Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
kediaman Clara


__ADS_3

“ apa? ” teriak seorang wanita yang tak lain adalah bibinya Aqila yang bernama Rosetta. “ mungkin kau salah lihat sayang ” sambung nya lagi.


“ tidak sayang.. aku tidak mungkin salah lihat, dia benar-benar Aqila.” ujar paman Aqila mencoba menjelaskan semua yang terjadi tadi sore di lobby kantor tempat ia bekerja.


“ papa tidak mungkin wanita jelek itu bisa bersama dengan bos papa* ” sambung Clara. tidak percaya jika tadi papanya dari bertemu dengan Aqila yang sedang bersama dengan bos papanya.


“ kenapa kalian berdua tidak percaya pada ku. aku sungguh melihatnya tadi di lobby kantor bersama dengan tuan Liu .” mencoba untuk menjelaskan kepada istri dan putrinya.


“ apa kalian tahu tuan Liu tadi bilang apa? ”


“ memangnya bos papa bilang apa kepada papa? ” Tanya Clara mulai penasaran.


“ dia bilang jika Aqila itu adalah ‘ gadis ku’ yang artinya Aqila adalah miliknya ” ujar Alex ayah Clara, suami Rosetta, paman Aqila.


“ hahaha.. sayang kau ini ada-ada saja, itu tidak mungkin ” ujar Rosetta Masih tidak percaya dengan ucapan suaminya.


“ harus dengan apa aku menjelaskan nya kepada kalian agar kalian percaya padaku ” balas Alex pada anak dan istrinya.


“ mama sepertinya papa sungguh-sungguh ” ujar Clara mulai percaya pada papanya.

__ADS_1


pasalnya Alex tidak pernah seperti itu jika dia tidak bersungguh-sungguh.


“ papa memang sungguh-sungguh sayang ” balas Alex menatap putrinya itu.


“ lalu, jika kau tidak salah lihat. sekarang kita harus bagaimana? ” tanya Rosetta kepada suami dan putrinya. “ sungguh aku tidak rela jika ia mendapatkan pria kaya dan melupakan kita yang sudah merawatnya. setidaknya kita juga harus bisa merasakan enaknya menjadi orang kaya ” sambung Rosetta.


Rosetta tidak terima jika Aqila bisa mendapatkan pria kaya lalu melupakan nya. dia berfikir ia sudah banyak berjasa dalam hidup Aqila. karena dia lah yang sudah merawat Aqila semenjak kepergian orang tua Aqila. cihh berjasa dari mana jika tiap harinya Aqila selalu diperlakukan dengan buruk.


“ mama itu tidak mungkin terjadi. aku pastikan aku akan merebut apa yang sudah Aqila dapatkan. aku janji ” ujar Clara pada ibunya.


Clara berfikir jika Liu bisa di dapat dengan mudah. sama seperti pria-pria kaya yang sudah di taklukkan oleh Clara untuk di manfaatkan hartanya.


Alex berusaha memberitahukan kepada putrinya tentang sifat Liu yang sebenarnya. karena dia sudah banyak mendengar gosip tentang bos nya itu. yang ternyata orang yang sangat kejam Kepada karyawan.


“ papa tenang saja. aku pasti bisa menaklukkan tuan Liu itu ” ucap Clara percaya diri.


“ iya sayang kau tenang saja. putri kita pasti bisa menaklukkan nya. ” ujar Rosetta membela putrinya.


“ jika wanita jelek itu saja bisa, kenapa aku tidak bisa. jelas sekali bukan, aku lebih cantik dan sexsi daripada gadis jelek itu ” ujar Clara dengan percaya diri yang tinggi.

__ADS_1


“ tentu saja putri ku. kau itu memang sangat cantik dan cerdas. sama seperti mama mu ini. ” Rosetta membanggakan putrinya.


“ kalian berdua itu sama saja. aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian. kenapa yang ada di otak kalian itu hanya uang, uang dan uang. ” oceh Alex menasehati Rosetta dan Clara. ia tidak habis pikir dengan sifat kedua wanita itu. Untung saja dia memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang lumayan, jika tidak entah apa yang sudah terjadi dengan kehidupan rumahtangga nya.


“ uang itu sangat penting papa. jika tidak ada uang bagaimana dengan hidup kita nanti. ” ujar Clara. yang memang rela melakukan apapun demi uang “ aku benar kan ma? ” Tanya Clara pada mamanya.


“ kau benar sekali putri ku” bela Rosetta.


“ papa besok aku akan ikut papa ke kantor tempat papa bekerja ” ujar Clara pada papanya.


“ untuk apa? ” tanya Alex pada putrinya Clara dengan mengerutkan keningnya bingung.


“ tentu saja agar aku bisa bertemu dengan bos papa itu ” balas Clara.


“ *kau jangan cari masalah dengan tuan Liu. dia itu terkenal kejam ” Alex memperingati Clara.


“ papa tenang saja aku pasti bisa* ” ujar Clara.


Alex sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. sekarang terserah dengan putrinya itu saja. yang penting dia sebagai papa sudah memperingati putrinya. mau di dengarkan atau tidak itu itu terserah dengan Clara saja.

__ADS_1


__ADS_2