
“ tidak ” balas Liu masih terus memandang wajahnya Aqila, tidak! lebih tepatnya pandangan Liu terus tertuju pada bibir merah muda Aqila yang terlihat sangat menggoda itu.
Chen merasa sudah seperti hantu saja saat ini. Chen memutuskan untuk beristirahat saja di kamar nya, lagian sekarang sudah ada Aqila yang akan membantu Liu. dari pada ia harus melihat pemandangan yang akan membuat nya iri, lebih baik pergi saja.
“ apa ini? ada apa dengan jantung ku ” batin Aqila. Aqila membuang wajahnya tidak mau memandang wajah Liu lebih lama lagi karena itu tidak sehat untuk jantung nya.
Liu menarik dagu Aqila agar Aqila kembali memandang nya. “ ada apa? ” tanya Liu saat pandangan mereka bertemu kembali.
“tid.. tidak ada ” balas Aqila gugup. “ ini kau lanjutkan saja sendiri ” Aqila memberikan kembali obat itu pada Liu. lalu bangkit dari duduk berniat untuk kembali kekamar melanjutkan mimpi indah yang sempat tertunda tadi.
“ Aaa.. ” teriak Aqila terkejut karena tiba-tiba Liu menarik lengan nya. dan Aqila terjatuh tepat di pangkuan Liu.
Liu mendekatkan wajahnya pada wajah Aqila lalu menempel kan bibir nya dan bibir Aqila. Aqila membelalakan matanya saat tiba-tiba ada sesuatu yang kenyal menyentuh bibir nya.
perlahan Liu menggerakkan bibir nya kaku. jujur saja ini cium pertama Liu, jadi Liu belum terlalu paham dengan yang namanya ciuman.
Liu terus ******* bibir Aqila. tapi Aqila hanya diam saja tidak mau membalas ******* nya.
Liu menghentikan aksinya lalu menatap wajah Aqila yang nampak masih terkejut akibat ulahnya. Liu tersenyum, tangan nya menyeka rambut Aqila.
__ADS_1
“ dasar mesum. apa yang kau lakukan ” maki Aqila sambil menutup mulutnya. lalu Aqila berusaha untuk bangkit dari pangkuan Liu
namun usahanya gagal karena Liu langsung memeluk pinggang nya dengan sangat erat. Liu tidak mau Aqila bangkit dari pangkuannya.
spontan Aqila langsung memukul lengan Liu yang sedang terluka agar Liu melepaskan pelukan nya.
“ auw ” rintih Liu melepaskan pelukan nya lalu memegang lukanya yang kembali mengeluarkan darah akibat dari pukulan Aqila yang cukup keras.
Aqila gelagapan saat melihat luka Liu yang kembali mengeluarkan darah. “ maaf aku tidak sengaja ” ujar Aqila meminta maaf.
‘oh shit! apa dia sengaja menggoda ku ’ batin Liu karena Aqila terus bergerak di pangkuan nya. sehingga membangunkan gairah nya sebagai pria.
Aqila meniupi luka Liu. bermaksud untuk membantu agar Liu tidak terlalu merasakan sakit. “ aku sungguh tidak sengaja. maafkan aku ”
Aqila memberontak berusaha melepaskan diri dari Liu. mendorong dada Liu agar menjauh. namum usahanya gagal karena tenaga Liu lebih besar dari nya.
“ jangan melawan ” ujar Liu menghentikan aksi nya. “ kau yang menggoda ku, jadi kau harus bertanggung jawab ”
“ dasar monster kejam mesum ” ujar Aqila terus memberontak. “ aku tidak pernah menggoda mu, ”
__ADS_1
“ diam! ” ujar Liu. lalu memeluk tubuh Aqila. “ cepat obati luka ku ” pinta Liu.
“tidak mau! kau obati saja sendiri ” tolak Aqila.
“ kau harus tanggung jawab karena telah membuat lukaku kembali mengeluarkan darah ” ujar Liu semakin mengeratkan pelukannya.
“ iya, oke oke. tapi kau harus lepaskan aku dulu. ” ujar Aqila meminta Liu untuk melepaskan nya.
“tidak mau ” Liu menggelengkan kepalanya.
“ biarkan seperti ini terlebih dahulu. karena aku merasa nyaman jika seperti ini ” sambung Liu.
“ kau yang merasa nyaman. tapi aku tidak bisa bernafas jika kau terlalu erat memelukku seperti ini ” protes Aqila.
Liu sedikit meregangkan pelukan nya pada Aqila. entah mengapa ia merasa hangat dan nyaman jika seperti ini. ia jadi merasa lebih tenang, perlahan ia memejamkan matanya.
Aqila merasa heran saat Liu diam saja dan tidak bergerak. perlahan Aqila melepaskan pelukan Liu.
“ pantas saja ” gumam Aqila saat mengetahui bahwa Liu sudah tertidur.
__ADS_1
perlahan Aqila membaringkan tubuh Liu di sofa. di tatap nya wajah tenang Liu. ternyata tingkat ketampanan Liu bertambah berkali-kali lipat jika sedang tertidur seperti ini.
Aqila kembali mengobati luka Liu secara perlahan, takut akan menggangu tidur Liu. lalu Aqila kembali ke kamar nya. untuk mengambil selimut. setelah menyelimuti tubuh Liu Aqila kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur nya.