
Sore hari Chen kembali ke mansion dengan wajah yang berbinar. Dan hal itu membuat Liu menjadi penasaran. Bukankah tadi pagi Chen memasang wajah kesal lalu mengapa sekarang Chen terlihat sangat senang.
“ apa yang terjadi? ” Tanya Liu pada Chen saat Chen baru saja mendudukkan dirinya di sofa.
“ tidak ada ” balas Chen dengan senyuman di bibirnya.
“ mengapa kau tersenyum seperti itu? ” tanya Liu tambah penasaran. Apa yang terjadi pada Chen? Mengapa dia seperti itu?.
“ aku tersenyum karena aku sedang merasa bahagia ” balas Chen sambil menyilang kan kedua kakinya. “ ah ya aku hampir lupa. Terima kasih boss ” ujar Chen dengan tulus.
“ untuk apa kau berterima kasih padaku? ” tanya Liu yang memang benar-benar tidak mengerti maksud dari ucapan Chen.
“berkat kau aku bisa bertemu dengan jodohku ” balas Chen dengan sangat percaya diri.
“ apa maksudmu? ” Liu mengernyitkan dahinya semakin bingung dengan tingkah Chen.
“ ah sudahlah lupakan saja boss. Aku merasa sedikit lelah boss jadi biarkan aku pergi ke kamarku untuk beristirahat ” ujar Chen beranjak dari duduknya.
“ cihh, memangnya aku telah menghalangi mu untuk pergi ke kamar mu? ” balas Liu ketus.
__ADS_1
“ di mana Aqila boss? ” tanya Chen sebelum pergi ke kamarnya sembari melihat sekeliling namun dirinya tidak juga melihat Aqila.
“ sedang istirahat di kamarnya. Sejak pagi dirinya meminta ku untuk membantunya belajar berjalan. Jadi jangan ganggu dirinya dia sedang kelelahan. ” balas Liu memberi tahu Chen.
“ apa kalian sudah berbaikan? ” tanya Chen dengan raut wajah serius.
“ tentu saja ” balas Liu dengan menyeringai puas.
“ Ais dasar wanita. Kata-katanya tidak bisa di percaya ” gerutu Chen pergi meninggalkan Liu.
“ apa kau kesal karena rencana mu tidak ada yang berhasil Chen? ” tanya Liu sedikit berteriak kerena jarak Chen yang sudah sedikit jauh.
“ lain kali pasti akan berhasil boss, kita lihat saja nanti ” gumam Chen menghiraukan Liu yang sedang mengejek nya.
Malam harinya di meja makan sudah ada Liu dan Chen yang sedang menunggu kedatangan Aqila untuk menikmati makan malam bersama.
“ di mana Aqila? Mengapa lama sekali. Aku sudah sangat lapar ” ujar Chen tak sabar ingin segera memakan makanan yang sudah tersedia rapi di meja makan.
“ bersabarlah wanita memang seperti itu ” balas Liu yang sudah sama seperti Chen. Ingin segera mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit akhirnya yang di datang juga. Chen yang awalnya ingin protes pada Aqila yang telat datang menjadi ternganga setelah melihat ada yang berbeda dari Aqila.
“ apa ini? Kau sudah bisa berjalan? ” tanya Chen dengan wajah terkejut. Namun tidak bisa di pungkiri jika Chen merasa sangat bahagia mengetahui hal ini.
“ belum sepenuhnya Chen. Aku masih membutuhkan tongkat ini jika ingin berjalan ” balas Aqila sembari duduk di kursi yang berseberangan dengan Chen. Dan menunjukkan tongkat yang telah membantunya untuk berjalan kepada Chen.
“ itu sama saja. Jadi kau tidak membutuhkan kursi roda mu lagi? ” tanya Chen dengan sedikit senyum di bibirnya.
“ aku rasa tidak ” balas Aqila dengan tersenyum manis.
“ bagus lah ” Chen ikut merasa bahagia.
“ kalian ingin makan atau ingin terus melanjutkan obrolan kalian ? ” tanya Liu mulai kesal. Dirinya sudah sangat lapar tetapi Chen dan Aqila malah asik mengobrol.
“ boss mengapa kau terlihat biasa saja? Apa kau tidak bahagia melihat Aqila yang sudah bisa berjalan kembali? ” tanya Chen menyelidik.
“ aku lebih dulu tahu daripada dirimu ” balas Liu semakin kesal.
“mengapa kau tidak memberi tahu diriku boss?” tanya Chen ikutan kesal.
__ADS_1
“ kau tidak bertanya ” balas Liu segera mengambil makanan kedalam piringnya.
Saat Chen ingin menjawab ucapan Liu, Chen di hentikan oleh Aqila takut jika Liu marah lagi seperti kemarin malam. Akhirnya Chen menurut saja dan segera menikmati makan malamnya dengan sangat lahap.