
“ dokter apa yang terjadi? ” tanya Chen penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Aqila.
“ sepertinya nona Aqila mengalami ketakutan yang berlebihan atau lebih di kenal dengan trauma ” balas salah seorang dokter.
“ trauma? ” Chen mengernyitkan dahinya memerhatikan Aqila yang sepertinya sedang menangis di pelukan Liu.
“ apa yang membuat dirinya menjadi ketakutan seperti itu? ” tanya Chen lagi
“ mungkin ada suatu hal yang membuat nona mengingat sesuatu yang paling menakutkan baginya ” balas dokter itu.
“ apa itu? ” tanya Chen semakin penasaran.
“ kami juga tidak tahu tuan. Mungkin kita bisa menanyakan nya langsung kepada nona Aqila ” balas seorang dokter jujur, kerena mereka memang tidak mengetahui apa yang di takuti oleh Aqila.
“ dokter macam apa kalian. Hal seperti itu saja tidak tahu, ” cibir Chen kesal.
Sedangkan di tempat tidur Liu sedang berusaha untuk menenangkan Aqila yang hanya menangis saja sejak tadi.
__ADS_1
“ ada apa hemm? Apa yang membuat mu ketakutan seperti ini? ”. Tanya Liu lembut sembari terus mengelus punggung Aqila.
“ me... mereka ” jawab Aqila Masih tetap bersembunyi di dada bidang Liu dan menunjuk asal.
Liu melihat kearah yang di tunjuk oleh Aqila, “ Chen? Kau takut pada Chen? ” tanya Liu karena Chen lah yang di tunjuk oleh Aqila.
“ apa? Kau takut pada ku?. Ah yang benar saja. Aku bahkan baru saja datang kemari karena mendengar kau histeris ” tanya Chen terkejut bercampur kesal. Bisa-bisanya Aqila takut pada dirinya sedangkan dirinya baru saja sampai kemari.
“ tidak! Bukan dia. Tapi mereka ” Aqila menggelengkan kepalanya masih dengan menangis.
Namun bukannya menjawab Aqila malah semakin erat memeluk dirinya dan tangis nya semakin kencang.
“ bagaimana bisa sekuat ini. Kau bahkan baru saja sadar ” keluh Liu merasa sesak dengan pelukan Aqila yang semakin erat.
“ aku jadi ragu jika kau sedang sakit ” cibir Chen pada Aqila. “ tapi! Tunggu dulu ” Chen terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
“ dokter bukankah kalian pernah berkata jika Aqila sadar kemungkinan besar dirinya akan menjadi idiot ” celetuk Chen dengan wajah yang terlihat kebingungan.
__ADS_1
“ hey, apa maksudmu ” kesal Liu mendengar ucapan Chen.
“ tidak tuan, kami tidak pernah berkata seperti itu. ” balas salah seorang dokter. Karena memang tidak ada yang pernah berkata seperti itu.
“ kau Jangan berbohong, kalian memang pernah berkata seperti itu kemarin ” ujar Chen merasa di bohongi oleh para dokter itu.
“ kami hanya mengatakan ada kemungkinan jika nona Aqila sadar dirinya akan mengalami gangguan pada otak nya ” balas dokter itu.
“ itu sama saja dengan idiot ” ujar Chen ketus.
“ gangguan pada otak tidak hanya menjadi idiot tuan ” kekeh dokter itu juga tidak mau di salahkan.
Saat semua orang sedang berdebat. Membicarakan tentang Aqila. Namun orang yang sedang di bicarakan malah sudah menutup mata karena merasa seperti sedang di bacakan dongeng oleh mereka semua.
Mereka tidak ada yang tahu jika yang di takuti oleh Aqila adalah para anak buah Liu yang berpakaian serba hitam dengan postur tubuh yang tinggi besar. Sama seperti orang yang di lihatnya terakhir kali sebelum dirinya menutup matanya saat kecelakaan itu terjadi.
Kerena hal itu mengingatkan Aqila kembali tentang kecelakaan yang pernah dialaminya Beberapa Waktu lalu.
__ADS_1