
sesampainya di lantai 10 tempat di mana ruangan Liu dan Chen berada. Aqila, Chen dan satu gadis cantik lainnya yaitu Jia Li segera keluar dari lift dan langsung menunju ke tempat kerja masing-masing. kacuali Aqila, yang memilih untuk menunggu kedatangan Liu di depan pintu lift.
“ kau tidak ikut nona? ” tanya Jia Li merasa aneh saat Aqila hanya diam saja dan tidak ikut Chen menuju ruangannya.
“ ah tidak perlu, aku akan menunggu di sini saja” balas Aqila sedikit merasa canggung saat wanita cantik itu memanggilnya nona.
“ kau akan sendiri di sini, lebih baik kau ikut saja dengan ku ” ujar Chen tiba-tiba. Chen takut terjadi apa-apa pada Aqila jika di tinggal sendiri dan Liu sudah pasti akan memarahinya.
“ tidak apa-apa Chen, kalian pergi saja lebih dulu. bukankah pekerjaan kalian sudah menunggu. ” walaupun Aqila merasa sedikit geli dengan cara bicaranya pada Chen. namun karena disini ada orang lain jadi Aqila berusaha untuk biasa saja.
“ baiklah kalau begitu, jika kau bosan kau bisa menemui ku di ruangan ku. ” balas Chen. Chen pun sama dengan Aqila, merasa geli dengan nada ucapannya. jika saja tidak ada Jia Li di sini sudah pasti mereka.. ya kalian pasti tahu lah.
sedangkan Jia Li merasa sangat aneh dengan sikap pasangan kekasih ini. mengapa mereka seperti ini, tidak ada romantis-romantis nya sama sekali. mereka malah terlihat sangat canggung.
__ADS_1
“ ah Jia Li kau bodoh sekali, dengan adanya dirimu di sini kau telah mengganggu mereka ” gumam Jia Li yang merasa situasi canggung ini dirinya lah penyebabnya. dan itu memang benar kan.
akhirnya tinggallah Aqila seorang diri di depan pintu lift menunggu kedatangan Liu sembari memainkan handphone nya. setelah beberapa menit pintu lift terbuka pertanda ada seseorang yang keluar dari lift. Aqila segera melihat siapakah orang yang baru saja tiba itu. dan
seketika tubuh Aqila lemas saat mengetahui orang yang keluar dari lift. dua orang pria dengan tubuh tinggi besar menggunakan pakaian serba hitam. sama seperti orang yang menyebabkan dirinya mengalami kecelakaan mobil beberapa waktu lalu. dan hal itu membuat Aqila merasa sangat ketakutan.
“ nona ” Ujar salah satu orang itu yang ternyata masih anak buah Liu.
dan hal itu membuat kedua orang anak buah Liu menjadi panik dan takut secara bersamaan.
“ nona, ada apa nona? ” tanya salah seorang. bukanya mereda Aqila malah semakin menangis histeris saat kedua orang itu ingin mendekatinya.
“ dasar bodoh menjauhlah darinya. ” teriak Chen sambil berlari kearah Aqila. Chen tahu betul penyebab Aqila menjadi seperti ini. Aqila Masih trauma jika melihat pria dengan tampang seperti mereka.
__ADS_1
“ tutup matamu ” ujar Chen saat dirinya sudah berada di dekat Aqila. “ tunggu apa lagi, cepat pergi! ” teriak Chen marah saat kedua orang itu malah diam di tempat.
“ Qila tenanglah, jangan takut. mereka telah pergi. ” ujar Chen berusaha menenangkan Aqila. Chen terlihat sangat bingung, haruskah dirinya memeluk Aqila agar Aqila tenang. namun bagaimana jika Liu nantinya salah faham.
“ bagaimana ini. ” gumam Chen merasa sangat bingung. dan saat Chen memutuskan untuk memeluk Aqila agar Aqila tenang. sebelum Chen benar-benar melakukan hal itu. tiba-tiba pintu lift terbuka dan nampak lah Liu dengan wajah paniknya.
“ apa yang terjadi? ” tanya Liu pada Chen dan langsung memeluk Aqila berusaha untuk menenangkan Aqila yang masih menangis.
“ tenang lah ada aku di sini ” ujar Liu mengusap lembut punggung Aqila dan mengecup puncak kepala Aqila.
“ ini semua ulah anak buah mu boss ” balas Chen merasa sedikit lega saat Aqila sudah mulai tenang di pelukan Liu.
sedangkan dari kejauhan Jia Li tampak terkejut saat melihat perlakuan boss besarnya, pemilik perusahaan ini kepada wanita yang dikiranya kekasih Chen. dan Chen yang nampak biasa saja saat kekasihnya di peluk orang lain.
__ADS_1