
di dalam sebuah ruangan yang di penuhi senjata, ada 2 orang sedang berbicara.
“ siapa wanita itu? ” tanya seorang pria bernama zhang xiumin kepada temannya.
“dari informasi yang saya dapat, wanita itu adalah Penerjermah nya tuan ” jawab abin, orang kepercayaan zhang.
zhang xiumin adalah mafia China, yang merupakan sepupu dari Robin. ia mendapat kabar dari orang tua Robin bahwa sudah 1 mingguan Robin tidak ada kabar. dan tidak bisa di hubungi.
orang tua Robin meminta bantuan kepada zhang xiumin untuk mencari tau keberadaan Robin. mereka khawatir takut nya terjadi sesuatu pada Robin, secara Robin kan seorang mafia. pastinya dia memiliki banyak musuh.
Zhang xiumin sudah mencari tau keberadaan Robin di mana-mana tapi zhang belum juga menemukan Robin. dari informasi terakhir yang zhang dapatkan, Robin ada transaksi dengan Liu Changhai. setelah itu Robin menghilang entah kemana.
Zhang menaruh kecurigaan kepada Liu, Zhang berfikir Liu telah menahan atau bahkan telah membunuh sepupunya itu. oleh karena itu sekarang Zhang selalu mengawasi gerak-gerik Liu, tanpa sepengetahuan Liu.
“ kau harus terus mengawasi nya ” ujar Zhang kepada Abin
“ baik tuan ” balas Abin. “ oh iya tuan, besok malam kita ada transaksi dengan nya tuan. ” sambung Abin mengingatkan Zhang.
__ADS_1
“transaksi?? transaksi apa?? ” tanya Zhang. ia lupa jika ia pernah bersepakat untuk melakukan transaksi ilegal dengan Liu besok malam.
“senjata dan beberapa obat-obatan tuan ” balas Abin.
“ahh iya.... aku baru ingat ” ujar Zhang setelah terdiam berusaha untuk mengingat kembali.
ini adalah transaksi kedua Zhang bersama Liu. beberapa waktu lalu, Zhang juga sudah pernah bertransaksi dengan Liu. Zhang sangat puas dengan senjata dari Liu, tidak sia-sia Zhang membeli dengan harga yang tinggi. karena kualitas senjata dari Liu sangatlah bagus.
***
sedangkan di perusahaan tepatnya di dalam ruangan Liu. Liu sedang uring-uringan kepada Chen, karena ia tadi tidak memenangkan tender besar. Liu menyalahkan Chen karena Chen semalam sudah mengajak nya pergi dan minum minum hingga mabuk.
“apa salah ku boss” tanya Chen yang masih belum paham kenapa boss nya itu memarahi nya.
“dasar bodoh! masih berani kau menanyakan apa salah mu? ” ujar Liu semakin geram karena Chen masih juga belum paham dengan kesalahan nya.
“jika kau memarahi ku hanya karena kita tidak memenangkan tender. kau sangat curang boss” ujar Chen tidak Terima jika hanya dia yang di salah kan.
__ADS_1
“ lalu aku harus memarahi siapa lagi jika bukan kau bodoh. kau yang salah jadi wajar jika aku memarahi mu. ” balas Liu.
“ kau juga harus memarahi wanita itu ” ujar Chen lagi.
“kau ingin aku memarahi orang lain atas kesalahan yang kau buat.. haah?
dasar tidak tahu malu! ” balas Liu sedikit berteriak.
“ boss ini tidak adil, masa kau hanya memarahi ku saja. padahal wanita itu juga salah. dia tidak membangun kita tepat waktu jadi dia juga salah boss” balas Chen masih tidak Terima jika hanya dia yang di marahi. menurut nya Aqila juga salah karena tidak membangun mereka tepat waktu.
“ cih... dasar! bulan ini gaji mu ku potong ” balas Liu.
“ ohh,, ayolah boss. jangan potong gaji ku. sekarang aku sedang mengkredit sebuah mobil. jika kau potong gaji ku Maka aku harus bagaimana boss” ujar Chen sedikit memohon, ia tidak mau gajinya dipotong.
“ itu bukan urusan ku ” balas Liu tidak perduli pada Chen.
“ kau jahat boss ” ujar Chen merajuk sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Liu yang melihat ekspresi Chen langsung bergidik ngeri dan juga jijik. ada apa dengan anak buah serta sahabatnya itu pikir Liu.