
saat ini Aqila sedang di dalam kamarnya. Aqila kesal baru kemarin ia bisa menghirup udah luar tapi sekarang ia harus berdiam diri lagi di mansion Liu.
tok... tok... tok
suara ketukan pintu kamar Aqila. lalu setelah nya terdengar ada yang membuka pintu kamar. Aqila menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk ke dalam kamar nya.
“ ada apa? ” tanya Aqila ketus saat tahu siapa yang masuk ke dalam kamarnya. yang tak lain adalah Liu Shanghai sang monster kejam yang gila.
“ ada apa dengan mu? kenapa kau cemberut seperti itu ?” tanya Liu saat sudah sampai di hadapan Aqila.
“ menurut mu? ” balas Aqila.
“ nanti ku belikan ice cream yang kau suka” Liu berusaha membujuk Aqila.
WHAT'S? seorang Liu Shanghai membujuk seseorang wanita. apa ini tidak salah.
“ apa? ” tanya Aqila memastikan pendengaran nya tadi. mungkin ia salah dengar.
“ bukankah kau suka ice cream ? ” tanya Liu. ia masih ingat betul ucapan Aqila waktu itu. bahwa Aqila sangat menyukai ice cream.
__ADS_1
“ ya.. aku memang suka, tapi... ” belum sempat Aqila melanjutkan ucapannya Liu sudah memotong ucapannya.
“ ada apa? ” tanya Liu heran dengan ekspresi wajah Aqila yang terlihat bingung.
“ apa kau sakit? ” ujar Aqila sembari bangkit dari kasur mendekati Liu, lalu memegang kening Liu. “ tapi kau tidak panas ” ujar Aqila setelah memegang kening Liu.
“ apa yang kau lakukan? ” Liu menyingkirkan tangan Aqila dari keningnya. “ aku ini tidak sakit! ” sambung Liu.
“apa kau salah minum obat? ” tanya Aqila lagi. ia ingin memastikan Liu benar-benar tidak sakit atau salah minum obat.
“ aku tidak meminum obat sama sekali ” balas Liu Yang sudah kesal. “ sudahlah aku tidak jadi membelikan mu ice cream ” sambung Liu hendak meninggalkan Aqila.
Liu menghentikan langkah nyablalu berbalik menghadap Aqila kembali.
“ ada apa lagi? ” tanya Liu masih kesal.
“ ice cream nya rasa chocolate, strawberry, dan vanilla. ” ujar Aqila sambil tersenyum menampilkan deretan giginya.
“ sudah ku bilang tidak jadi ” tolak Liu.
__ADS_1
“ oh ayolah ” rengek Aqila.
“tidak! ” tolak Liu lagi.
“ plis ” ujar Aqila dengan wajah yang dibuat seimut mungkin. berharap Liu akan berubah pikiran dan mau membelikannya ice cream yang ia sebutkan tadi.
“ haha. ” Liu tertawa melihat wajah Aqila yang terlihat lucu baginya. padahal tadi ia hanya bercanda.
sedangkan Aqila langsung terdiam melihat Liu yang sedang tertawa. Aqila tidak menyangka bahwa seorang Liu Shanghai yang terkenal kejam bisa tertawa lepas seperti ini. ada sedikit rasa senang di hati Aqila kerena Liu tertawa akibat ulah nya.
“ baiklah nanti ku belikan ” ujar Liu sambil mengusap pucuk kepala Aqila.
“ aku pergi dulu.. kau baik-baik di sini ” ujar Liu sebelum meninggalkan Aqila.
Aqila hanya diam menatap kepergian Liu ia masih tidak habis pikir Liu bisa bersikap manis padanya.
“ apakah ini mimpi? ” Aqila mencubit pipinya sendiri. “ auwww ” Aqila merasakan sakit yang artinya bahwa Aqila sedang tidak bermimpi. “ benarkah ini nyata? ” tanya Aqila pada diri sendiri sambil mengusap pipinya yang habis ia cubit tadi.
ini adalah sebuah rekor baru. dimana seorang Liu bisa tertawa lepas dan bersikap manis seperti tadi. tak lupa percakapan Liu dan Aqila tadi menjadi perhatian dari seseorang. siapa lagi kalau bukan Chen. Chen tersenyum bahagia bisa melihat perubahan sikap Liu.
__ADS_1