
***
“ kau suka es krim? ” tanya Aqila pada Liu.
Liu yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya berhenti sejenak lalu menatap Aqila yang sedang berdiri di depan meja kerjanya sambil memegang empat buah es krim di kedua tangannya. dua di tangan kanan dan dua di tangan kiri.
Aqila baru kembali dari membeli es krim yang di temani oleh Chen. tentunya dengan syarat, jika sudah segera kembali dan tidak boleh mengobrol apalagi bersentuhan.
“ kau makan saja sendiri es krim itu ” balas Liu datar. lalu kembali fokus pada setumpuk kertas yang ada di hadapannya.
“ kau yakin tidak mau?” tanya Aqila memastikan.
“ aku mau ” tiba-tiba Chen datang dari arah belakang Aqila, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Liu.
mendengar ucapan Chen, Aqila langsung membalikkan tubuhnya menghadap Chen lalu berkata.
“ kau mau? lalu kenapa tadi kau tidak membelinya sendiri ” balas Aqila sinis. mana mau dia berbagi dengan Chen.
dasar! Chen tidak tahu apa, itu adalah trik Aqila kepada Liu. agar Liu tidak mengurungnya di mansion lagi dan mau mengajak Aqila keluar seperti ini.
__ADS_1
mendengar balasan Aqila kepada Chen. tanpa sadar Liu tersenyum. “ bagus ” batin Liu memuji Aqila.
“ kau itu pelit sekali. memangnya es krim sebanyak itu akan habis? ” protes Chen pada Aqila.
“ tentu saja! kau mau lihat? ” Aqila menyombongkan dirinya sendiri. yang mampu menghabiskan empat buah es krim.
“ dasar pelit ” cibir Chen pada Aqila dan Langsung berjalan kearah Liu.
“ silahkan di tandatangani boss ” ujar Chen sambil memberikan sebuah kertas pada Liu.
selain tangan kanan Liu. Chen juga lah sekertaris Liu di kantor. jadi jika ada yang ingin meminta tanda tangan atau izin dari Liu. para bawahan Liu akan meminta tolong pada Chen. bukan apa-apa karena sebelumnya Liu tidak seperti itu, tapi banyak dari mereka yang cari muka pada Liu dan itu membuat muak.
Liu mengambil kertas tersebut lalu membacanya sekilas. setelah itu langsung Liu Langsung menandatangani berkas tersebut. setelah di tandatangani Liu memberikan kertas itu kembali pada Chen.
Chen menerima kembali kertas tersebut dan langsung berbalik ingin kembali ketempat kerjanya yang ada di depan ruangan Liu. karena ia sudah di tunggu oleh kepala manajemen.
pada saat berpapasan dengan Aqila, Chen kembali mencibir Aqila dengan kata ‘pelit’ sambil menjulurkan lidahnya mengejek Aqila.
Aqila hanya bersikap cuek dan masa bodok dengan Chen. jika mau es krim kenapa tadi tidak beli kan dia tadi yang menemani Aqila membeli as krim. pikir Aqila.
__ADS_1
setelah Chen keluar dari ruangan Liu Aqila memilih untuk duduk di sofa yang ada di hadapan meja kerja Liu. untuk menikmati keempat es krim yang sudah ia beli sebelum es krim nya mencair.
Liu yang sedari tadi memperhatikan Aqila memakan es krim hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
“ apakah kau tidak pernah memakan es krim? ” tanya Liu di sela-sela pekerjaannya.
“ tidak! dulu aku sering memakan es krim. bahkan hampir setiap hari ” balas Aqila sambil mengelap mulutnya yang belepotan.
“ kau bisa memakan es krim setiap hari. tapi!...” ujar Liu menggantungkan kalimatnya. membuat Aqila penasaran.
“ tapi apa? ” tanya Aqila penasaran.
“ kau harus mematuhi semua peraturan ku. bagaimana? ”
Aqila menghembuskan nafas kesal. “ memangnya tidak ada yang lain apa? dari kemarin hanya itu saja. bukankah selama ini aku selalu mematuhi semua perintahnya. ” batin Aqila.
“ baiklah tuan Liu yang terhormat ” balas Aqila malas.
mendengar jawaban dari Aqila, Liu hanya tersenyum penuh arti. entahlah dia merasa bahagia sekali. sudah berapa kali ia di buat tersenyum oleh Aqila hari ini.
__ADS_1