Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
apa kau masih kesal?


__ADS_3

pagi hari di mansion Liu, lebih tepatnya di ruang makan sudah ada Liu dan Chen sedang menikmati sarapan pagi mereka.


“ bagaimana? ” Liu bertanya pada Chen setelah selesai memakan sarapannya.


“ apanya yang bagaimana bos” tanya Chen balik di sela makan nya tanpa menghentikan kegiatan nya.


“ apakah kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta semalam? ” Liu menatap Chen tajam.


Chen menghentikan sarapannya, lalu balik menatap Liu dengan tatapan tak kalah tajam.


“ mengapa kau malah balik menatap ku? ” ujar Liu kesal.

__ADS_1


“ sudah, aku sudah mendapatkan apa yang kau minta boss” balas Chen sambil memutar bola malas. “ dia merupakan salah satu karyawan di perusahaan mu. dia juga merupakan suami dari bibinya Aqila yang otomatis dia itu paman dari Aqila. dia memiliki seorang putri yang usia nya hampir sama dengan Aqila... ” Chen menghentikan ucapan nya sesaat untuk mengingat sesuatu “ ahh.. satu lagi. nama nya Alex, Rosetta istrinya dan Clara adalah nama putri nya” sambung Chen setelah mengingat semuanya.


Chen memberi tahu semuanya kepada Liu dengan nada bicara seperti orang yang malas untuk bicara tapi di paksakan untuk bicara. yaa kalian pasti tau lah. seperti yang tidak niat untuk bicara.


Liu mendengarkan ucapan Chen sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti. tapi ada satu hal yang Liu tidak mengerti. ada apa dengan nada bicara Chen?


“ ada apa dengan kau, haah? tidak biasanya kau seperti ini. ” Liu merasa heran dengan sikap Chen yang berbeda dari biasanya. “ tunggu... ” Liu mengerutkan keningnya tanda sedang berfikir “ apa kau masih kesal pada ku? ” sambung Liu.


“ sudah tahu masih bertanya ” gerutu Chen sambil berlalu pergi meninggalkan Liu.


“ aku mendengarnya ” ujar Liu sedikit berteriak. karena posisi Chen yang sudah jauh. “ cih seperti anak kecil saja ” sambung Liu.

__ADS_1


Liu segera bangkit dari duduknya untuk menyusul Chen yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan dirinya. tapi sebelum menyusul Chen, Liu berniat untuk melihat Aqila terlebih dahulu.


hari ini Aqila tidak di perbolehkan oleh Liu untuk ikut dengan nya ke kantor. karena Liu tidak ingin hal seperti kemarin terulang kembali. jujur Liu benar-benar tidak rela jika ada yang menyentuh Aqila seperti kemarin.


mungkin kalian berfikir bahwa Liu itu posesif tapi apa ya Liu peduli. tentu saja Liu tidak akan pernah memperdulikan ucapan orang lain. prinsip hidup Liu adalah jangan pernah mendengarkan ucapan orang yang tidak penting, jalani saja hidup kita sendiri karena hidup itu milik kita.


jangan biarkan ucapan seseorang mengusik hidupmu. tutup lah telinga mu, pandangan mata tetap lurus kedepan. jangan hiraukan mereka yang selalu mengganggu mu. karena pada dasarnya orang yang suka mencaci, menghina, menjelek-jelekan mu adalah orang yang iri dengan mu.


jika Liu adalah tipe orang yang suka mendengarkan ucapan seseorang apa mungkin sekarang ini dia menjadi seorang mafia? membunuh banyak orang? menjual obat terlarang? senjata ilegal?. bukankah menjadi seorang pengusaha sudah cukup untuk biaya hidup?.


ohh ayolah yang Liu cari bukan hanya uang tapi kesenangan. ya kesenangan lah yang Liu cari. Liu berusaha melupakan kehidupan masalalu nya yang kelam dengan cara mencari kesenangan. jika Liu mendapatkan kebahagiaan mungkin Liu akan berhenti dari mafia menjadi mantan mafia.

__ADS_1


__ADS_2