Mafia Dan Aku

Mafia Dan Aku
jalan-jalan?


__ADS_3

kediaman Alex.


“ papa sudah membohongi aku ya? ” tanya Clara pada Alex papa nya.


“ bohong apa? ” Tanya Alex tidak mengerti maksud Clara.


“ kemarin papa bilang ada Aqila bersama bos papa, tapi! tadi aku tidak melihat dia sama sekali ” ujar Clara kesal merasa di bohongi papanya.


“ ah iya.. papa memang tidak melihat nya hari ini. mungkin tuan Liu tidak mengajak nya. ” balas Alex. mengingat bahwa tadi yang datang kekantor hanya Liu dan Chen saja. tidak ada Aqila bersama mereka.


“ sudahlah sayang, sepertinya papa mu itu sedang kelelahan kemarin sehingga dia bisa salah mengenali orang. ” ujar Rosetta kepada putri nya. jujur saja sebenarnya dia belum sepenuhnya percaya oleh ucapan suaminya itu. tidak mungkin Aqila bisa bersama Liu. dia berfikir mungkin saat ini Aqila sudah mati atau ada yang menculiknya dan menjual organ tubuh nya.


“ mungkin yang mama katakan benar. ” balas Clara. “ ahh iya ma, mama tahu ternyata tuan Liu tampan sekali rupanya ” Clara memberi tahu mamanya tentang ketampanan Chen yang ia kira Liu.


“ benarkah sayang? ” Tanya Rosetta.


Clara hanya menganggukkan kepala senang. membayangkan dia bisa mendapatkan Liu, ahh sudah pasti hidupnya akan bahagia karena ia di keliling olah harta Liu.


Alex berdecak sebal atas perilaku istri dan putri nya itu.


“ lihat saja nanti akan aku buktikan pada kalian kalau aku benar-benar bertemu dengan Aqila. ” ujar Alex Seraya pergi dari meja makan menuju kamar nya.ia ingin mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu.


“ ada apa dengan papa ma? ” Tanya Clara bingung kenapa papanya tiba-tiba pergi begitu saja.


“ sudahlah sayang, biarkan saja ” balas Rosetta.


dan akhirnya Clara pun melanjutkan cerita pertemuan nya Chen yang ia kira Liu kepada mamanya. ia berjanji pada mamanya bahwa ia tidak akan pernah melepaskan Liu. ia akan terus mengejar Liu sampai dapat.

__ADS_1


***


mansion Liu.


ketiga penghuni mansion yang tak lain dan tak bukan adalah Liu, Chen dan Aqila sedang berada di meja makan menikmati makan malam bersama.


makan malam bersama? ehmm bukannya Liu itu sudah melarang Chen agar tidak ikut makan jika ada Aqila di meja makan?. lalu mengapa sekarang mereka makan malam bersama?. tentu saja itu ulah Chen yang merengek pada Liu agar ia bisa ikut makan bersama. ia merasa bosan jika harus makan sendiri. mangkanya ia terus merengek dan untung saja Liu setuju, yaa walaupun dengan Seribu syarat yang di berikan oleh Liu.


“ apa besok kalian libur bekerja? ” Tanya Aqila di sela makanya. menatap Liu dan Chen sekarang bergantian.


besok kan hari minggu yang sudah pasti Liu dan Chen libur bekerja. pertanyaan yang aneh bukan.


“ tentu saja” balas Chen cepat.


Liu menatap Aqila tidak biasanya Aqila bertanya itu. tapi kenapa sekarang tiba-tiba Aqila menanyakan itu.


“ ada apa? ” Tanya Liu.


“ tidak! memangnya kenapa? ” Tanya Liu lagi.


“ bisa tidak besok kita jalan-jalan ” Tanya Aqila. berharap Liu mau mengajaknya keluar.


“ jalan-jalan? ” Liu mengulangi ucapan Aqila.


Aqila menganggukkan kepalanya ” iya,, bisa kan? plisss ” mohon Aqila pada Liu.


“ tentu saja bisa, yakan bos? ” ujar Chen semangat.

__ADS_1


Liu langsung menatap Chen tajam. berani sekali Chen yang ditanya siapa yang jawab malah dia.


“ ohh ayolah boss, hitung-hitung melepas penat ” ujar Chen merayu Liu.


cih melepas penat? terakhir kali Liu harus rela kehilangan tender besar karena ajakan Chen Yang bilangnya melepas penat. Liu sudah rugi besar di buat Chen. dan sekarang ia bilang melepas penat. jangan harap.


“ baiklah ” ucap Liu singkat.


“ benarkah? ” Tanya Aqila “ Terimakasih ” ucap Aqila memegang lengan Liu.


Liu tersenyum simpul melihat Aqila yang begitu senang. tapi tunggu dulu..


“ tapi.. ” ujar Liu menggantung.


“tapi? tapi apa? ” Tanya Aqila.


Liu melirik Chen sambil tersenyum licik.


Chen langsung merasakan Hawa tidak enak saat mendapatkan lirikan dan Seringai licik Liu. waah pasti ada yang tidak beres ini. pikir Chen.


“ hanya kita berdua saja ” lanjut Liu.


tanpa pikir panjang Aqila langsung menyetujui permintaan Liu. toh tidak masalahkan jika Aqila pergi hanya berdua dengannya Liu. memangnya mau sama siapa lagi?


“ lalu bagaimana dengan ku ” Tanya Chen memasang wajah memelas.


“ ya mana ku tahu ” ledek Aqila. masa bodo dengan Chen. yang penting saat ini ia bisa keluar jalan-jalan setelah sekian lama. lagi pula Chen juga bisa pergi kapan saja tanpa izin dari Liu bukan? berbeda dengan Aqila yang harus meminta izin terlebih dahulu.

__ADS_1


“ ck kalian itu sungguh kejam ” gerutu Chen


Aqila hanya tertawa. ternyata di balik tampang seram Chen ada tampang konyol juga. apakah Liu juga seperti itu? ah semoga saja iya. pikir Aqila.


__ADS_2