
malam hari di hotel
“ hey bodoh, apa kau sudah bosan hidup haah? berani sekali kau mengabaikan pesan ku ” maki Liu kepada anak buahnya yang siang tadi diberi tugas olehnya untuk menyuruh Chen agar segera menghubungi nya.
“ maaf tuan, tadi aku sudah mengatakannya kepada tuan Chen. tapi ia menolak katanya ia ingin pergi untuk bersenang-senang malam ini tuan ” balas anak buah Liu menjelaskan tentang Chen saat ini.
“ dasar bocah tengik, baru di beri tugas seperti itu saja sudah stres. ” gerutu Liu yang memang sudah hafal betul Sifat Chen yang akan pergi minum-minum sampai mabuk jika sedang stres. “ baiklah kalau begitu, kau awasi saja dia ” perintah Liu sebelum memutuskan panggilan telepon.
“ ada apa? ” tanya Liu dengan nada kesal saat melihat Aqila yang memerhatikan dengan tidak biasa.
“ apa? ” tanya Aqila balik dengan memicingkan matanya sambil mencibir.
“ apa yang kau lihat Hem? ” tanya Liu lagi.
“ tidak ada ” elak Aqila dengan ketus.
“ dia begitu khawatir dengan keadaan Chen, sampai lupa dengan makan malam ku, apa dia ingin membunuh ku karena kelaparan ” gerutu Aqila sambil berlalu pergi meninggalkan Liu.
...★★★...
sedangkan di tempat lain, saat ini Chen sedang berada di sebuah night club dengan di temani oleh beberapa wanita penghibur di yang ada di sana.
__ADS_1
ya Chen tidak sama dengan Liu yang suka menghindari wanita cantik. bagi Chen wanita adalah makhluk sempurna, tapi sayang nya banyak wanita yang dengan tingkah nya sendiri lah menjadikan dirinya tidak sempurna.
sempurna menurut Chen bukan lah yang memiliki wajah cantik, serta tubuh seksi. melainkan perannya lah yang menjadikan wanita itu menjadi sempurna. namun semua itu musnah saat dirinya harus kehilangan semua kasih sayang seorang ibu dalam hidupnya di usia yang terbilang sangat muda. sehingga menjadikan dirinya menjadi seperti sekarang ini.
“ inilah yang aku inginkan saat ini ” ujar Chen sambil meneguk minuman kerasnya.
“ mari kita bersenang-senang malam ini ” ujar Chen yang seperti sudah mulai mabuk.
tanpa Chen sadari sebenarnya dirinya sedang di awasi oleh beberapa orang yang berniat jahat pada nya.
di sudut club terlihat Zhang sedang mengawasi Chen dari kejauhan dengan pakaian serba hitam, topi serta masker untuk menutupi wajahnya agar tidak di kenali oleh anak buah Liu yang sedang menjaga Chen.
“ tunggu sebentar lagi ” ujar Zhang saat Daisuke meminta izin untuk segera menyerang Chen.
“ bersabar lah ” balas Zhang.
“ bersiap! ” Zhang memberi aba-aba kepada anak buahnya untuk menyerang Chen. seketika seluruh anak buah Zhang segera bersiap memegang pistol nya yang tersembunyi di balik jas nya Meraka masing-masing.
satu anggukan kepala dari Zhang langsung membuat club tersebut yang awalnya terdengar suara dentuman musik yang memekakkan telinga. manjadi berubah dengan suara tembakan dan teriakan kepanikan dari para pengunjung lain.
sadar jika Chen dalam bahaya para anak buahnya segera berkerumun untuk melindungi Chen yang sudah sangat mabuk. sangat tidak mungkin bagi Chen untuk melawan mereka.
__ADS_1
“ lindungi tuan Chen ” . teriak salah seorang kepada yang lainnya. dan Chen segera di bawa bersembunyi untuk menghindari tembakan dari musuh.
dan terjadilah baku tembak di club tersebut. terlihat para anak buah Chen yang sedikit kewalahan kerena menghadapi serangan mendadak dari Zhang dan Daisuke berserta para anak buahnya. di tambah lagi jumlah anak buah Zhang dua kali lebih banyak di bandingkan dengan jumlah anak buahnya Chen.
“ hey berengsek, berani sekali kalian menyerang ku secara mendadak.”. maki Chen saat kesadarannya sedikit demi sedikit kembali.
“ kita harus segara pergi dari sini tuan, mereka terlalu kuat. aku akan melindungi mu” salah seorang dari mereka kepada Chen.
“ baiklah ” balas Chen.
namun saat Chen sedang mengendap-endap berusaha untuk keluar dari bahaya. tiba-tiba terdengar suara tembakan.
*dor...
“ tidakkkk ”
“ tuannnn*”
teriak para anak buah Chen kompak.
seketika itu pula terdengar suara instruksi polisi yang sudah mengepung gedung tersebut.
__ADS_1
“ sial mengganggu saja ” umpat Zhang menyadari kehadiran polisi.
“ mundur! ” perintah Zhang kepada para anak buahnya yang tersisa.