
sesampainya di tempat tujuan Liu masuk kedalam sebuah bangunan di ikuti oleh Chen dan juga Aqila, dan beberapa anak buah Liu.
"ingat kau adalah penerjemah ku, jadi kau harus menerjemahkan bahasa Robin pada ku jika Robin berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia. jika kau membohongi ku maka kau akan langsung ku bunuh." ancam Liu pada Aqila sebelum mereka masuk.
Aqila tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepala nya saja.
mereka pun langsung masuk dan ternyata Robin sudah menunggu kedatangan Liu.
"datang juga rupanya" batin Robin saat melihat Liu datang.
Liu semakin yakin bahwa Robin memiliki rencana tersembunyi,karena gerak-gerik nya terlihat aneh.
akhirnya mereka pun melakukan transaksi, tapi saat Robin mau memberikan uang nya kepada Liu, Robin tersenyum lalu berkata
"ambil ini uang palsu" ujar Robin menggunakan bahasa Indonesia.
Liu yang tidak tahu Robin bicara apa,langsung melihat ke arah Aqila.
Aqila yang tau arti dari tatapan Liu langsung bicara pada Liu.
" zhe shi jia qian" ujar Aqila pada Liu.
__ADS_1
"sial" umpat Liu geram.
Robin tidak menyangka ternyata Aqila mengerti bahasa Indonesia.
"kau ingin menipu ku.. haah" teriak Liu pada Robin sambil memegang kerah baju Robin.
satu tinjuan dari Liu mengenai wajah Robin.
akhirnya terjadilah perkelahian antara Liu dan Robin.anak buah Robin pun ikut menyerang, Chen sadar bahwa Aqila bisa tertembak langsung menyuruh Aqila untuk bersembunyi.
"hei.. gadis cepat sembunyi" ujar Chen pada Aqila
Aqila pun langsung mencari tempat untuk bersembunyi, sedangkan Chen dan beberapa anak buah Liu sedang asik menembaki anak buah Robin. tempat yang tadinya cukup bersih sekarang ada banyak darah dan mayat yang Bergeletakan. sedangkan Liu sendiri sedang asik menghajar Robin tanpa senjata. Robin yang sudah kewalahan menghadapi Liu jatuh tak sadarkan diri dengan tubuh yang babak belur.
"ini adalah balasan untuk pembohong seperti mu." ujar Liu dengan emosi setelah membunuh Robin.
"kau baik-baik saja boss... apa ada yang terluka?" tanya Chen pada Liu.
"aku baik-baik saja" ujar Liu.
Aqila masih diam tak percaya melihat ada banyak darah dan mayat di depan matanya. dia tak pernah melihat hal seperti ini sebelum. tubuh Aqila mulai bergetar air matanya keluar.
__ADS_1
"apakah aku nanti akan mati mengenaskan seperti mereka" batin Aqila.
Liu melihat Aqila menangis langsung menghampiri Aqila.
"kau kenapa? " tanya Liu pada Aqila, ia heran kenapa Aqila menangis.
"apa... apa aku nanti akan seperti mereka" ujar Aqila sambil menangis.
"ya... jika kau berbohong dan mengkhianati ku" ujar Liu pada Aqila.
Aqila semakin takut dengan jawaban dari Liu.
kepala nya tiba-tiba sakit, sangat sakit hingga dia pingsan.
Liu yang berada di dekat Aqila langsung menangkap Aqila. dan menggendong tubuh Aqila.
"Chen bereskan tempat ini" ujar Liu, lalu pergi keluar sambil menggendong Aqila.
Chen langsung menganggukkan kepala tanda mengerti. dia memasang bom di tempat itu lalu pergi keluar.
Liu membawa Aqila masuk kedalam mobil dan tak lama kemudian Chen menyusul mereka. Chen yang mengendarai mobil langsung pergi meninggalkan tempat itu di ikut beberapa anak buah Liu yang selamat.
__ADS_1
tak lama setelah mereka pergi,bangunan itu pun meledak. sudah pasti semua nya terbakar dan tidak ada yang tersisa jadi polisi tidak akan bisa mengetahui apa-apa.