Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
tidak cocok


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Liu, Aqila serta Chen tiba di mansion. dengan Chen yang masih kesal dengan Aqila dan juga Liu.


kekesalan Chen memuncak saat Liu dan Aqila tahu bahwa dirinya sedang berusaha untuk mendekati Jia Li. Dan hal itu membuat mereka semakin bersemangat untuk menjahili dirinya.


ohh astaga... Liu dan Aqila memang sangat kompak dalam urusan menjahili Chen. benar-benar pasangan yang menyebalkan. sangat-sangat menyebalkan, sungguh.


“ menurutku kau tidak cocok dengannya Chen ” ujar Liu saat mereka sudah sampai di ruang keluarga.


“ aku tidak pernah meminta pendapat darimu boss ” balas Chen dengan mencibir.


“ tapi aku setuju dengannya Chen ” timpal Aqila dengan tersenyum mengejek.


“ kau dengar sendiri kan Chen, calon istri ku ini setuju dengan pendapat ku. kau memang tidak cocok dengannya. ” ucap Liu dengan tersenyum bangga karena Aqila memihak kepada dirinya.


“ hoho aku tidak perduli dengan pendapat kalian berdua. ” balas Chen, tidak mau kalah dari pasangan itu.


“ wanita itu terlalu cantik untuk dirimu yang jelek ini Chen. kalian tidak cocok. ” ujar Aqila santai. yang langsung mendapatkan dua jempol dari Liu, tanda setuju.

__ADS_1


“ ya dia memang sangat cantik. kau iri kan dengan kecantikan nya. ” balas Chen. “ meskipun aku jelek tapi setidaknya aku bisa mendapatkan pasangan yang cantik, tidak seperti kalian yang sama-sama jelek. ” sambung Chen dengan tertawa.


“ jaga bicaramu Chen, sebelum ku hancurkan mulutmu itu! ” ujar Liu sambil menatap Chen tajam.


mendengar ucapan Liu dan tatapan tajamnya, Chen langsung menghentikan tawanya.


“ apa aku salah bicara? ” gumam Chen dalam hati.


“ Hey mengapa kau marah boss, aku hanya bercanda. tenang lah ” balas Chen.


“ kau ini, senang sekali jika mengejek orang lain. tapi kau selalu marah jika orang lain yang mengejek mu. ” ucap Aqila, merasa bahwa Liu sudah berlebihan.


“ aku pergi lebih dulu ” ujar Chen dan langsung meninggalkan ruang keluarga dengan tergesa-gesa. Chen paham jika dirinya tetap di sana Liu dan Aqila pasti akan membuat dirinya iri.


“ ada apa dengannya? ” tanya Aqila merasa bingung dengan Chen.


“ entahlah ” balas Liu sambil mengangkat bahunya. “ bagaimana menurutmu? ” Liu balik bertanya pada Aqila sambil bergerak agar lebih dekat dengannya.

__ADS_1


“ apanya? ” tanya Aqila bingung dengan pertanyaan Liu.


“ Chen dan wanita itu? bukankah kau sudah bertemu dengan wanita itu di kantor tadi. ” ujar Liu sembari membelai lembut rambut Aqila.


“ kelihatannya dia wanita yang baik. aku tidak masalah jika Chen bersama dengan dia. ” balas Aqila sembari meletakkan kepalanya ke dada bidang Liu.


meskipun tadi mereka mengejek Chen, dan mengatakan padanya bahwa mereka tidak cocok. tetapi tidak dengan kenyataannya, mereka justru merasa senang jika Chen bisa memiliki kekasih. ya walaupun mereka belum menjadi pasangan kekasih, tetapi mungkin tidak akan lama lagi.


“ bagus lah jika begitu ” ujar Liu sembari mencuri ciuman pada Aqila. “ ayo kita istirahat di kamar saja, aku lelah.” ajak Liu pada Aqila.


“ aku akan tidur di kamarku sendiri.” balas Aqila lalu bangkit dari duduknya dan segera berjalan menuju kamarnya.


“ baiklah aku juga akan tidur bersama mu di kamarmu. ” balas Liu berjalan mengikuti Aqila.


“ tidak bisa, kau tidur saja sendiri di kamar mu. ” tolak Aqila lalu mendorong dada Liu agar dirinya tidak mengikutinya.


“ kau tidak boleh menolak ku, sebentar lagi kita akan menikah. ” kekeh Liu. dan berjalan lebih dulu ke kamar Aqila.

__ADS_1


dengan kesal bercampur senang akhirnya Aqila tidak bisa berbuat apa-apa. membiarkan Liu tidur bersamanya di kamarnya. menyebalkan memang.


__ADS_2