Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
ayo kita keluar


__ADS_3

setelah selesai makan siang Aqila pergi menuju ke kamar nya. sedangkan Liu pergi menuju ke ruangan kerja nya di lantai atas untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sudah menumpuk. ia malas jika harus kembali ke kantor.


saat Liu sedang asik berkutat di depan komputer tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.


tok... tok... tok


tak lama kemudian pintu terbuka dan Chen muncul dari balik pintu. dengan langkah cepat Chen langsung duduk dan bersandar di sofa, yang ada di dalam ruangan kerja Liu.


Chen memejamkan mata nya sambil memijat-mijat kepalanya yang terasa sakit karena memikirkan tingkah laku boss nya itu.


Liu heran melihat Chen yang seperti orang yang sedang stress memikirkan banyak hal.


“ada apa? apa kau sakit ” tanya Liu pada Chen.


Chen menghembuskan nafas nya lelah.


“tidak” jawab Chen lemah, sambil Menggeleng kepala nya pelan.


“ apa ada masalah” tanya Liu lagi.


“tidak ada” jawab Chen.


“lalu ada apa dengan wajah mu itu? ” tanya Liu sedikit kesal.


Chen langsung membenarkan posisi duduk nya dan menatap Liu.


“boss... bagaimana jika nanti malam kita keluar melepas lelah. ” tawar Chen.


“owh... jadi kau lelah? ” tanya Liu lagi.


“ iya boss... sedikit ” balas Chen dengan tersenyum kuda. berharap Liu setuju.

__ADS_1


“ cih.... kalau begitu kau jangan bekerja lagi, aku akan mencari orang lain untuk menggantikan mu. ” ujar Liu kesal pada Chen yang selalu mengeluh.


“ ayolah boss... sudah lama kita tidak keluar ” rayu Chen dengan wajah memelas.


Liu berfikir sejenak. ada benarnya juga yang di katakan oleh Chen tadi, dia juga butuh hiburan untuk menjernihkan pikirannya itu, yang akhir-akhir ini selalu memikirkan Aqila.


“ baiklah ” jawab Liu, menyetujui saran dari Chen.


Chen langsung mengembangkan senyumnya. sebenarnya Chen bisa saja pergi keluar sendiri. tapi jika dia pergi sendiri pasti Liu akan menganggu nya dengan cara menyuruh Chen untuk kembali ke rumah secepatnya. dan menyuruh nya ini itu tidak jelas.


“ Terima kasih boss. ” ujar Chen sambil membungkukkan tubuhnya.


setelah itu Chen segera pergi, tapi pada saat Chen sedang di ambang pintu, Chen berbalik dan kembali menginginkan Liu.


“jangan lupa, nanti malam boss ” goda Chen.


Liu berdecak melihat tingkah laku Chen yang seperti anak kecil itu.


***


“ klub or bilyard ” tanya Chen pada Liu, saat Liu sudah sampai di bawah.


“ bilyard ” jawab Liu singkat,


tentu saja Liu akan memiliki bilyard, karena tidak mungkin dia mau datang ke klub yang banyak wanita ****** di sana.


saat Liu dan Chen lewat depan kamar Aqila, kebetulan Aqila keluar dari kamarnya untuk mengambil minum.


“ mau kemana? ” tanya Aqila, saat melihat Liu dan Chen.


Liu menghentikan langkah nya, lalu berbalik menghadap Aqila.

__ADS_1


“ keluar ” jawab Liu singkat.


“ kemana? ” tanya Aqila lagi, penasaran.


“main ” jawab Chen antusias.


“ serius mau main? ” tanya Aqila memastikan.


baru saja Liu mau menjawab, tapi sudah di jawab Chen duluan.


“ iya ” jawab Chen.


“ikut ” pinta Aqila.


Chen langsung menatap Liu meminta persetujuan dari Liu.


“ tidak ” jawab Liu tegas.


mendengar jawaban dari Liu, Aqila langsung berfikir bagaimana cara agar Liu mau mengajak nya keluar, karena Aqila juga sudah bosan berada di rumah terus.


“ bukankah, kau pernah berkata jika aku harus ikut kau kemana pun kau pergi tuan.? ” ujar Aqila sambil tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya. berharap Liu luluh, dan mau mengajak nya.


imut, itulah yang ada di pikiran Liu melihat tingkah laku Aqila yang sedang berusaha merayunya.


“ baik lah,, kau boleh ikut. ” ujar Liu.


ingin sekali rasanya Liu tersenyum lalu mencubit sayang pipi Aqila, yang sangat menggemaskan itu. dan ia juga ingin sekali mencium pipi serta bibir Aqila yang yang sangat menggoda itu.


“ benar kah? Terima kasih tuan. ” ujar Aqila tersenyum senang.


“ baiklah, kalau begitu ayoo kita pergi sekarang ” ujar Chen mengajak Liu dan Aqila untuk segera pergi.

__ADS_1


“ ayoo” balas Aqila semangat.


Aqila langsung berjalan keluar rumah mendahului Liu dan Chen, sedang Liu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Aqila yang begitu senang akan pergi keluar.


__ADS_2