Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
pasal wanita


__ADS_3

“ mengapa diam? Jawablah ” ujar Chen menyuruh Jia Li menjawab pertanyaannya karena Jia Li Hanya diam saja.


“ apakah pantas anda bertanya seperti itu tuan? ” bukannya menjawab Jia Li malah balik bertanya.


“ apa maksudmu? Apakah tidak pantas jika aku bertanya seperti itu? Aku hanya bertanya bukan? ” balas Chen sedikit kesal dengan pertanyaan aneh Jia Li. Apa maksudnya bertanya seperti itu?


Benar, Chen hanya bertanya tapi mengapa Jia Li menganggap itu serius. Sadarlah Jia Li, Chen sudah akan bertunangan. Mengapa kau malah seperti ini. Kira-kira hal itulah yang ada di pikiran Jia Li saat ini.


“ ma..maaf tuan jika saya lancang, sebaiknya saya melanjutkan pekerjaan saya. Saya permisi tuan ” ujar Jia Li pamit dari hadapan Chen dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


“ apakah semua wanita seperti itu? ” gumam Chen menatap aneh kepergian Jia Li dari ruangannya.


Setelah seharian penuh berkutat dengan banyak berkas akhirnya Chen selesai juga. Chen bersiap untuk kembali ke mansion.


“ aneh, setiap hari di kerjakan tetapi kau tidak ada habisnya ” lirih Chen menatap beberapa berkas yang belum di kerjakan oleh Chen. Lalu Chen melangkahkan kakinya meninggalkan ruangannya.


Saat sudah berada diluar Chen melirik sekilas ke meja kerja Jia Li namun Jia Li sudah tidak ada di sana. Mungkin Jia Li sudah lebih dulu pulang. Pikir Chen.


Sekitar 40 menit perjalanan menuju mansion menggunakan mobil mewah miliknya yang baru di beli beberapa waktu lalu akhirnya Chen sampai juga. Hari ini terasa sangat melelahkan dibandingkan dengan kemarin.

__ADS_1


Namun Chen di buat terkejut saat melihat Liu juga yang baru tiba entah dari mana. Dengan menggunakan Stelan jas, pakaian yang biasa digunakan Liu untuk kekantor.


“ kau dari mana boss? ” tanya Chen saat Liu berjalan masuk kedalam mansion dengan wajah yang terlihat lelah.


“ tentu saja bekerja, ” balas Liu ketus dan terus berjalan masuk tanpa memedulikan Chen.


“ benarkah? ” tanya Chen namun tidak di pedulikan oleh Liu. “ mengapa aku tidak tahu ” gumam Chen menatap punggung Liu yang semakin menjauh.


Saat Chen sudah sampai di dalam tidak ada seorangpun di dalam. Aqila pun tidak ada. Sebenarnya apa yang telah terjadi.


Tadi pagi setelah perdebatan antara Liu dan Aqila Chen langsung saja pergi ke kantor. Jadi dirinya tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.


Chen memutuskan untuk mencari Aqila di dalam kamarnya Aqila, mungkin saja Aqila sedang tertidur di kamar.


Chen memutar handle pintu perlahan, mengintip sedikit kedalam apakah Aqila ada atau tidak di dalam.


“ kau sedang apa? ” suara seseorang dari arah belakang berhasil membuat Chen terkejut. sampai-sampai Chen terjatuh karena sangking terkejutnya.


“ kau seperti seorang pencuri saja, mengendap-endap seperti itu ” lanjut orang tersebut yang ternyata adalah sang pemilik mansion, ya siapa lagi jika bukan Liu.

__ADS_1


“ boss kau itu bisa tidak jangan seperti hantu yang datang secara tiba-tiba.” gerutu Chen sambil mengelus siku nya yang sakit akibat terbentur lantai.


“ sedang apa kau di sini? ” Tanya Liu tanpa memedulikan gerutuan Chen.


“ tentu saja mencari keberadaan Aqila. dia tidak terlihat sejak tadi. aku jadi khawatir ” balas Chen.


“ kau tidak perlu mengkhawatirkan gadisku, sudah ada aku jadi kau tidak di butuhkan ” ujar Liu ketus.


mendengar jawaban Liu Chen hanya bisa mencibir tidak suka.


“ ah ya aku hampir lupa, boss apakah kau dan Aqila Masih bertengkar? ” tanya Chen menatap Liu intens.


“ kami tidak pernah bertengkar ” balas Liu.


“ dengar boss, aku punya ide yang bagus untuk mendapatkan hati seorang wanita. agar kau dan Aqila cepat menikah. kau ingin cepat menikah dengan Aqila bukan? ” ujar Chen dengan wajah serius.


“ tahu apa kau tentang wanita, kau sama saja dengan ku bahkan kau berada jauh di bawah ku” balas Liu dengan tersenyum sinis.


“ jika tentang wanita kau tidak bisa meremehkan aku boss, aku berada dua langkah di depan mu jika itu menyangkut soal wanita ” balas Chen sedikit tidak terima dengan ucapan Liu tadi.

__ADS_1


__ADS_2