
Saat ini sedang menyuapi Aqila makan. Meskipun sedikit sulit karena Aqila yang terus menolak dengan banyak alasan. Tetapi Liu tetap sabar merayu agar Aqila mau menghabiskan makanannya.
“ sebenarnya apa yang terjadi pada kaki ku mengapa aku tidak bisa menggerakkan nya? ” tanya Aqila di sela makanya. Karena sejak tadi dirinya tidak dapat menggerakkan kakinya.
“kata dokter kau mengalami patah tulang pada kaki mu, sehingga wajar saja jika kau tidak dapat menggerakkannya. ” balas Liu sembari terus menyuapi Aqila dengan telaten.
“ kau tau, kau itu sungguh hebat. Dokter pernah berkata padaku bahwa jika kau sadar, kemungkinan besar kau tidak akan bisa hidup normal lagi. Tapi apa ini, kau bahkan masih saja cerewet seperti sebelumnya ” ujar Liu dengan senyuman manis di bibirnya. Jujur saja Liu merasa sangat bahagia mengetahui bahwa Aqila baik-baik saja dan tidak kekurangan suatu apapun.
“ benarkah?, ” tanya Aqila antusias. Merasa bangga dengan diri sendiri.
“ tentu saja. ” balas Liu. “ cepat kau habiskan makanan mu, sehingga kau akan cepat sembuh dan bisa berjalan kembali. Agar aku tak perlu repot-repot menggendong mu kealtar nanti ” sambung Liu.
__ADS_1
“apa? ” tanya Aqila terkejut. “ altar? Altar pernikahan maksudmu? ” tanya Aqila memastikan.
“ tentu saja, memangnya ada yang lain selain Altar pernikahan? ” tanya Liu menaikan kedua alisnya. Sembari mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Aqila.
“ siapa yang akan menikah? ” sebuah pertanyaan yang aneh menurut Liu keluar dari mulut Aqila.
“ tentu saja KITA, kau dan aku secepatnya kita akan menikah ” balas Liu masih dengan senyum manis di bibirnya.
“ aku menikah dengan mu?, Tidak mau ” tolak Aqila. Entah apa yang ada di pikiran Aqila. dalam hatinya ia merasa bahagia bahwa Liu mengajaknya menikah. Namu logika nya menolak karena ini sangat mendadak.
“tidak bisa, ini namanya pemaksaan ” tolak Aqila lagi dengan mengerucutkan bibirnya. Apa-apaan Liu ini dengan seenaknya saja mengambil sebuah keputusan yang menyangkut hidup seseorang.
__ADS_1
Cup satu kecupan mendarat di bibir Aqila. Siapa lagi pelakunya jika Bukan Liu. “ sudah ku katakan aku tidak menerima penolakan ” ujar Liu sambil mengacak-acak rambut Aqila.
“ sekarang kau istirahat lah, aku ingin melihat aksi Chen terlebih dahulu ” ujar Liu menyelimuti tubuh Aqila dan mengecup kening nya lembut.
“ aku baru saja terbangun dari tidurku, mengapa sekarang kau sudah menyuruh ku untuk tidur kembali ” gerutu Aqila namun dirinya tidak menolaknya. Karena dirinya memang sudah merasa mengantuk kembali setelah meminum obat yang di berikan oleh Liu.
Setelah memastikan bahwa Aqila benar-benar telah tidur, Liu pergi ke luar meninggalkan kamar itu. Untuk melihat Chen yang kembali melanjutkan aksinya.
“ ingat jangan ada yang berani masuk kedalam, atau kalian akan merasakan akibatnya nanti ” ujar Liu memperingati para anak buahnya yang berjaga di luar kamar nya.
Alasan Liu melakukan itu tentu saja karena tidak ingin kejadian beberapa waktu lalu terulang lagi. Meskipun dirinya belum tahu penyebab pasti Aqila merasa takut. Namun apa salahnya untuk berjaga jaga.
__ADS_1
Liu pergi meninggalkan kamar itu menuju gudang tempat dimana Chen sedang beraksi.
“ Zhang sekarang giliran mu! ” gumam Liu sambil terus berjalan kearah gudang.