Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
tidak biasa


__ADS_3

saat ini Liu dan Aqila sedang menikmati makan siang mereka di salah satu restoran mewah.


“ hemm apa kau tidak merasa aneh? ” tanya Aqila pada Liu di sela makan nya.


“ aneh? apa yang aneh? ” Liu mengernyitkan keningnya.


“ Chen,, tumben sekali dia tidak mengganggu kita ” ujar Aqila merasa heran, karena selama dia dan Liu di Indonesia Chen Belum ada menghubungi mereka sama sekali.


mendengar Aqila menyebut nama Chen, Liu jadi teringat akan transaksi yang sudah mereka sepakati nanti malam.


“ iya kau benar sekali, tidak biasanya dia seperti ini ”. ujar Liu sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Chen. namun ponsel Chen sedang tidak bisa di hubungi.


“ mungkin dia sedang sibuk ”. ujar Aqila saat melihat ada sedikit kekhawatiran di wajah Liu.


“ mungkin saja ” Liu berusaha untuk berfikir positif, dan mungkin saja apa yang di pikiran Aqila benar.


“ apakah saat ini ada tempat yang ingin kau kunjungi selagi kita masih berada di sini ”. Tanya Liu sambil meletakkan kembali ponselnya.

__ADS_1


“ ada,, dulu ayah ku memiliki sebuah perkebunan teh yang cukup luas, dan aku ingin sekali pergi kesana. ada banyak kenangan ku bersama ayah dan ibuku disana.” balas Aqila merasa sedih, saat mengingat kenangan masa lalu.


“ baiklah mari kita kunjungi tempat itu ” ujar Liu sambil mengusap pucuk kepala Aqila, dengan senyum manis di bibirnya.


“ apa kau yakin? ” Tanya Aqila memastikan.


“ tentu saja, mengapa tidak? ” balas Liu pasti.


“ tapi! yang aku ingat jalan untuk sampai ke sana sedikit sulit, kita tidak bisa menggunakan mobil mewah mu itu” ujar Aqila. karena memang seingatnya jika ingin kesana harus menggunakan motor atau mobil Jeep.


“ hemm benarkah? ” Liu sedikit berfikir, akankah dirinya bisa jika tidak menggunakan mobil mewah milik nya.


“ sepertinya waktu kita tidak cukup jika kita pergi hari ini. bagaimana jika besok saja kita pergi nya? ”. ujar Liu sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul dua siang.


“ baiklah ” jawab Aqila.


“ ayo kita kembali ke hotel saja, aku lelah sekali ” ajak Liu karena dirinya memang merasa sangat lelah. di tambah lagi dengan perasaannya yang tiba-tiba tidak enak. dan yang ada di pikiran Liu saat ini adalah Chen, apakah Chen baik-baik saja saat ini?.

__ADS_1


“ayo, aku pun merasa lelah sekali setelah banyak menangis ” balas Aqila.


...★★★...


saat ini Aqila dan Liu sedang berada di perjalanan menuju ke hotel tempat mereka menginap. sedari tadi Liu sibuk menghubungi Chen namun hasilnya nihil. ponsel Chen tidak bisa dihubungi sama sekali.


“ di mana Chen? ” tanya Liu pada anak buahnya yang bertugas untuk melindungi Chen.


“ tuan Chen sedang berada di ruang kerjanya tuan ” balas orang tersebut.


“ katakan padanya untuk mengaktifkan ponsel sekarang juga! dan segera hubungi aku! ” perintah Liu. belum sempat orang tersebut menjawab Liu sudah mematikan panggilannya.


setelah mematikan panggilan telepon tersebut, Liu langsung mengarahkan pandangannya ke arah Aqila yang berada di sampingnya. dan dilihatnya Aqila yang sudah terlelap dalam tidurnya.


“ bahkan kau terlihat cantik meskipun kau sedang tertidur seperti ini ” gumam Liu sembari menyingkirkan anak rambut yang menghalangi pandangannya.


“ alihkan pandangan mu itu jika kau masih ingin melihat dunia ” ancam Liu saat mengetahui bahwa diam-diam supirnya mencuri-curi pandangan pada Aqila lewat kaca spion dalam mobil.

__ADS_1


“ ma–maaf tuan ” ujar sopir tersebut gugup. karena takut dengan ancam Liu yang tidak mungkin jika hanya main-main.


__ADS_2