Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
hari yang membosankan


__ADS_3

sudah satu bulan dari transaksi Liu dengan Zhang dan itu juga adalah hari terakhir Aqila bisa keluar dari mansion Liu. ya... itu adalah kali terakhir Liu mengajak Aqila keluar karena Liu tidak ingin Aqila banyak berinteraksi dengan orang lain apalagi dengan pria.


Liu masih ingat jelas bagaimana Zhang menatap Aqila waktu itu. itu lah alasan Liu tidak mengijinkan Aqila berinteraksi dengan orang lain bahkan dengan Chen sekali pun.


entahlah mungkin menurut kalian itu aneh tapi itu benar-benar menyebalkan bagi Liu. ingin rasanya dia menghajar Zhang kala itu.


awalnya Liu juga tidak masalah jika Aqila berinteraksi dengan Chen. tapi jika di perhatikan Aqila dan Chen makin hari makin dekat itu lah yang membuat Liu tidak mengijinkan Chen mendekati Aqila juga sebaliknya. tentu saja itu membuat Aqila dan Chen protes tidak terima. tapi bukan Liu namanya jika tidak bisa membuat Chen dan Aqila mematuhi perintah nya. apalagi jika bukan dengan sebuah ancaman.


sejak saat itu jika Liu ada transaksi ia tidak pernah lagi mengajak Aqila.ia hanya mengajak Chen dan beberapa anak buah nya saja.


“Aaaa ” teriak Aqila frustasi sambil berguling guling di kasur nya. bosan...bosan...dan bosan itu lah yang di rasakan oleh Aqila saat ini. bagaimana tidak bosan sudah satu bulan ia tidak pernah keluar mansion Liu jangankan keluar berinteraksi dengan penghuni Mansion lain saja tidak di perbolehkan.


“ dasar monster... Manusi kutub... kejam... tidak berperasaan ”. maki Aqila sambil meninju ninju guling.

__ADS_1


“ siapa yang kau maksud?? ” tanya Liu yang tiba-tiba berada di dalam kamar Aqila. Liu menatap Aqila tajam.


“ kau ” ujar Aqila “ kenapa kau ada di kamar ku? ” tanya Aqila terkejut karena kedatangan Liu yang tiba-tiba.


“ apa kau lupa jika kamar mu ini berada di rumah ku ” balas Liu datar.


“ yaa.. aku tidak mungkin lupa itu ” balas Aqila ketus. “ ada apa? ” tanya Aqila lagi.


“ siapa orang yang kau maksud tadi ? ” tanya Liu penasaran.


“ bukan siapa-siapa tuan” balas Aqila. sambil menundukkan kepalanya.


Liu menatap Aqila dengan tatapan tajam. sangat tajam bahkan lebih tajam dari pisau yang sering digunakan oleh Liu untuk menyiksa musuh nya. Aqila yang di tatap seperti itu langsung merasa gugup dan takut. Aqila menelan Saliva nya dengan susah payah. keringat dingin pun sudah bercucuran di wajah Aqila.

__ADS_1


“ ma..maaf ” ucap Aqila gugup sambil tersenyum kaku pada Liu.


Liu berjalan mendekati Aqila, ia mendekatkan kepalanya pada telinga Aqila.


“ jangan kau ulangi lagi jika kau tak mau terkena hukuman dari ku ” bisik Liu di telinga Aqila sambil tersenyum licik.


“ ayo temani aku makan malam ” ajak Liu pada Aqila.


Aqila langsung menganggukkan kepalanya cepat. ia sudah tak berani untuk melawan Liu sang monster kejam itu.


sesampainya di ruang makan, Aqila sudah tidak heran lagi jika hanya ada dia dan Liu saja. kalian jangan bertanya kemana Chen dan yang lain. Masih ingat kan kata-kata ku di atas masa mau aku ulang lagi sih.


“ bagaimana dengan hari-hari mu ” tanya Liu di tengah-tengah kesibukannya memakan makan malam nya.

__ADS_1


Aqila terkejut mendengar pertanyaan dari Liu. pasalnya Liu tidak pernah bertanya hal seperti itu padanya. entah apa yang telah merasuki Liu, sehingga Liu mau bertanya seperti itu.


“ membosankan ” balas Aqila tak bersemangat.


__ADS_2