
saat ini Liu, Aqila dan juga Chen sedang berada di dalam lift khusus untuk Liu. ini sudah jam pulang kerja dan mereka juga sudah mau pulang.
“ AQILA " teriak seorang pria paruh baya saat Aqila dan Liu sedang berada di lobby menunggu Chen yang sedang mengambil mobil.
Aqila dan Liu langsung menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.
Aqila langsung terkejut saat mengetahui siapa orang yang memanggil namanya.
“ paman ” lirih Aqila.
“ kau sedang apa disini ? ” tanya pria tersebut yang tak lain adalah pamannya Aqila. saat ia sudah sampai di dekat Aqila dan Liu berada.
jadi selama ini paman Aqila bekerja di sini. di kantor Liu. sebagai karyawannya Liu. oh kenapa Aqila baru mengetahui nya.
Aqila gugup dan juga bingung ia tak tau harus menjawab apa. ia tidak mungkin kan bilang ke paman nya bahwa ia sedang menjadi tahanan Liu. yang ada nanti Liu marah besar padanya, bisa-bisa nyawanya yang menjadi taruhannya.
__ADS_1
“ kau siapa? ” tanya Liu dengan wajah datarnya pada Paman Aqila.
“ maaf tuan, dia ini adalah keponakan saya ” ujar paman Aqila kepada Liu.
“ ayo pulang.. bibi mu sudah menunggu mu di rumah ” sambung paman sambil menarik tangan kanan Aqila ingin membawa Aqila pulang bersamanya.
“ tunggu! ” seru Liu sambil memegang tangan kiri Aqila. ia menatap paman Aqila dengan tatapan membunuhnya. berani-beraninya dia memegang tangan Aqila tanpa seizin nya. dan mau membawa Aqila pergi begitu saja. oh tidak bisa.
“ siapa kau. sehingga kau berani ingin membawa 'gadis ku' pergi. ” sambung Liu. ya ampun Liu tadi bilang apa gadis ku? yang benar saja.
“ aku pamannya sehingga aku berhak membawanya pulang tuan” paman Aqila mencoba menjelaskan kepada Liu.
“ tidak bisa!!” tolak Liu tegas. yang Masih menatap tajam pada Paman Aqila.
“ tapi tuan...” belum sempat paman Aqila melanjutkan kalimatnya sudah terdengar suara klakson mobil.
__ADS_1
tin...tinn...tiiiinnnn..
“ boss ayo ” teriak Chen dari dalam mobil. yang sudah mulai lelah menunggu boss nya tersebut.
“ ayoo ” Liu menarik lengan Aqila. dan Aqila hanya bisa mengikuti Liu. ia tidak bisa melawan Liu sekarang. ia tidak mau paman dan keluarganya kenapa-napa karena dia. meskipun paman dan bibi serta Clara tidak pernah memperlakukan dia dengan baik.
Aqila menoleh ke belakang menatap pamannya seolah meminta maaf pada pamannya.
sesampainya di mobil Liu menyuruh Aqila untuk segera masuk kedalam mobil. Chen bingung melihat ekspresi boss nya. ada apa dengan boss nya ini?kenapa dia menampilkan ekspresi marah?apa terjadi sesuatu di sana tadi? dan masih banyak lagi pertanyaan yang ada di kepala Chen saat ini.
Chen melihat kedalam lobby dan ia melihat seorang pria paruh baya sedang melihat kearah mobil.
“ siapa pria itu?” batin Chen melihat pria paruh baya tersebut. “ pasti terjadi sesuatu di dalam tadi.. ahh bodoh sekali aku. kenapa aku tadi tidak masuk dulu dan melihat apa yang terjadi”
“ kenapa kau diam saja.. cepat jalankan mobil nya ” bentak Liu pada Chen yang hanya diam saja dari tadi.
__ADS_1
“ baik boss ” ucap Chen. dan langsung menjalankan mobil mewah milik Liu tersebut menuju mansion megah kediaman Liu.