Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
sakit


__ADS_3

sesampainya di rumah mewah milik nya, Liu langsung menyuruh Chen untuk membuat Aqila mau menjadi penerjemah nya.


"Chen sekarang tugas mu adalah membuat wanita itu mau menjadi penerjemah kita, lakukan apapun agar dia mau, kau boleh menyiksa dia jika wanita itu menolak" ujar Liu dan langsung pergi menuju ke dalam kamar milik nya.


"baik boss" jawab Chen singkat.


Chen langsung pergi menemui Aqila yang sedang di tahan di dalam gudang.sesampainya di gudang Chen sedikit terkejut melihat Aqila sudah terbaring lemah di lantai. tanpa pikir panjang Chen langsung berlari menghampiri Aqila dan langsung membuka tali yang mengikat tubuh Aqila.


"hei kau kenapa... bangun! " Chen mencoba membangunkan Aqila dengan cara menggoyang goyangkan tubuh Aqila dan memukul pelan pipi Aqila.


"astaga... tubuh mu panas sekali" gumam Chen.dia langsung mengangkat tubuh Aqila dan membawa Aqila ke dalam rumah.


sesampainya di dalam rumah Chen langsung membaringkan tubuh Aqila di atas kasur. setelah membaringkan tubuh Aqila, Chen langsung berlari keluar dan mencari bos nya di dalam kamar.


Liu yang sedang asik merendam diri di bathtub langsung mendengus kesal saat mendengar pintu kamar nya di ketuk.


tok... tok... tok


"siapa" tanya Liu


"saya boss" Jawab Chen dari balik pintu


"ada apa? " tanya Liu lagi.


" boss wanita itu sedang tidak sadar kan diri boss" Jawab Chen dari luar, ia tidak berani masuk, jika tidak di suruh masuk oleh boss nya.


mendengar Jawaban dari Chen Liu langsung menghentikan aktivitas nya dan langsung menggunakan handuk, lalu berjalan keluar kamar mandi dan langsung menghampiri Chen yang sedang berada di luar kamar nya.


"kau mengganggu ku hanya karena masalah sepele... berani sekali kau! " ujar Liu sambil menatap tajam Chen yang sudah berada di hadapan nya.

__ADS_1


"bukan hanya itu boss,, tubuh wanita itu sangat panas ... sepertinya dia demam" Jawab Chen sedikit takut, karena mendapat tatapan tajam dari Liu.


"kalau begitu pangil kan dokter untuk mengobati nya. " ujar Liu kesal.


"hmmm...baik lah boss." jawab Chen.


Chen pergi meninggalkan Liu dan langsung menghubungi dokter untuk datang ke rumah bos nya.


Liu sangat kesal dengan Chen karena telah mengganggu nya bersantai.


"dasar tidak berguna,, hanya masalah kecil saja sudah berani mengganggu ku." gerutu Liu kesal sambil menutup kembali pintu kamar nya dan kembali untuk berendam lagi.


entah kenapa perasaan Liu menjadi tidak enak saat mengingat ucapan Chen tadi. ada rasa khawatir yang menghinggap.


"sial... kenapa aku terus memikirkan wanita itu" gumam Liu yang semakin kesal.


akhirnya Liu memutuskan untuk turun dan melihat keadaan Aqila. sesampainya di bawah Liu sedikit terkejut saat melihat dokter masuk dalam sebuah kamar yang ada di rumah nya. Liu berjalan mendekati kamar tersebut. ia heran kenapa dokter masuk kedalam rumah sedang kan yang sakit berada di dalam gudang.


" Chen " teriak Liu


"I... iya.. iya boss" jawab Chen gugup. dia sangat terkejut saat mendengar boss nya berteriak memanggil namanya. bukan hanya Chen yang terkejut, dokter yang sedang memeriksa Aqila pun ikut terkejut.


"kenapa kau membawa wanita kedalam rumah ku, tanpa seizin ku.. haah? " teriak Liu pada Chen. Liu semakin kesal pada Chen karena telah membawa Aqila masuk kedalam rumah nya tanpa sepengetahuan nya.


"maaf boss,,, tadi saya sangat bingung. dan entah kenapa saya langsung membawa dia kemari ,, sekali lagi saya minta maaf boss,"


jawab Chen memberi penjelasan pada Liu.


"cepat bawa dia keluar dari rumahku," perintah Liu pada Chen dengan memberikan penekanan di setiap kata.

__ADS_1


" baik boss,, tapi biarkan dokter memeriksa dia dulu, setelah selesai di periksa. baru saya bawa dia kembali..." jawab Chen. dia berharap semoga Liu mengizinkan dokter memeriksa Aqila terlebih dahulu.


Liu berfikir sejenak, dia marah tapi dia juga khawatir. entah lah kekhawatiran Liu semakin bertambah saat melihat wajah Aqila yang sudah sangat pucat.


"baiklah, aku beri izin" ujar Liu sambil menatap wajah pucat Aqila.


"tunggu apa, cepat periksa dia" ujar Chen pada dokter yang hanya diam saja dari tadi.


" baik tuan " ujar sang dokter. dan langsung memeriksa Aqila.


" bagaimana? " tanya Chen, saat dokter sudah selesai memeriksa Aqila.


"dia baik-baik saja tuan. dia hanya stres. dia juga kekurangan cairan tubuh dia butuh asupan gizi." Jawab sang dokter sambil menjelaskan keadaan Aqila saat ini.


"baiklah kalau begitu, terimakasih. kau boleh pergi sekarang." ujar Chen pada dokter tersebut.


"baik tuan." ujar sang dokter. saat dokter itu akan melangkah pergi tiba-tiba saja.


"tunggu" ujar Liu, menghentikan dokter itu.


Chen dan dokter langsung berbalik dan menatap Liu dengan heran.


"iyaa.. ada apa tuan" tanya sang dokter.


"kenapa kau tidak memberi resep obat? " tanya Liu pada dokter, dia heran kenapa dokter itu tidak memberikan resep obet. biasanya jika ada yang sakit dokter pasti memberikan resep obat pada pasien, agar cepat sembuh.


"ohh.. begini tuan, nona ini tidak butuh obat dia hanya butuh vitamin dan makanan." jawab sang dokter sambil tersenyum pada Liu.


Liu tidak menjawab dia hanya menganggukan kepala. sebenarnya Liu sangat lega saat mendengar bahwa Aqila baik-baik saja. entah apa yang terjadi pada Liu sehingga ia bisa memiliki rasa khawatir.sebelumnya dia tidak pernah merasakan itu. Liu saja heran dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"ada apa dengan boss,, kenapa dia tiba-tiba saja peduli pada orang lain? " batin Chen, yang merasa heran dengan sikap bos nya itu.


__ADS_2