Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
saling mengejek


__ADS_3

“ maaf jika pertanyaan ku, membuat kalian merasa tidak nyaman ” ujar Aqila menyadari perubahan raut wajah Liu dan juga Chen.


Aqila tidak tahu apa-apa tentang kehidupan Liu dan juga Chen dulu. Jadi dirinya tidak mau egois dengan memaksa mereka untuk menjawab.


“ aku sih biasa aja ” balas Chen dengan logat bahasa Indonesia. Tidak sia-sia Chen belajar sedikit tentang Indonesia ternyata berguna juga.


Aqila ternganga saat mendengar Chen menjawabnya dengan logat bahasa Indonesia dengan sangat fasih. Sejak kapan Chen belajar bahasa Indonesia?.


Bohong jika Chen berkata jika dirinya baik-baik saja. Padahal dalam hatinya Chen merasa sedih jika harus mengingat masa lalu. Namun Chen tidak ingin memperburuk suasana.


“ aku ini tidak seperti Chen, aku sudah kaya sejak lahir ” tiba-tiba saja Liu berkata seperti itu. Membuat perhatian Aqila sepenuhnya tetuju pada Liu.


“ jadi maksudmu, semua kekayaan yang kau miliki sekarang ini adalah pemberian dari orang tua mu? ” tanya Aqila memastikan.

__ADS_1


“ bukan orang tua, tapi lebih tepatnya dari ibuku ” balas Liu membenarkan ucapan Aqila. Dan hal itu membuat Aqila sedikit kebingungan.


“ boss adalah anak yang tidak diinginkan ” ujar Chen dengan tiba-tiba diiringi dengan tawa mengejek.


“ kau pikir dirimu adalah anak yang diinginkan, kau harus ingat kau adalah anak hasil dari perselingkuhan. ” balas Liu dengan nada sinis.


“ dan kau anak hasil dari pemerkosaan ” balas Chen tak kalah sinis.


Liu menatap Chen tajam sambil berusaha menahan amarahnya. Berani sekali Chen berkata seperti itu padanya di depan Aqila.


“ tapi saat kedua orang tua ku 'melakukannya', mereka 'melakukannya' dengan cinta. Tidak seperti ibumu yang di paksa. ” perdebatan yang semakin sengit terjadi antara Liu dan Chen.


“ meskipun aku tidak tahu siapa ayahku, tapi setidaknya aku tahu siapa ibuku. Tidak seperti dirimu yang sama sekali tidak tahu siapa orang tuamu dan tinggal di pantai asuhan sejak bayi.”

__ADS_1


Aqila yang sedari tadi hanya mendengarkan perdebatan antara Liu dan juga Chen. Segera memutar otak untuk menghentikannya, Aqila yakin jika dibiarkan maka Liu dan Chen pasti akan bertengkar.


“ sudah cukup, jangan di lanjutkan. Aku kan tadi hanya bertanya tentang kekayaan yang Liu miliki, lalu mengapa kalian malah saling mengejek seperti ini ” ujar Aqila berusaha melerai perdebatan Liu dan Chen. Saat mereka sudah saling tatap dengan tajam.


“ Chen yang memulai lebih dulu ” balas Liu ketus.


Baru saja Chen ingin menjawab ucapan Liu, Aqila lebih dulu berbicara.


“ kalian tidak boleh saling mengejek seperti itu, bukankah kalian sahabat rasa saudara. Jadi kalian harusnya saling mendukung satu sama lain. Bukan saling mengejek.” Ujar Aqila cepat sebelum Chen menjawab ucapan Liu yang pastinya akan membuat perdebatan mereka semakin menjadi.


Namu Masih ada banyak sekali pertanyaan yang ada di benak Aqila seperti, kapan pertama kali Liu dan Chen bertemu?, Lalu apa alasan mereka bisa jadi seorang mafia seperti ini? Apalagi Liu, jika Liu sudah kaya sejak lahir lalu mengapa Liu mau menjadi seorang mafia.


Dan hal yang paling ingin Aqila ketahui adalah kehidupan masa lalu antara Liu dan Chen. Yang sepertinya sangat menyakitkan, apalagi Chen.

__ADS_1


“ jika kau ingin cerita lengkapnya tentang hidupku, maka malam ini kau harus tidur bersamaku di kamarku. ” ujar Liu menyadari bahwa Aqila masih ingin bertanya tentang kehidupan masa lalunya.


__ADS_2