
malam ini adalah malam yang telah di tunggu-tunggu oleh semua karyawan yang berkerja di kantor Liu. mereka semua keheranan dengan tema pesta tahun ini.
kenapa ada pesta dansa juga? padahal di tahun tahun sebelumnya tidak pernah ada pesta dansa. tapi tidak dengan tahun ini.
mungkin bos mereka sedang baik hati, atau mungkin bos nya itu sedang jatuh cinta pada seseorang.
karena hal itu banyak dari mereka yang menantikan malam ini terutama para karyawan wanita.
bukan hanya para karyawan Liu saja yang di buat bingung. tetapi para kolega bisnisnya pun iku di buat bingung oleh Liu.
mansion Liu
“ ehh...ada apa ini? ” tanya Aqila saat dia melihat banyak orang yang masuk kedalam kamarnya sambil membawa banyak baju, sepatu, tas, perhiasan serta alat-alat make up.
“ maaf nona kami diperintahkan langsung oleh tuan Liu untuk merias anda” ujar salah seorang.
“ merias diriku? ” tanya Aqila yang kebingungan. mengapa Liu tiba-tiba menyuruh banyak orang untuk merias dirinya.
“ iya nona ” balas orang tersebut.
__ADS_1
“ ehh.. tunggu dulu! ” ujar Aqila menghentikan orang yang mau merias dirinya.
“ ada apa nona? ” tanya orang itu lagi.
“ atas dasar apa Liu.. eh maksud ku tuan Liu menyuruh kalian untuk merias ku ” tanya Aqila benar-benar bingung, karena selama dia tinggal di mansion Liu. dia tidak pernah di suruh untuk merias dirinya seperti ini.
“ sudah jangan banyak tanya ” ujar Liu tiba-tiba datang. membuat Aqila dan orang suruhan Liu terkejut. “ cepat kalian rubah penampilan nya ” perintah Liu pada orang suruhan nya.
“ baik tuan ” balas mereka bersamaan.
tanpa bisa melawan Aqila akhirnya mau di rias oleh orang suruhan Liu. meskipun banyak sekali pertanyaan dalam otak nya saat ini. ia memilih untuk tetap diam.
“ apa yang sedang kau pikirkan*? ” tanya Liu. karena dari tadi ia memerhatikan gerak gerik Aqila yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
“ sebenarnya apa tujuan mu menyuruh mereka untuk merias ku? ” Aqila memberanikan diri untuk bertanya pada Liu.
“ nanti kau juga akan tahu sendiri ” balas Liu.
“ aku tunggu di luar ” sambung Liu lalu beranjak pergi dari kamar Aqila.
__ADS_1
“ ehh kau mau pergi kemana? ” ujar Aqila ingin mengejar Liu namun gerakan segera di tahan oleh orang suruhan Liu.
“ kau mau kemana nona ? diam lah agar ini semua cepat selesai ” ujar salah seorang suruhan Liu.
di ruang tamu
kini Liu sedang berada di ruang tamu di temani oleh Chen dan beberapa orang yang sedang sibuk memilih pakaian yang cocok untuk di kenakan oleh Liu nanti. dan untuk Chen juga tentunya.
“ ahh.. mengapa aku jadi bingung sendiri ” ujar Chen frustasi karena sejak tadi pakaian yang menurutnya bagus tapi Liu tidak mau. tidak cocok katanya.
“ boss sebenarnya kau ini ingin yg bagaimana. mengapa pilihan ku selalu salah di mata mu boss. ” kesal Chen pada Liu. karena lagi dan lagi pakaian pilihan nya di tolak oleh Liu.
“ aku ingin pakaian yang cocok untuk ku. kau kan tahu sendiri ini adalah acara dansa pertama ku jadi aku ingin yang sempurna. dan pakaian pilihan mu itu tidak ada yang cocok untuk ku ” balas Liu. sebenarnya pakaian yang di pilih oleh Chen itu sudah cocok untuk nya tapi ia hanya ingin mengerjai Chen saja.
“ baiklah kalau begitu kau pilih saja sendiri boss” ujar Chen makin kesal dengan kelakuan bosnya ini. andaikan di sini Chen lah bosnya dia pasti tidak akan seperti ini. tapi apalah daya disini Chen hanya bisa berandai.
“ hey aku ini bos mu, jadi kau harus menurut semua perintah ku atau aku akan memotong gaji mu. ” ujar Liu berusaha keras agar tidak tertawa karena tingkah Chen.
namun tiba-tiba perhatian Liu tertuju pada pintu kamar Aqila yang terbuka. tak lama kemudian Aqila keluar kamar dengan memakai gaun cantik bewarna merah. dengan riasan sederhana namun begitu elegan.
__ADS_1