Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
bodoh!


__ADS_3

Beijing China


“ di mana Chen? dan bagaimana keadaannya?” Tanya Liu pada anak buahnya yang menjemput dirinya di bandara.


“ di rumah sakit tuan ” balas orang tersebut.


Liu berjalan cepat menuju mobil tanpa memperdulikan Aqila yang tertinggal jauh di belakangnya.


“ ayo cepat! ” perintah Liu pada sopir mobilnya. sesuai perintah Liu sopir tersebut pun segera bergegas pergi menuju rumah sakit.


karena sangking khawatir nya Liu dengan keadaan Chen dia sampai melupakan keberadaan Aqila saat itu.


“ hey tunggu! ” teriak Aqila. saat mobil Liu telah melesat pergi tanpa mau menunggu dirinya. dan saat ini Aqila ditinggal sendiri di bandara dengan beberapa anak buah Liu yang tersisa.


“ ayo naik nona ” ujar salah seorang meminta Aqila untuk masuk kedalam mobil.


dengan perasaan kesal Aqila akhirnya masuk kedalam mobil, yang dia ketahui itu adalah anak buah Liu.


“ jahat banget sih dia ” gerutu Aqila dalam hati, dengan logat bahasanya. “ tega banget ninggalin aku sendiri di sini, khawatir sih khawatir tapi nggak gini juga kali ” rasanya ingin sekali Aqila menangis saat itu juga.

__ADS_1


\*\*\*


sekitar dua puluh menit akhirnya mobil yang di tumpangi Liu telah tiba di salah satu rumah sakit terbesar di Beijing.


dengan perasaan yang sangat khawatir Liu berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke ruang rawat Chen.


buk...buk...buk...


tanpa berkata apa-apa, dan dengan tiba-tiba Liu memukuli para anak buahnya yang saat itu sedang berjaga di depan ruang rawat Chen dengan membabi-buta. tanpa perduli bahwa saat ini dirinya sedang berada di rumah sakit, Liu menghajar mereka tanpa ampun.


“ dasar tidak berguna!, ”. maki Liu dengan amarah yang meluap-luap.


“ tenang dulu tuan ” salah seorang dokter mencoba untuk menenangkan Liu yang saat itu sedang sangat emosi.


“ apa kau bilang? tenang? bagaimana bisa aku tenang haah? ” maki Liu pada dokter itu.


“ sekarang katakan padaku bagaimana keadaan Chen? ” tanya Liu menatap tajam dokter itu.


“ tuan Chen terkena tembakan di bagian dada sebelah kanan, dan saat ini tuan Chen sudah baik-baik saja, karena tuan Chen telah berhasil melewati masa kritisnya tuan. kita hanya tinggal menunggu tuan Chen sadar. dan tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi mengenai tuan Chen ” ujar dokter tersebut menjelaskan tentang keadaan Chen saat ini.

__ADS_1


“ huffp, ” Liu menghembuskan nafasnya lega, mendengar jika saat ini keadaan Chen sudah baik-baik saja. “ aku ingin menemuinya! ” tanpa menunggu jawaban dari dokter Liu langsung menerobos masuk kedalam kamar rawat Chen.


“ dasar bodoh! ” Liu memaki Chen yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya.


Liu mengusap wajahnya dengan kasar, dan kembali keluar setelah puas memaki Chen.


“ siapa yang melakukan ini? ”. Tanya Liu kepada anak buahnya yang bertugas menjaga Chen.


“ *Daisuke dan Zhang, mereka telah bekerjasama untuk melakukan penyerangan ini tuan. ”


“ bukankah aku sudah melarang kalian agar tidak melakukan transaksi bersama dengan dia*.” tanya Liu, dengan mengernyitkan keningnya.


“ *benar tuan, sepertinya mereka telah merencanakan hal ini.karena penyerangan ini terjadi di night club tuan. ”


“ rupanya mereka ingin bermain-main denganku ” gumam Liu sambil mengepalkan tangannya. “ cari tau di mana keberadaan mereka saat ini.” perintah Liu pada anak buahnya. “ kali ini aku tidak akan mengampuni mereka*! ”. dengan tersenyum devil.


“ tunggu! Dimana Aqila? mengapa aku tidak melihatnya sejak tadi ” gumam Liu saat sudah menyadari bahwa tidak ada Aqila di sana.


“ di mana Aqila? ”. tanya Liu pada para anak buahnya. “ oh sialan, mengapa aku bisa lupa, dan meninggalkan dia begitu saja di bandara” ujar Liu saat sudah menyadari kebodohannya yang sudah meninggalkan Aqila sendiri di bandara.

__ADS_1


“ tunggu apa lagi bodoh! cepat kembali ke bandara dan jemput gadisku di sana!.” teriak Liu pada para anak buahnya yang hanya diam saja.


__ADS_2