Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
rindu


__ADS_3

sedangkan di tempat lain Chen sedang asik menyantap makan siangnya di sebuah restoran ternama, yang bertema garden. sebelumnya tadi Chen datang ke tempat Spa untuk memanjakan diri.


Chen sengaja datang ke restoran ini. karena dia tidak punya pilihan lain. sebenarnya Chen ingin datang ke bar dan minum Wine, anggur atau baijiu {minuman beralkohol khas China} pun jadi. tapi orang aneh mana yang mabuk di siang hari.


“ huuh ” Chen menghembuskan nafas kasar. setelah menyantap habis makanannya.


“ sedang apa mereka? ” tanya Chen pada dirinya sendiri karena mulai merasa bosan. “sungguh jahat kau boss, kau tega sekali membiarkan aku sendiri seperti ini. ” gerutu Chen mengingat Liu yang tidak mau mengajaknya.


jujur saja selama ini Chen dan Liu selalu pergi bersama. di mana ada Liu pasti ada Chen. tapi saat ini Chen sendirian, tidak ada Liu bersamanya Chen merasa bosan.


“ andai saja aku memiliki kekasih ” ujar Chen berandai. “ ah, pasti saat ini aku sedang kencan dengan nya ” Chen membayangkan dirinya bersama seseorang wanita yang ia cintai sambil tersenyum-senyum sendiri.


“ pasti mereka sedang bermesraan sekarang ” ujar Chen dengan wajah kesal saat mengingat Liu dan Aqila.


sedetik kemudian Chen tersenyum penuh arti. saat ia memiliki sebuah ide yang bagus menurutnya. segera ia merogoh saku celananya mengambil ponsel nya. lalu Chen menelfon seseorang dengan panggilan video.

__ADS_1


“ sial ” umpat Chen saat panggilan nya tidak di angkat.


“ ayo dong di angkat ” Chen tidak putus asa, ia terus saja menelfon orang tersebut meskipun panggilan telepon nya selalu di tolak.


***


Liu dan Aqila sedang dalam perjalanan menuju gunung Tianmen { taman nasional zhangjiajie }. Aqila yang meminta sendiri pada Liu untuk mengajak dirinya ke sana . karena ada banyak wisata extrem Yang bisa memicu Adrenalin dan pemandangan yang indah di sana.


karena perjalanannya cukup jauh jadi Liu memutuskan untuk menggunakan supir. untuk sampai ke sana mereka membutuhkan waktu kurang lebih dua jam. awalnya Liu menolak saat Aqila mengajak nya ke sana karena jaraknya yang cukup jauh. tapi Aqila terus meminta pada Liu hingga akhirnya Liu menyetujui nya.


Liu yang masih kesal dengan ulah Chen tadi pagi. tentu saja Liu langsung menolak panggilan video dari Chen.


Aqila yang bingung karena sedari tadi ponsel Liu berdering namun selalu di tolak oleh Liu, memberanikan diri untuk bertanya pada Liu.


“ siapa yang menelfon? ” tanya Aqila penasaran.

__ADS_1


“ bukan siapa-siapa ” balas Liu yang Datar. sambil terus menolak panggilan video itu. namun bukannya berhenti tapi malah berbunyi terus sehingga membuat Liu kesal dan langsung menjawab panggilan itu.


“ ada apa? ” tanya Liu to the point.


“ rindu ” balas Chen di sebrang telfon.


“ cih, kau sangat menjijikkan ” ujar Liu ketus.


“ haha, kau jangan salah paham dulu boss, aku tidak merindukan mu tapi Aku merindukan Aqila ” ujar Chen sambil tertawa kencang.;“ kalian ada di mana? aku akan menyusul ” ujar Chen lagi.


Liu mengeram kesal saat Chen bilang merindukan Aqila. Liu menatap tajam pada ponselnya yang sedang menampilkan wajah jelek Chen.


Chen yang sadar akan tatapan tajam Liu langsung berhenti dari tawanya “ aku hanya bercanda boss ” ujar Chen.


tanpa bicara Liu langsung memutuskan panggilan video tersebut. “ lihat saja kau, nanti pasti aku beri kau pelajaran. ” batin Liu.

__ADS_1


Aqila yang tadinya ingin bertanya, segera di urungkan niatnya saat melihat expresi wajah Liu yang kesal. membuat nyali Aqila menciut seketika.


__ADS_2