
Saat ini Liu sedang dalam perjalanan pulang menuju mansion dengan menggunakan mobil mewah milik nya. Dan di ikuti oleh para anak buahnya di belakang.
Mobil yang membawa Zhang, Daisuke beserta Abin. Berbeda dengan mobil Liu. Mereka di bawa dengan pengawalan yang lebih ketat. Agar tidak bisa melarikan diri.
“ berikan aku obat, ” pinta Liu pada anak buahnya yang duduk di sebelah supir.
“ sial, ini perih sekali! ” gumam Liu meringis merasakan rasa perih di bagian lengannya yang terkena tembakan.
“ obat untuk apa tuan? ” entah lupa atau memang tidak tahu, anak buah Liu malah bertanya hal seperti itu.
“ apa kau buta haah?, Kau tidak lihat lengan ku ini terluka karena ulah si berengsek itu.” maki Liu emosi. Bisa-bisanya dia bertanya seperti itu.
“ maaf tuan, aku tidak tahu ” balas orang itu, dengan segera ia memberikan obat merah beserta kapas kepada Liu, yang memang sudah di sediakan di mobil Liu.
“ setelah sampai mansion aku pasti akan benar-benar membuat mu tidak bisa melihat lukaku ini selamanya, ingat itu! ”. Ujar Liu sembari menerima obat merah beserta kapas itu.
“ ma... maafkan aku tuan. Aku salah, mohon jangan lakukan itu ” ujar orang itu yang sudah bercucuran keringat dingin, karena takut.
__ADS_1
“ cih, maaf kau bilang? ” ketus Liu, sambil berusaha untuk mengobati luka tembak nya. Untung saja luka itu tidak terlalu dalam jadi Liu bisa dengan mudah mengeluarkan perlu yang tertanam di lengannya dengan mudah, tanpa harus di bantu orang lain.
“ biar ku bantu tuan, ” ujar salah satu anak buah Liu yang duduk tepat di belakang Liu.
“ aku tidak butuh bantuan mu! ” ujar Liu dengan sangat ketus.
***
Tepat pukul 12 malam Liu beserta para anak buahnya tiba di mansion. Tubuh Liu terasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan selama satu hari satu malam itu.
“ bawa mereka ke tempat biasa aku menyiksa para penghianat ” perintah Liu sembari keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam mansion.
“ di mana Chen? ” tanya Liu pada orang yang di tugaskan untuk menjaga Chen.
“ tuan Chen sedang beristirahat di kamarnya tuan ” balas orang itu hormat.
“ apa dia membuat ulah selama aku tidak ada? ” tanya Liu lagi sebelum melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai atas, tempat dimana Aqila berada.
__ADS_1
“ tidak tuan, hanya saja tuan Chen sedikit banyak mengeluh dan selalu menanyakan tentang anda ” balas orang tersebut.
Selama Liu tidak ada Chen memang suka sekali merepotkan orang lain. Contohnya saat dirinya ingin makan harus di suapi, dan dirinya tidak mau jika harus berjalan. Jadi tugas mereka menyiapkan kursi roda dan masih banyak lagi kelakuan kekanak-kanakan Chen yang membuat semua orang menggeleng-gelengkan kepalanya.
Liu sedikit menyunggingkan senyumnya saat mendengar cerita dari anak buahnya itu. Itu memang sudah sikap Chen dari dulu. Jika sedang sakit sikapnya berubah menjadi sangat manja kepada semua orang.
Liu melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dilihat nya ada banyak dokter di kamarnya,yang sepertinya baru selesai dari memeriksa Aqila. Tapi ini sudah sangat malam? Apa terjadi sesuatu pada Aqila?. Pikiran Liu menerawang jauh.
“ ada apa? ” tanya Liu sedikit khawatir Takut terjadi sesuatu pada Aqila.
“ tadi nona Aqila terdengar seperti sedang merintih menahan sakit tuan ” balas salah seorang dokter wanita.
Tangan Liu mengepal erat setelah mendengar ucapan dokter itu. Buru-buru dirinya menghampiri Aqila yang sedang terbaring, dengan banyak keringat di pelipisnya.
“ ada apa Hem? Di bagian mana yang sakit sayang?. Katakan padaku, agar para dokter itu mengobati rasa sakit mu ” lirih Liu mengusap lembut wajah Aqila yang di penuhi oleh keringat itu.
Hati Liu terasa sakit saat melihat Aqila yang seperti sedang kesakitan, namun masih dengan mata terpejam.
__ADS_1
“ cepat lakukan sesuatu, aku tidak tega melihat gadis ku kesakitan seperti ini ” perintah Liu pada para dokter yang menangani Aqila.
Namun apa yang bisa dilakukan oleh para dokter itu. Mereka pun tidak tahu harus melakukan apa. Mereka telah memeriksa kondisi Aqila, namun semuanya baik-baik saja. Dan hanya satu yang mereka pikirkan saat ini, bahwa Aqila seperti nya sedang mengalami mimpi buruk di dalam tidur panjangnya.