melepas dasi nya sedikit kasar, dan segera membuka seluruh pakaiannya, seluruh pakaiannya tanpa tersisa satupun. harap ingat itu.
Chen mengambil handuk, hanya mengambil dan tidak menggunakannya dan segera bersiap untuk segera mandi. untuk menyegarkan tubuh dan juga hatinya yang terasa sangat gerah.
baru saja Chen akan membuka pintu kamar mandi, sebuah ketukan pintu dari luar kamar menghentikan langkah kaki Chen.
“ selalu saja ada yang mengganggu hidup ku ” gerutu Chen, berbalik arah untuk membuka pintu dan melihat siapa orang yang telah mengganggunya.
dengan santai Chen membuka pintu, dan nampak lah Aqila, yang sudah terlihat segar tidak seperti tadi.
“ Aaaaaa ” teriak Aqila histeris sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.
Chen sedikit terkejut saat mendengar teriakkan Aqila yang begitu memekakkan telinga.
“ hey, kenapa kau berteriak saat melihat ku. memangnya aku ini hantu ” protes Chen, dengan sikap Aqila.
__ADS_1
sedangkan Liu yang sedang berjalan menuruni anak tangga dengan santai, langsung mempercepat langkahnya saat mendengar suara teriakan Aqila.
“ hey bodoh apa yang kau lakukan! ” teriak Liu dari jauh saat dirinya melihat Aqila menutup matanya sambil berteriak. dan Chen yang dalam keadaan... yah sulit di jelaskan.
“ aku tidak melakukan apapun boss, dirinya saja yang berlebihan saat melihat wajah tampan ku ini ” balas Chen sambil bersidekap. sepertinya Chen tidak sadar, jika dirinya sedang dalam keadaan yang memalukan.
“ dasar bodoh, apa kau sengaja ingin menodai penglihatan semua orang di mansion ini ” ujar Liu, sembari membalik tubuh Aqila agar dirinya tidak melihat pemandangan yang sangat buruk itu.
“ apa maksudmu boss? ” tanya Chen dengan mengernyitkan dahinya.
“ itu ” Liu menunjuk sesuatu yang ada di bawah Chen, tanpa melihatnya.
“ oh shit ” umpat Chen menahan rasa malu yang luar biasa, dan segera menutup pintu kamarnya.
Chen segera berlari memasuki kamar mandi, dengan wajah yang terlihat menahan rasa malu.
“ Aaaa ” teriak Chen frustasi saat sudah berada di dalam kamar mandi. “ bagaimana ini, dasar bodoh! ”. Chen merutuki kebodohannya sendiri.
__ADS_1
“ sungguh aku tidak sanggup jika harus bertemu dengan Aqila saat ini ” ujar Chen sambil mengacak rambutnya. sungguh sangat memalukan.
bagaimana Chen bisa lupa untuk menggunakan handuk. padahal tadi dirinya sudah mengambil handuk, tapi Bukannya menggunakan handuk itu Chen hanya menyampirkan handuknya di pundaknya.
Chen memandangi aset berharganya yang masih terekspos itu, dengan perasaan kesal.
“ ini terlihat sangat memalukan jika seperti ini” ujar Chen bmasih dengan memandangi aset berharganya.
namun sedetik kemudian Chen tersenyum, entah apa yang sedang dipikirkan oleh Chen saat ini.
“ kau adalah aset berhargaku, kau tidak boleh menunjukkan dirimu pada sembarang orang. kau hanya boleh di lihat oleh istri ku nanti ” ujar Chen Seperti seorang ayah yang sedang menasihati anaknya.
“ ohh yaampun aku sungguh sangat malu ” sambung Chen meraup wajah sedikit kasar. dan segera membersihkan dirinya dengan air dingin berharap setelah ini seluruh rasa yang di rasakan nya saat ini luntur bersamaan dengan air yang membasuh tubuhnya.
.
...★ ada baiknya part yang ini jangan di baca wkwk😅. skip aja skip.★...
__ADS_1
...maaf ya, kalo di part ini author nya nulis hal yang nggak bener. 🤭...
...sebenarnya author pingin curhat nih, tapi takutnya nanti di bilang drama lagi....