Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
akhirnya


__ADS_3

sudah satu Minggu ini Liu selalu berfikir apakah yang dia lakukan pada Aqila itu berlebihan atau tidak. entah mengapa akhir akhir ini perasaan Liu menjadi tidak enak jika melihat Aqila yang tak bersemangat sama sekali.


dan akhirnya Liu pun memutuskan untuk memberi kebebasan pada Aqila. tapi dengan syarat Aqila tidak boleh berinteraksi dengan orang lain tanpa seizin Liu. biarlah kalian berfikir seperti apa. Liu seperti itu karena ia tidak mau kejadian sebelumnya terulang lagi, kejadian dimana Aqila lebih dekat dengan Chen dari pada dengannya.


“ cepat kau bersiap ” ujar Liu pada Aqila setelah selesai sarapan pagi.


“ ada apa? ” tanya Aqila bingung.


“ kau bilang bahwa kau bosan berada di rumah saja ” balas Liu datar.


“ iya memang sangat membosankan berada di rumah saja..tapi mau bagaimana lagi ” ucap Aqila dengan nada sedih.


“ yasudah cepat kau bersiap.. ikut aku kekantor ”


“ sungguh?” tanya Aqila bersemangat, akhirnya Aqila bisa menghirup udara segar juga.

__ADS_1


“hemm.. tapi dengan satu syarat” ujar Liu memberi syarat pada Aqila.


“ syarat? ” Aqila mengerutkan keningnya. “ apa syarat nya? ” Tanya Aqila.


“ setiap kali kau ingin melakukan sesuatu kau harus meminta izin kepada ku terlebih dahulu termasuk berbicara pada orang lain.. bagaimana? kau setuju? ”


“ hemmm baiklah aku setuju ” tidak ada salahnya kan jika Aqila menyetujui nya. daripada Aqila diam di rumah saja, tidak ada teman ngobrol.


“ aku pergi bersiap dulu, kau tunggu aku oke..aku tidak akan lama ” ujar Aqila sambil berlari kecil menuju kamarnya.


disisi lain ternyata ada Chen yang sudah mendengar semua pembicaraan Liu dan Aqila. Chen menjadi bingung dengan tingkah Liu, kemarin Liu sendiri yang tidak mengijinkan Aqila berinteraksi dengan orang lain termasuk dengan nya. sekarang Liu juga yang mengajak Aqila untuk keluar.


***


saat ini Aqila, Liu, Chen dan juga supir pribadi Liu sudah di dalam mobil menuju ke kantor Liu. Aqila duduk di kursi penumpang bersama dengan Liu. sedangkan Chen duduk di kursi yang ada samping kemudi.

__ADS_1


disepanjang perjalanan Aqila tak henti-hentinya tersenyum, ia sangat bahagia akhirnya setelah satu bulan lewat satu Minggu Aqila bisa juga untuk keluar dan melihat-lihat pemandangan di luar.


“ apakah nanti aku boleh membeli es krim ? ” tiba-tiba Aqila bertanya pada Liu.


“ es krim? ” Liu mengulangi ucapan Aqila.


“ iyaa.. boleh yaa,, please ” ujar Aqila memohon pada Liu. Aqila rindu sekali dengan es krim sudah lama sekali Aqila tidak makan es krim.


“ baiklah ” ujar Liu.


“ terima kasih tuan ” balas Aqila dengan senyum merekah dan mata berbinar akhirnya sebentar lagi ia bisa memakan es krim.


melihat Aqila tersenyum bahagia seperti itu membuat hati Liu adem dan tenang. andai ia tahu Aqila akan sebahagia ini sebelumnya. pasti sudah sejak lama Liu akan mengajak Aqila untuk keluar dari mansion.


sedangkan di depan Chen hanya mencibir tidak suka dengan percakapan Liu dan Aqila. padahal di dalam mobil itu ada ia dan juga supir yang sedang mengendarai mobil. tapi kalau di dengar percakapan Liu dan Aqila seolah-olah hanya ada mereka berdua saja.

__ADS_1


iri mungkin itulah yang dirasakan oleh Chen saat ini. karena ada Aqila sekarang ia di lupakan oleh Liu.


__ADS_2