Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
kecelakaan


__ADS_3

*dor...


“ Aaaa*....” teriak Aqila dengan menutup telinganya saat kaca jendela mobil di sampingnya pecah oleh sebuah tembakan.


“ nona kau tidak apa-apa? ” tanya orang yang duduk di sebelah supir.


“ apa yang sedang terjadi? ” tanya Aqila dengan air mata yang sudah mulai bercucuran di wajahnya karena ketakutan.


“ Anda tenang saja nona, kami akan melindungi mu ” seketika itu pula mobil yang membawa Aqila berjalan dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran orang yang mengincar Aqila.


suara tembakan begitu memekakkan telinga Aqila. tidak ada yang bisa di lakukan oleh Aqila selain berdoa, dan berharap ada keajaiban.


“ ayah,ibu tolong aku.”. ucap Aqila di sela-sela doanya. yang sudah menangis sesenggukan.


dor..


satu tembakan tepat mengenai ban mobil. dan seketika itu pula mobil yang membawa Aqila hilang kendali.


nyiiiitttttt dan brukkk mobil yang membawa Aqila menabrak sebuah pembatas jalan yang terbuat dari beton. dan mobil itu terbalik, karena mobil itu menabrak dengan sangat keras.


“ Liu to....long a..ku.. ” lirih Aqila lemah yang sudah berlumuran darah akibat dari luka-luka yang ada di tubuhnya kerena kecelakaan mobil itu.


entah mengapa di saat-saat seperti ini hanya nama Liu yang bisa di ucapkan oleh Aqila.


samar-samar Aqila melihat beberapa orang dengan tubuh tinggi dan kekar. dan mendengar sedikit ucapan mereka.

__ADS_1


“ sepertinya dia sudah tiada.” terdengar samar-samar.


“ bagus lah,.” balas lawan bicaranya.


dan gelap, tidak ada lagi yang bisa di lihat oleh Aqila selain kegelapan. sangat gelap tidak ada cahaya sama sekali.


\*\*\*


sedangkan di tempat lain Liu sedang uring-uringan karena anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjemput Aqila beberapa menit yang lalu belum juga sampai. padahal ini sudah tiga puluh menit lebih. tapi belum ada tanda-tanda mereka akan tiba.


dan rasa khawatir Liu datang lagi, serta perasaan tidak enak itu pun muncul kembali.


“ semoga tidak terjadi apa-apa pada Aqila” gumam Liu sambil berjalan bolak-balik menunggu kedatangan Aqila.


Liu merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi Aqila.


Tut..tut...tut..


namun panggilan telepon Liu tidak di jawab oleh Aqila.


“ berani sekali dia tidak menjawab panggilan ku ” gerutu Liu, lalu mencoba untuk menghubungi kembali Aqila. namun hasilnya nihil, panggilan telepon Liu tetap tidak di jawab.


“ apa dia marah pada ku, karena aku meninggalkan dia sendiri di bandara? ” Liu mencoba untuk berfikir positif. meski perasaan khawatir itu kembali muncul.


lama Liu menunggu hingga pada akhirnya ada sebuah panggilan masuk dengan nomor baru. buru-buru Liu mengangkat panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


“ siapa? ” tanya Liu to the poin.


“ ohoho, santai bung! ”. balas orang di seberang telepon tersebut dengan terkekeh.


“ siapa kau? dan ada urusan apa kau menghubungi ku? ”. tanya Liu lagi.


“ *sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih pada mu, karena berkat kau semua rencana ku berjalan dengan baik ”


“ apa maksudmu berengsek*?.” maki Liu tersulut emosi.


“ hahaha, kau tunggu saja giliran mu. tuan Liu yang terhormat! ”. ujar orang tersebut lalu panggilan telepon tersebut terputus.


“ sialan kau berengsek! ”. Liu membanting ponselnya dengan sangat keras sehingga menyebabkan ponselnya hancur.


“ tuan ada berita buruk! ”. ujar anak buah Liu yang baru saja menerima sebuah panggilan telepon dari temannya yang di tugaskan untuk menjemput Aqila.


“ berita apa? ”. bentak Liu.


“ *mobil yang membawa nona Aqila mengalami kecelakaan tuan. ”


deg*! tiba-tiba saja seluruh tubuh Liu terasa lemas dan tidak bertenaga. sakit rasanya mengetahui orang yang kita sayang terluka akibat kecerobohan kita.


belum sembuh rasa syok karena Chen yang terkena tembakan, dan sekarang sudah di tambah lagi dengan kecelakaan yang dialami oleh Aqila.


di saat itu pula Liu merasa menjadi orang yang paling tidak berguna, karena tidak bisa menjaga dan melindungi orang-orang yang di sayangi nya.

__ADS_1


__ADS_2